atas1

Sehari, Restoran Bisa Habiskan 15 Tabung Gas Subsidi

Kamis, 18 Jul 2019 | 16:30:05 WIB, Dilihat 388 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Sehari, Restoran Bisa Habiskan 15 Tabung Gas Subsidi Sidak penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi 3 kg, Kamis (18/7/2019). (istimewa)

Baca Juga : Perhatikan Ini agar Negara Kuat


KORANBERNAS.ID -- Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Perekonomian Kantor Sekretariat Daerah (Setda) setempat bersama Pertamina Cabang Yogyakarta serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan kembali mengadakan inspeksi mendadak (sidak) penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi (gas 3 kg), Kamis (18/7/2019).

Kali ini, sidak dilakukan di sepanjang Jalan Kaliurang km 5 dengan menyasar usaha rumah makan atau usaha kuliner pemodal besar yang tidak termasuk kategori mikro.

Kasubbag Ketahanan Ekonomi Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sleman, Tien Pamungkasih,  menyampaikan sidak yang rutin dilakukan ini merupakan upaya pemerataan penggunaan gas elpiji bersubsidi bagi masyarakat tidak mampu.

“Saat ini banyak sekali pemanfaat elpiji 3 kg (bersubsidi) itu kurang tepat sasaaran, artinya banyak tempat usaha-usaha seperti restoran yang tidak termasuk usaha mikro menggunakan tabung elpiji bersubsidi,” jelasnya.

Menurut dia, pemakaian gas elpiji bersubsidi oleh tempat usaha nonmikro jika dikonversi per minggu atau bulan, mampu mencukupi keluarga tidak mampu atau kategori miskin.

Penggunaan gas elpiji bersubsidi oleh usaha nonmikro bisa mencapai 4 sampai 15 tabung per harinya.

Saat sidak di beberapa rumah makan ini berhasil diamankan 84 tabung gas elpiji 3 kg bersubsidi. Seluruhnya langsung ditukar tabung gas 5,5kg nonsubsidi.

Setiap dua tabung gas subsidi ditukar satu tabung gas 5,5 kg nonsubsidi (bright gas).

Cheker Stock Pertamina Yogyakarta, Imron, menyebutkan penukaran tabung gas elpiji bersubdi dengan gas elpiji nonsubsidi merupakan salah satu upaya Pertamina melakukan sosialisasi penggunaan gas nonsubsidi bagi mereka yang tidak termasuk keluarga tidak mampu atau usaha nonmikro.

“Saat ini, penggunaan gas elpiji bersubsidi ada yang tidak tepat sasaran dan bisa berdampak kelangkaan di masyarakat,” katanya.

Imron mengatakan, sidak dilaksanakan secara rutin oleh Pertamina Yogyakarta di seluruh kabupaten/kota di DIY.

Selama sidak berlangsung, seluruh tempat usaha tampak kooperatif dan bersedia menukar seluruh tabung gas elpiji bersubsidi dan beralih menggunakan gas elpiji nonsubsidi. (sol)



Kamis, 18 Jul 2019, 16:30:05 WIB Oleh : Nila Jalasutra 381 View
Perhatikan Ini agar Negara Kuat
Kamis, 18 Jul 2019, 16:30:05 WIB Oleh : Nila Jalasutra 288 View
Enaknya Jadi Atlet Beprestasi
Kamis, 18 Jul 2019, 16:30:05 WIB Oleh : Prasetiyo 555 View
Spenthree Angel Siap Berlaga di AFP Championship

Tuliskan Komentar