atas1

Salut, Santri Milenial Belajar Pertanian

Minggu, 31 Mar 2019 | 19:54:19 WIB, Dilihat 499 Kali - Oleh Redaktur

SHARE


Salut, Santri Milenial Belajar Pertanian Bimtek Penumbuhan dan Penguatan “Kelompok Santri Tani Mileneal” (KSTM), pada 30 dan 31 Maret 2019. Kegiatan digelar serentak di kabupaten /kota wilayah DIY.(istimewa)

Baca Juga : Indra Uno Ajak Warga Berlomba Selesaikan Masalah Bangsa


KORANBERNAS.ID -- Politeknik Pembangunan Pertanian (polbangtan) Yogyakarta Magelang (YOMA) melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) Penumbuhan dan Penguatan “Kelompok Santri Tani Mileneal” (KSTM), pada 30 dan 31 Maret 2019. Kegiatan digelar serentak di kabupaten /kota wilayah DIY.

Dr. Momon Rusmono, Kepala Badan PPSDMP membuka dan memberikan arahan pada bimtek untuk KSTM wilayah Sleman di Aula  pertemuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman. 

Hadir sebagai narasumber dan tamu undangan antara lain Direktur dan wakil Direktur Polbangtan Yoma, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Kasi Penyuluhan Dinas Pertnian Provinsi DIY, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kemenag DIY, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman. Acara diikuti sebanyak 130 santri.

Dr. Momon mengungkapkan, penumbuhan dan peningkatan kompetensi KSTM merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian mengembangkan sektor pertanian. Hal ini dimaksudkan untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. 

"Santri diharapkan tidak hanya aktif agama tapi juga mempunyai keahlian lainnya yaitu berternak ayam belajar budidaya ternak ayam melalui pendekatan kelompok," paparnya.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya para  Santri Tani Milenial ketika terjun ke masyarakat mampu memanfaatan teknologi untuk bisa mengakses dan menyampaikan kebenaran sebagai bagian dari metode dakwah, lifeskill sebagai modal usaha. 

"Sehingga santri tani pandai mengaji, pandai berdakwah dan pandai berteknologi, serta pandai menghidupi diri dan keluarganya," ujarnya.

Kementerian pertanian melihat ada potensi luar biasa bila santri dibekali ilmu pertanian, menjadi semakin handal dalam menyebarluaskan kebaikan, punya keahlian lifeskill. Dengan demikian nantinya menjadi konglomerat dari bidang pertanian sekaligus ahli dakwah yang senantiasa berdoa bagi kemakmuran bangsa Indonesia. 

Heru Saptono, S.TP., MM, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kementerian Pertanian melalui program KSTM sehingga masyarakat Kabupaten Sleman khususnya para santri menjadi lebih berdayaguna. Santri bisa mengembangkan pertanian di lokasi pondok dan bisa juga meminjam tanah kas desa. 

Dengan berpedoman “Nandur Opo Sing Dipangan, Mangan Opo Sing Ditandur”, maka kemandirian masyarakat di Kabupaten Sleman akan semakin meningkat didukung oleh sumberdaya manusia yang terlatih di bidang pertanian.

Teguh Susilo, S.Pt., M.Si, Wakil Direktur 3 menyampaikan sambutan mewakili Direktur yang turut mendampingi Kabadan BPPSDMP dalam agenda lain. 

Setiap KSTM terdiri dari 20-30 santri yang akan dibantu budidaya ayam sebanyak 500 ekor, kandang dan pakan, kemudian para santri juga dibekali ilmu serta pemasarannya. Sebagai jaminan agar pelaksanaan kegiatan dapat tercapai sesuai tujuan maka akan dilakukan pengawalan dan pendampingan oleh tim Politeknik Pembangunan Pertanian yang berkoordinasi dengan instansi teknis di wilayah DIY.(*/yve)



Minggu, 31 Mar 2019, 19:54:19 WIB Oleh : Surya Mega 462 View
Indra Uno Ajak Warga Berlomba Selesaikan Masalah Bangsa
Sabtu, 30 Mar 2019, 19:54:19 WIB Oleh : Redaktur 472 View
Kenali Hukum, Jauhi Hukuman
Sabtu, 30 Mar 2019, 19:54:19 WIB Oleh : Sari Wijaya 547 View
Jangan Rendam Tabung Bocor

Tuliskan Komentar