atas

Puluhan Hektar Tanaman Padi Kebanjiran

Senin, 18 Mar 2019 | 20:21:42 WIB, Dilihat 154 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Puluhan Hektar Tanaman Padi Kebanjiran Petani sedang berusaha menyelamatkan tanaman padi mereka di area persawahan depan Balai Desa Tirtomarto Cawas Klaten tengah.(masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Dampak Banjir, Bantul Tanggap Darurat Seminggu


KORANBERNAS.ID--Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Klaten pada Sabtu dan Minggu (16-173/2019) sore mengakibatkan puluhan hektar tanaman padi di sejumlah wilayah terendam air. Untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan tanaman, petani ada yang memanen lebih awal dan ada juga yang menunggu hingga saatnya dipanen.

Di Desa Tirtomarto Kecamatan Cawas misalnya, diperoleh informasi sekitar 20 hektar tanaman padi berumur 45 hari hingga 60 hari tergenang air. Namun siang harinya genangan air surut dengan sendirinya.

Selain menggenangi tanaman padi yang belum saatnya dipanen, banyak juga pohon padi yang roboh. Melihat hal itu para petani berusaha menyelamatkannya agar tidak sampai rusak.

Upaya penyelanatan tanaman padi yang roboh itu dilakukan dengan menegakkannya dan diikatkan dengan tanaman yang masih berdiri tegak. Sebab jika itu tidak dilakukan maka tanaman padi yang roboh bisa busuk dan gagal panen.

“Tergenangnya hanya semalam. Luasnya sekitar 20 hektar. Penyebabnya debit air di Kalikebo Trucuk meluap saat hujan," kata Sudar, petugas penyuluh pertanian swadaya Desa Tirtomarto, Senin (18/3/2019).

Selain meluapnya debit air Kalikebo Kecamatan Trucuk banjir juga dikarenakan jebolnya talud di Dukuh Tegal Kalesan Desa Gombang Cawas pada tanggal 6 Maret lalu. Akibat jebolnya talud tersebut luapan air dari Kali Gombang menggenangi sawah dan pekarangan rumah warga.

Hingga Senin menjelang siang masih ada genangan air di sawah namun ketinggiannya sudah tidak lagi setinggi kemarin. Khususnya di Dukuh Jetis,Tegal Bibis, Gunden yang ketinggian airnya sudah mulai surut

Sudar menambahkan selama ini petani di Desa Tirtomarto, Bogor, Japanan dan Tlingsing memanfaatkan aliran Kalikebo Trucuk untuk keperluan irigasi.

Ny Hadi Tugiman, warga Dukuh Tegal Kalesan RW XI Desa Gombang Cawas menjelaskan saat hujan deras turun genangan air cukup tinggi dan tanaman padi yang sudah berbuah tidak kelihatan. Namun siang harinya genangan air surut dengan sendirinya.

Bahkan ada tetangganya yang sudah menebaskan padinya di sawah kepada pembeli tiba-tiba menolak membeli setelah melihat tanaman padinya tergenang air.

Data di Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Klaten menyebutkan kerusakan tanggul surgai akibat banjir beberapa hari lalu yakni sungai Slegrengan Desa Kragilan Kecamatan Gantiwarno, sungai Birin Desa Melikan Kecamatan Wedi, sungai Gamping Desa Karangasem Kecamatan Cawas dan Sungai Dengkeng Kecamatan Cawas.

Kerusakan tanggul itu telah dilaporkan ke Balai Besar Bengawan Solo dan sudah dilakukan perbaikan oleh Balai Besar Bengawan Solo dengan mengerahkan alat berat excavator (backhoe). (SM)



Senin, 18 Mar 2019, 20:21:42 WIB Oleh : Sari Wijaya 415 View
Dampak Banjir, Bantul Tanggap Darurat Seminggu
Senin, 18 Mar 2019, 20:21:42 WIB Oleh : Nila Jalasutra 134 View
Bupati Ajak Perangi Racun Demokrasi
Senin, 18 Mar 2019, 20:21:42 WIB Oleh : Nanang WH 2271 View
Pertama Kali, Warga Lihat TNI Tembakkan Roket dari Dekat

Tuliskan Komentar