atas1

Santri Jadi Peternak Ayam, Kenapa Tidak

Jumat, 19 Jul 2019 | 19:15:28 WIB, Dilihat 481 Kali - Oleh Redaktur

SHARE


Santri Jadi Peternak Ayam, Kenapa Tidak Koordinasi dan pembinaan KSTM Kota Yogyakarta di Pendopo Kantor pada Kamis (18/7/2019).(istimewa)

Baca Juga : Ajaib, Batu Putih Ubah Sampah Jadi Pupuk Organik


KORANBERNAS.ID -- Menjadi peternak bisa dilakukan siapa saja, termasuk para santri di berbagai pesantren. Dengan beternak, selain menambah pengalaman berwirasaha, mereka bisa mengembangan bisnis ternak yang bernilai ekonomi tinggi.

Karenanya Kementerian Pertanian (kementan) pun menggulirkan program Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM). Program ini menyasar para santri di berbagai daerah untuk beternak ayam.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Drs. Sugeng Darmanto mengungkapkan, pihaknya memfasilitasi kegiatan koordinasi dan pembinaan KSTM Kota Yogyakarta. Kegiatan dilaksanakan di Pendopo Kantor pada Kamis (18/7/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dr. Siwitri Munambar, S.TP, MP dan Bayu Wijaya, S.TP., M.Ec.Dev, mewakili Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yo-Ma), para santri dari KSTM DAWAM, KSTM SATRIA, KSTM Harun Asy Syafi’i 1, KSTM Harun Asy Syafi’i 2 dan jajaran Pejabat Fungsional Bidang Kehewanan dan Perikanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta.

Sugeng mengajak para santri untuk berbagi pengalaman beternak ayam. Selain itu melaporkan perkembangannya, mengevaluasi kegiatan dan melakukan pembinaan.

"Kami juga berupaya meningkatkan semangat para santri Kota Yogyakarta menjadi petani milenial," ujarnya.

Para santri yang tergabung pada 5 KSTM Kota Yogyakarta mendapatkan paket day old chick (DOC) 500 ekor ayam Jawa Super, paket pakan ayam 1.000 Kg, paket obat/vitamin dan paket bantuan pembuatan kandang ayam melalui program KSTM-Kementerian Pertanian Tahun 2019.

Sugeng mengajak para santri untuk menyiapkan dengan baik beternak dan pembesaran ayam periode berikutnya. Bahkan melakukan pencatatan seperti persiapan kandang, chick in, perlakuan beternak ayam, kendala/permasalahan.

“Jangan patah semangat jika ayamnya sakit atau mati,” ujar Sugeng.

Sementara Siwitri mengungkapkan, KSTM ini merupakan wadah membangun minat santri mempelajari pertanian dan media organisasi pertanian melalui kegiatan beternak ayam di Pondok Pesantren. Sejak April 2019, para santri KSTM Kota Yogyakarta melakukan penggemukan ayam dan menjualnya saat bobot ayam melebihi 800gram.

"Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta memberikan materi bimbingan teknis beternak ayam kepada para santri KSTM di Polbangtan Yo-Ma Kampus Yogyakarta," jelasnya.

Malik selaku perwakilan KSTM SATRIA mengatakan, mereka berhasil menjual 370 ekor ayam di harga 33ribu per Kg dengan perhasilan kotor Rp 7juta . Harga tersebut diperoleh sebelum Juni 2019 saat harga ayam di tingkat pasar anjlok karena over supply.

“Kami juga mendapatkan uang 7jutaan dari perjualan 350 ekor ayam”, tutur Lukman mewakili KSTM Harun Asy Syafi’i.

Pondok Pesantren dan Yayasan Harun Asy Syafi’i berencana akan membangun 3 kandang ayam. Kandang ini masing-masing memiliki kapasitas 500 ekor ayam, 1.500 ekor  dan 2.000 ekor untuk media pembelajaran beternak dan berwirausaha para santrinya. (*/yve)



Jumat, 19 Jul 2019, 19:15:28 WIB Oleh : Nila Jalasutra 874 View
Ajaib, Batu Putih Ubah Sampah Jadi Pupuk Organik
Jumat, 19 Jul 2019, 19:15:28 WIB Oleh : Nila Jalasutra 492 View
Tour De Merapi 2019 Angkat Wisata Embung
Jumat, 19 Jul 2019, 19:15:28 WIB Oleh : Sari Wijaya 610 View
Tas Kayu Cantik Tapi Ringan dari Bantul

Tuliskan Komentar