atas

Properti Mewah Diduga Dijual Tanpa Izin Lengkap

Rabu, 26 Des 2018 | 20:19:31 WIB, Dilihat 579 Kali - Oleh Rosihan Anwar

SHARE


Properti Mewah Diduga Dijual Tanpa Izin Lengkap Seorang warga Kota Bandung, Jawa Barat, yang hendak membeli properti di Kabupaten Sleman, mendapati penawaran unit rumah mewah dijual belum disertai dengan izin-izin yang lengkap.

Baca Juga : Pengadaan Tanah JLSS Terancam Gagal


KORANBERNAS.ID – Kasus jual beli properti seperti rumah tinggal, apartemen, kondominium dan lainnya kerap menimbulkan persoalan yang merugikan konsumen ataupun calon pembeli. Jika tidak hati-hati saat membeli, masyarakat bisa menjadi korban dari bisnis properti yang tak jelas.

Ini dibuktikan dengan pengakuan Ricky, 43 tahun, warga Kota Bandung, yang merasa janggal dengan penawaran rumah mewah dari pengembang PT Bhumi Merapi Eratama. Berbicara kepada media, Selasa (25/12/2018) siang, Erik sempat mengetahui ada penawaran properti mewah seharga Rp 7 miliar lebih bernama Permata Merapi.

“Saya sebenarnya ingin investasi dengan teman-teman, karena kita sering ada pekerjaan di sini. Tapi, saat kita cari-cari informasi, ini kok perumahan tidak ada izin,” ujarnya tentang perumahan baru yang didirikan di Jalan Kapten Haryadi, Desa Sinduharjo Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman.

Pria yang berbisnis properti itu tertarik membeli sebuah properti mewah yang lokasinya berada di kawasan perumahan Pesona Merapi yang telah dikembangkan sejak lama. Namun sayangnya, setelah dicek, perumahan Permata Merapi ternyata tak mengantongi izin dari instansi yang berwenang.

“Tawaran (pengembang) memang tidak ke saya langsung, tapi ke teman saya. Kami mengecek, kok belum ada izin-izinnya. Kalau kami di Bandung, yang pertama ditanya ke pengembang adalah soal izin. Kalau seperti ini merugikan masyarakat,” tutur Ricky.

Anehnya, dalam site plan yang ditawarkan PT Bhumi Merapi Eratama, ada 11 kavling atau lahan siap bangun yang akan dijual. Namun, pada site plan yang berbeda, kavling tersebut membengkak menjadi 21 unit.

“Kalau tidak salah, luas lahan sekitar 300 meter per segi, kemudian tiga lantai dan ada beberapa kamar. Sayangnya, izin perumahan tersebut belum ada,” terangnya.

Ricky juga mengaku telah menyambangi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (DPMPPT) Kabupaten Sleman untuk mengecek kebenaran soal perizinan perumahan mewah Permata Merapi yang kini sedang dibangun. Hasilnya pun, pihak DPMPPT juga membenarkan belum ada izin yang diberikan.

“Saya sudah ketemu langsung Pak Riyanto (Kabid Perizinan dan Pemanfaatan Ruang) di kantor (DPMPPT). Beliau bilang memang belum ada izin. Saya heran masak belum izin sudah berani membangun,” paparnya.

Eddy Purnomo selaku Manajer Pemasaran PT Bhumi Merapi Eratama membantah jika properti yang ditawarkan ke publik tak berizin. Dirinya menyebutkan, perusahaannya telah berpengalaman dalam membangun properti di DIY.

“Yang betul kami sedang dalam proses pengurusan izin-izinnya,” kata Eddy singkat ketika dihubungi, Rabu (26/12/2018). (yve)

 


Rabu, 26 Des 2018, 20:19:31 WIB Oleh : Nanang WH 562 View
Pengadaan Tanah JLSS Terancam Gagal
Rabu, 26 Des 2018, 20:19:31 WIB Oleh : Surya Mega 391 View
Jauh dari Bekasi, WCI Usung Semangat Perdamaian di Jogja
Rabu, 26 Des 2018, 20:19:31 WIB Oleh : Sari Wijaya 1978 View
Tentara Langit Familia Bantah Merusak Rumah Warga

Tuliskan Komentar