atas1

Program S3 Jangan Hanya di Awang-awang

Sabtu, 26 Jan 2019 | 17:49:15 WIB, Dilihat 974 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Program S3 Jangan Hanya di Awang-awang Prof Dr Bambang Mardiasmo MBA Akt saat menjadi narasumber seminar sekaligus Launching Program Studi Doktor Manajemen Program Pascasarjana UMY, Sabtu (26/1/2019). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Bantul Jadi Malioboro Kedua


KORANBERNAS.ID – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Prof Dr Mardiasmo MBA Akt menyatakan pentingnya hasil-hasil penelitian program doktor atau S3 tidak berada di awang-awang namun bisa diterapkan di masyarakat.

“Jika S3 Manajemen tidak mengetahui kondisi riil Indonesia, nanti S3-nya di awang-awang. S3 itu tidak main-main. Saya pernah ambil S3 mau semaput,” ujarnya saat menjadi pembicara Seminar Nasional Dalam Rangka Launching Program Studi Doktor Manajemen Program Pascasarjana UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Sabtu (26/1/2019), di Ruang Sidang KH AR Fachrudin B Lantai 5 kampus setempat.

Menurut dia, apabila S3 menyasar yang jelita saja maka yang jelata gigit jari. “Itu kalau bisa didigit karena jarinya sudah habis,” katanya bercanda.

Dia ingin program doktor jangan hanya fokus pasar modal saja tetapi perlu mengangkat sektor riil seperti Pasar Beringharjo Yogyakarta atau Pasar Klewer Surakarta.

Ini karena jumlah pengusaha besar di Indonesia hanya 0,1 persen. Selebihnya 60 persen penduduk Indonesia bergerak di bidang usaha mikro dan ultra-mikro.

“Saya berharap S3 UMY ini berbeda dengan S3 di mana saja. S3 yang membumi dan memikirkan rakyat. Lulusan Program Doktor Manajemen UMY harus berbeda dan punya ciri khas. S3 tidak cukup hanya substansi tetapi esensinya apa?” kata Prof Mardiasmo.

Di hadapan Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP beserta jajarannya, lebih lanjut Mardiasmo memaparkan Muhammadiyah merupakan bagian penting dari perjuangan bangsa dan terbukti sudah memberikan kontribusi nyata melahirkan putra putri terbaik di masyarakat.

Dia mengakui, meski kondisi Indonesia sekarang sudah baik akan tetapi tidak begitu nendang. Ibarat dokter, belum bisa memberi resep yang pas. Di sinilah pentingnya Program Doktor Manajemen UMY melihat kondisi riil masyarakat serta potensi  Indonesia sebagai negara besar, dengan bentang luas wilayahnya sama dengan jarak antara London dan Ankara.

Selain itu, juga perlu melihat masalah-masalah kemiskinan. Misalnya, mengangkat anomali Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Yogyakarta yang cukup bagus tetapi ketimpangannya paling jelek se-Indonesia, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.

Prof Mardiasmo yakin UMY dengan ruh Muhammadiyah merupakan tempatnya grassroot. Bahkan secara pribadi dirinya ingin menjadi salah seorang penguji. “Saya ingin jadi penguji, walau dibayar dengan kertas koran,” kelakarnya.

Kepala Program Studi S3 Manajemen UMY, Prof Dr Siswoyo Haryono MM MPd menyampaikan,  mahasiswa S3 Manajemen UMY memiliki tantangan, yakni harus mengandalkan kualitas output berupa penelitian yang bersifat pembaruan.

“Tuntutan era milenial itu tidak bisa dihindarkan, jadi siapa pun mereka harus bisa menghadapi tantangan tersebut, dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan untuk bisa dikatakan sebagai manusia milienial dan tetap Islami,” ungkapnya.

Artinya, di era revolusi industri 4.0 yang sangat disruptif, Doktor S3 Manajemen UMY harus memiliki kesadaran lebih di bidang dakwah Kemuhammadiyahan dan Islam, agar menjawab tantangan zaman yang sangat kompetitif.

“Di era sekarang, faktor humanistik seakan-akan terdegradasi oleh perkembangan zaman. Jadi harapannya doktor dari S3 Manajemen itu Islami dan berpengaruh di masyarakat, melalui penelitian-penelitian dan ide-ide baru yang mereka kembangkan,” kata Siswoyo Haryono.

Penelitian atau disertai S3 Manajemen UMY fokus pada sumber daya manusia (SDM), keuangan dan marketing. Untuk mendapatkan lulusan berkualitas, penelitian yang dihasilkan harus dipublikasikan di jurnal yang bereputasi internasional.

“Penelitian yang memang fenomenal di masyarakat atau novelty pembaruan-pembaruan tema penelitian memang dibutuhkan untuk menjawab kepentingan masyarakat. Penelitian yang mereka kembangkan harus masuk reputasi internasional sebagai syarat mutlak kelulusan,” jelasnya.

S3 Manajemen menjadi program doktor ketiga di UMY. Sebelumnya ada Politik Islam dan Psikologi Pendidikan Islam. S3 Manajemen sudah memiliki konsep agar penelitian yang dilakukan memiliki kualitas dan bobot.

Selain Prof Dr Siswoyo Haryono MM MPd, dosen pembimbing S3 Manajemen UMY adalah Prof Dr Heru Kurnianto Tjahjono, Dr Nano Prawoto SE MSi, Dr Suryo Pratolo SE Akt MSi, Dr Indah Fatmawati SE MSi, Dr Bambang Jatmiko MSI Akt, Rizal Yahya SE MSc M Si Ph D Ak CA, Dr Firman Pribadi MSi, Retno Widowati PA MSi Ph D serta Dr Nuryakin SE MM. (sol)



Jumat, 25 Jan 2019, 17:49:15 WIB Oleh : Sari Wijaya 412 View
Bantul Jadi Malioboro Kedua
Jumat, 25 Jan 2019, 17:49:15 WIB Oleh : Masal Gurusinga 551 View
Sewa Kios Pasar Klaten Diperbarui
Jumat, 25 Jan 2019, 17:49:15 WIB Oleh : Sholihul Hadi 374 View
Tersisa 2.263 Orang Belum Rekam e-KTP

Tuliskan Komentar