atas1

ReBorneo, Konsep Baru JCM dalam Jogja Fashion Rendezvous

Kamis, 23 Jan 2020 | 16:00:03 WIB, Dilihat 296 Kali
Penulis : Muhammad Zukhronnee Ms
Redaktur

SHARE


ReBorneo, Konsep Baru JCM dalam Jogja Fashion Rendezvous Cuplikan tarian Kalimantan dalam launching Jogja Fashion Rendesvous, Rabu (22/1/2020). (Muhammad Zukhronnee MS/koranbernas.id)

Baca Juga : Dari Lendah, Perguruan Tinggi Rintis Industri Batik Sehat


KORANBERNAS.ID, JOGJA--Menyemarakkan ulang tahun ke-6, Jogja City Mall mengadakan Jogja Fashion Rendezvous dengan tema “ReBorneo-The Hidden Paradise”. Pagelaran fashion ini berlangsung pada 14 Juni 2020 di Atrium Jogja City Mall (JCM).

Jogja Fashion Rendezvous (JFR) merupakan event peragaan busana persembahan Jogja City Mall (JCM) sejak 2016 silam. Perhelatan ini rutin mempertemukan perancang busana dari berbagai daerah, guna bersama-sama melakukan peragaan busana yang orisinil rancangan masing-masing desainer.

Kali ini, JFR akan mengangkat kekayaan alam dan budaya khas Kalimantan, yang diimplementasikan tidak hanya dalam konsep peragaan busana, melainkan juga melalui dekorasi mall.

Atrium Jogja City Mall akan disulap menjadi runway peragaan busana sepanjang 30 meter, dengan dekorasi pepohonan khas hutan hujan tropis di Kalimantan.

Menggandeng koreografer dan creative director fashion Ananta Kanapi, Jogja Fashion Rendezvous 2020 akan menampilkan rancangan fashion para designer kenamaan Indonesia yang mengangkat tema kekayaan alam dan budaya khas Kalimantan.

General Manager JCM, Fery Gunardi menjelaskan, ReBorneo menjadi gebrakan baru trend fashion yang disuguhkan oleh JCM. Yaitu mengangkat kekayaan alam Nusantara, di saat banyak helatan serupa yang justru berkiblat ke Barat.

ReBorneo sendiri memiliki arti terlahir kembali dan mengawali sesuatu yang baru.

“Selain itu JCM ingin mengangkat isu mengenai kelangsungan alam dan hutan di Kalimantan, agar masyarakat lebih peduli lagi dan mendukung campaign go green yang marak disuarakan seiring rencana perpindahan ibu kota,” paparnya.

Ananta Kanapi menambahkan, konsep yang akan diusung JFR kali ini tidak muluk-muluk. Ia ingin lebih menapak bumi, yaitu mengangkat Nusantara sebagai bumi yang ia pijak. Tidak ke barat-baratan, tidak terlalu ke Eropa, Amerika dan lain sebagainya.

“Kita lihat bahwa Indonesia ini banyak sekali hal yang harus kita tampilkan di dunia tentang keindahan-keindahannya. Dunia selama ini lebih mengenal Bali ketimbang Indonesia. Padahal di seluruh bagian Indonesia inilah paradise itu," imbuhnya.

Pada 2020 ini JCM resmi mengantongi paten atas Gelaran Jogja Fashion Rendezvous. Selain itu, JFR kini menjadi konsep baru untuk mengajak masyarakat untuk lebih mencintai budaya juga menjaga alam Kalimantan. (SM)



Kamis, 23 Jan 2020, 16:00:03 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 146 View
Dari Lendah, Perguruan Tinggi Rintis Industri Batik Sehat
Kamis, 23 Jan 2020, 16:00:03 WIB Oleh : Endri Yarsana 108 View
Pemerintah Minta Ormas Bersinergi
Kamis, 23 Jan 2020, 16:00:03 WIB Oleh : W Asmani 754 View
Maha Menteri Keraton Agung Sejagad Akhirnya Menyesal

Tuliskan Komentar