atas1

Rp 25 juta untuk Pemilik Bangunan Cagar Budaya

Sabtu, 15 Jun 2019 | 20:04:09 WIB, Dilihat 561 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Rp 25 juta untuk Pemilik Bangunan Cagar Budaya Kepala BPCB DIY Zaimul Azza memberikan kompensasi perlindungan cagar budaya, Jumat (13/6/2019). (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Dari Tukang Sapu hingga Rektor Berbaur di Kampus Ini


KORANBERNAS.ID – Sepuluh orang pemilik bangungan cagar budaya (BCB) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima dana kompensasi perawatan.

Uang senilai 25 juta rupiah itu merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap perawatan yang selama ini dilakukan terhadap kekayaan kultural bendawi (tangible) yang berusia puluhan bahkan ratusan tahun.

Kompensasi Pelindungan Cagar Budaya ini diberikan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta. Tujuannya untuk mendorong masyarakat merasa bangga dan menumbuhkan rasa memiliki yang tinggi terhadap cagar budaya, khususnya di kalangan pemilik/pengelola dan paguyuban/lembaga sehingga kelestarian cagar budaya tetap terjaga.

Pemberian Kompensasi Pelindungan Cagar Budaya ini bersamaan dengan dibukanya Festival Purbakala 2019 bertepatan dengan peringatan hari purbakala ke-106 di Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Jumat (13/6/2019) siang.

Sejak 2008 setidaknya sudah 110 pemilik maupun pengelola bangunan cagar budaya menerima kompensasi dan apresiasi,  hingga 2019.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY Zaimul Azzah menyampaikan, sebagai daerah yang kaya akan cagar budaya tangible (bendawi) maupun intangible (bukan benda), DIY perlu menjaga kelestarian cagar budaya.

Pengaturan dan pengelolaan harus menjadi tanggung jawab bersama semua pihak, sehingga mampu menjadi potensi budaya khas Yogyakarta.

"Lestarinya berbagai potensi budaya yang hingga kini tetap ada di Yogyakarta merupakan wujud nyata kontribusi berbagai pihak dalam melestarikan tinggalan budaya masa lalu," paparnya di sela-sela pembukaan Festival Purbakala 2019 di Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Jumat (13/6/2019).

Ritual budaya lantunan tembang doa berbahasa Jawa saat pembukaan Festival Purbakala 2019 di Museum Sonobudoyo Yogyakarta. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Menurut dia, cagar budaya merupakan kekayaan kultural yang mengandung nilai-nilai penting, berupa kearifan lokal. Keanekaragaman dan kearifan budaya lokal mampu mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

Zaimul Azzah mengaku senang dan bangga atas gelaran perdana Festival Purbakala 2019 yang berlangsung hingga 19 Juni mendatang.

Dengan festival ini, hari purbakala yang sejatinya sudah diperingati 106 kali ini tak hanya diketahui oleh orang, instansi atau komunitas yang berkecimpung dalam bidang kepurbakalaan. "Akan lebih banyak masyarakat yang tahu akan kepurbakalaan," tandasnya.

Sigit Sugito selaku ketua penyelenggara Festival Purbakala 2019 menambahkan, festival ini merupakan sebuah inisiasi awal yang melibatkan semua pihak, yang dikerjakan dengan semangat gotong royong dari berbagai elemen.

"Festival ini untuk merespons setiap jengkal tanah di Yogyakarta mempunyai makna dan mempunyai narasi, hal ini tentu memiliki arti merupakan sebuah warisan yang luar biasa untuk dijadikan potensi yang dapat kita kembangkan selanjutnya," kata Sigit.

Festival purbakala sangat spesifik, karena peninggalan-peninggalan ini tidak ada di luar. “Itu karena potensi purbakala di Jogja lebih dari 50 persen tingkat nasional. Artinya, jika di  Nusantara itu ada 1.000 situs atau cagar budaya, maka lebih dari 500 nya ada di Jogja," paparnya.

Gelaran festival purbakala sangat spesifik ini sangat mungkin diteruskan menjadi festival purbakala secara nasional, bahkan berskala internasional. (sol)



Sabtu, 15 Jun 2019, 20:04:09 WIB Oleh : Sari Wijaya 551 View
Dari Tukang Sapu hingga Rektor Berbaur di Kampus Ini
Sabtu, 15 Jun 2019, 20:04:09 WIB Oleh : Redaktur 418 View
Penting Kenapa Lemak Opor Perlu Dibakar
Jumat, 14 Jun 2019, 20:04:09 WIB Oleh : Arie Giyarto 4873 View
Setengah Mati Bertarung Melawan Dinginnya Dieng

Tuliskan Komentar