atas1

Rute Gerilya Jenderal Soedirman Sejauh 1.009 Kilometer

Rabu, 10 Jul 2019 | 23:44:00 WIB, Dilihat 331 Kali - Oleh Arie Giyarto

SHARE


Rute Gerilya Jenderal Soedirman Sejauh 1.009 Kilometer Peserta Diskusi Sejarah Interaktif 70 Tahun Gerilya Jenderal Soedirman, Rabu (10/7/2019), di Ndalem Mangkubumen. (istimewa)

Baca Juga : Satgas Teritorial Berangkat ke Maluku


KORANBERNAS.ID – Seorang fotografer IPPHOS (Indonesia Press Photo Service), Frans Mendoer, mengabadikan pertemuan antara Panglima Besar Jenderal Soedirman dengan Letkol Soeharto selaku utusan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Dari foto yang aslinya hitam putih kemudian diwarnai (coloring) oleh Rudi Winarso tersebut, tergambar suasana pertemuan di sebuah rumah di Dusun Kerjo Desa Genjahan Ponjong Gunungkidul 8 Juli 1949. Letkol Soeharto didampingi jurnalis Rosihan Anwar.

Itulah saat-saat bersejarah menjelang kembalinya Jenderal Soedirman dari perang gerilya. Peristiwa penting tersebut menjadi salah satu bahasan Diskusi Sejarah Interaktif 70 Tahun Gerilya Jenderal Soedirman, Rabu (10/7/2019), di Ndalem Mangkubumen Kraton Yogyakarta.

Pada diskusi kali ini, panitia mengundang sejumlah narasumber di antaranya Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Muhammad Zamroni, M Teguh Bambang Cahyadi Sudirman, Rektor Universitas Widya Mataram Prof Dr Edy Suandi Hamid M Ec, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, KPH Yudhahadiningrat, KPH Wironegoro, Syahbenol Hasibuan, Kepala Museum Sasmitaloka, Ketua Barahmus DIY, Walikota Yogyakarta.

Diundang pula Sugiyanto Harjo Semangun selaku Ketua Keluarga Ikatan Alumni Lemhanas DIY, Dr Haryadi Baskoro, Rony Arya selaku Ketua Masyarakat Cinta Sejarah DIY, Yusman (Seniman Patung), Gatot Marsono (Veteran), Krisma Eka Putra (Legislator Termuda Kota Yogyakarta), Ketua Komunitas Djogjakarta 45, Aan Ratmanto (Sejarawan Muda), Sihono (Ketua PWI DIY), Ketua Wredatama DIY. Adapun moderator Adji P Raharjo.

Ndalem Mangkubumen dipilih sebagai tempat diskusi mengingat di tempat itulah perjalanan gerilya berakhir pada 10 Juli 1949. Saat bergerilya, Jenderal Soedirman dan pasukannya melakukan perjalanan sangat jauh.

Tercatat rute gerilya Jenderal Soedirman sejauh 1.009 kilometer yang ditempuh selama 7 bulan 28 hari.

Gerilya dimulai dari titik keberangkatan di Bintaran Wetan (Sasmitaloka) pada 19 Desember 1948. Dari Yogyakarta menuju Kediri Jawa Timur lewat jalur selatan melewati, Bantul, Gunungkidul, Wonogiri, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Kediri, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ponorogo, Karanganyar, Sukoharjo, Surakarta, Klaten.

Dalam melakukan pergerakan, pasukan Soedirman kebanyakan berjalan kaki, dengan ditandu dan pada beberapa medan yang sulit Jenderal Soedirman bahkan digendong.

Pada awal keberangkatan menggunakan mobil sedan, jeep, dokar tanpa kuda (ditarik pengawal) dan dokar dengan kuda.

Melalui rilisnya ke koranbernas.id, panitia diskusi menyampaikan Panglima Besar Jenderal Soedirman merupakan pejuang kemerdekaan yang dikenal dengan strategi perang gerilya melawan penjajah Belanda.

Pahlawan nasional yang sederhana dan bersahaja ini meninggal pada usia relatif muda yakni 34 tahun, pada 29 Januari 1950 di Magelang dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki Yogyakarta. Patriotisme dan perjuangannya tetap dikenal sepanjang masa.

Jenderal Besar Soedirman lahir di Bodas Karangjati Rembang Purbalingga Jawa Tengah, 24 Januari 1916. Saat usianya 31 tahun Soedirman sudah menjadi seorang Jenderal. Meski menderita sakit paru-paru yang parah, dia tetap bergerilya melawan Belanda.

Soedirman berlatar belakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap serta giat di kepanduan Hizbul Wathan.

Ketika pendudukan Jepang, Soedirman masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor, setelah tamat pendidikan langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya.

Kemudian menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI).

Pada Desember 1945, pasukan TKR yang dipimpin Soedirman terlibat pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa. Pertempuran yang berkobar lima hari itu memaksa pasukan Inggris mundur ke Semarang.

Soedirman yang pada masa pendudukan Jepang menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Keresidenan Banyumas ini pernah mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan. (sol)



Rabu, 10 Jul 2019, 23:44:00 WIB Oleh : Redaktur 666 View
Satgas Teritorial Berangkat ke Maluku
Rabu, 10 Jul 2019, 23:44:00 WIB Oleh : Redaktur 171 View
Prajurit Itu Orang Pilihan yang Terikat Sumpah
Selasa, 09 Jul 2019, 23:44:00 WIB Oleh : Sari Wijaya 185 View
Dirjen IKM Akui Jumlah Pengusaha Muda Minim

Tuliskan Komentar