atas

Raih ISO 9001, UMY Bongkar Tradisi Manajemen PT

Senin, 04 Feb 2019 | 23:26:59 WIB, Dilihat 95 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Raih ISO 9001, UMY Bongkar Tradisi Manajemen PT Rektor UMY, Dr.Ir. Gunawan Budiyanto, M.P m menerima menerima sertifikasi yang didapatkan oleh UMY diberikan oleh PT TUV Rheinland Indonesia (TRID) di kampus setempat, Senin (4/2/2019). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Berujung Damai, Kasus Hukum Agni Tak Dilanjutkan


KORANBERNAS.ID -- Setiap perguruan tinggi yang beroperasi di wilayah Republik Indonesia saat ini wajib menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dengan rujukan Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permen Ristek dan Dikti) Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Di lain pihak, Sistem Manajemen Mutu (SMM) berbasis persyaratan ISO 9001 secara umum lebih menekankan keterkaitan antar unsur (proses) daripada unsur-unsurnya (proses-prosesnya) sendiri. Meskipun proses-proses yang saling terkait dalam SMM itu distandarkan juga.

Atas dasar alasan kelebihan dan kekurangan keduanya, integrasi SMM berbasis ISO 9001 dan SPMI berbasis Permen Ristek Dikti No. 44/2015 sangat menjanjikan bagi kesempurnaan penjaminan mutu di perguruan tinggi.

Dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, SMM berbasis ISO 9001:2015 dan SPMI berbasis Permen Ristek Dikti No. 44/2015 saling melengkapi sehingga integrasi keduanya betul-betul menjanjikan manfaat yang besar bagi perguruan tinggi.

Sebagai sebuah perguruan tinggi yang unggul, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berusaha memenuhi kebutuhan tersebut, salah satunya adalah dengan meraih sertifikasi ISO 9001: 2015. Melalui sertifikasi tersebut, UMY dapat memastikan manajemen yang dimiliki sudah dapat menghasilkan penerapan catur dharma yang sesuai dengan visi misi UMY. Untuk itu perlu dilakukan penjagaan dan peningkatan terhadap pengelolaan kerja organisasi agar kinerjanya selalu baik.

Sertifikasi yang didapatkan oleh UMY diberikan oleh PT TUV Rheinland Indonesia (TRID), dan diterima oleh Rektor UMY, Dr.Ir. Gunawan Budiyanto, M.P. didampingi Wakil Ketua Badan Pembina Harian UMY Dr. H. Agung Danarto, M.Ag di kampus setempat, Senin (4/2/2019).

Gunawan menyampaikan bahwa sertifikasi tersebut akan berguna untuk memastikan UMY berada dalam jalur yang benar dalam pelaksanaan kegiatannya.

"Kita ingin right on track dalam bekerja, artinya kita benar melakukan yang dilaporkan dan melaporkan yang dilakukan. dengan sistem manajemen yang dimiliki UMY kini rencana kerja yang dirumuskan bukan hanya sekedar daftar keinginan dari perorangan, tapi merupakan hasil dari pengkajian kebutuhan dan target UMY sebagai perguruan tinggi. karena yang kita butuhkan adalah kualitas dan bukan sekedar banyak kegiatan yang dilaksanakan," ujarnya.

Gunawan menyebutkan melalui sistem manajemen yang kini sudah tersertifikasi UMY sudah berhasil merombak kultur kerja yang sudah menjadi tradisi. Pada beberapa perguruan tinggi, rektor merupakan penguasa umum atas seluruh dana yang dimiliki oleh perguruan tersebut. Padahal hal ini bisa menjadi celah untuk memenuhi kebutuhan pribadi yang tidak ada manfaatnya untuk pengembangan kampus.

"Melalui manajemen yang kita miliki saat ini, yang menentukan alokasi dana adalah sistem itu sendiri sehingga kita bisa memastikan bahwa seluruh uang yang kita berikan untuk suatu kegiatan membawa manfaat bagi pemenuhan target yang dibutuhkan UMY," jelasnya.

Sapto Hariyono, selaku perwakilan dari TRID menyampaikan bahwa usaha UMY dalam merumuskan sistem manajemen sesuai dengan standar sertifikasi yang diberikan.

"Manajemen ini sangat penting bagi organisasi, karena sistem manajemen yang baik adalah ibarat darah yang menjadi motor penggeraknya. Melalui sertifikasi ini harapan saya adalah UMY mampu memberikan pendidikan dan menyiapkan serta menghasilkan lulusan yang dapat membangun Indonesia," paparnya.

"Terlebih dengan globalisasi yang membuka pintu bagi pekerja asing untuk masuk ke negara ini, saya berharap agar generasi muda kitalah yang akan banyak menjadi penggeraknya," pungkas Sapto.(yve)



Senin, 04 Feb 2019, 23:26:59 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 289 View
Berujung Damai, Kasus Hukum Agni Tak Dilanjutkan
Senin, 04 Feb 2019, 23:26:59 WIB Oleh : Nila Jalasutra 169 View
Gizi Balita Harus Terpenuhi Utuh
Senin, 04 Feb 2019, 23:26:59 WIB Oleh : Nila Jalasutra 193 View
Perokok Pemula Makin Banyak, Ini Sebabnya

Tuliskan Komentar