atas1

Prof Suharjo : Tidak Bisa Menghindari Katarak

Minggu, 07 Apr 2019 | 19:59:42 WIB, Dilihat 471 Kali - Oleh Surya Mega

SHARE


Prof Suharjo : Tidak Bisa Menghindari Katarak Iran Hidayat menyerahkan bingkisan kepada sejumlah penderita katarak yang mengikuti operasi katarak gratis, Minggu (7/4/2019). (istimewa)

Baca Juga : Dunia Usaha dan Kampus Harus Sinergi


KORANBERNAS.ID—Gangguan pada mata berupa katarak, tidak bisa dihindari. Seiring bertambahnya usia, katarak dipastikan akan muncul dan mengganggu penglihatan. Untuk mengatasinya, maka tidak ada cara lain kecuali operasi.

Ketua Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI) DIY, Prof Dr Suhardjo mengatakan, kasus penyakit katarak di Indonesia semakin tahun terus bertambah. Hal itu lantaran angka harapan hidup orang Indonesia juga semakin meningkat.

“Jadi tidak mungkin menurun. Kalau bertambah, pasti. Sebab masyarakat Indonesia sekarang semakin panjang umurnya,” kata Suhardjo, dalam acara Operasi Katarak Gratis kerjasama Kuku Bima Energi, Widjanarko Center, RS Puri Husada dan Perdami Jogja, Minggu (7/4/2019).

Bahkan menurut Prof Suhardjo, belakangan mula terjadi pergeseran masa atau usia masyarakat yang mulai mengalami gangguan penglihatan karena katarak. Kalau dulu yang dioperasi katarak adalah mereka yang betul-betul orang buta (lansia), saat ini yang dioperasi usianya masih produktif.

Hal ini tidak lepas dari semakin terbangunnya kesadaran masyarakat untuk sejak dini menangani kasus-kasus katarak.

“Semakin cepat ditangani semakin baik. Apalagi kalau masih usia produktif. Kan saying kalau sebagai tulang punggung keluarga mereka tidak bisa beraktivitas dengan baik lantaran penglihatannya terganggu,” katanya.

Irwan Hidayat berbincang dengan salah satu penderita katarak. (istimewa)

Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat mengakui, tahun 2011 ketika pihaknya meluncurkan program operasi katarak gratis, cukup sulit mendapatkan pasien yang mau dioperasi. Bukan karena penderita kataraknya tidak ada, tapi karena rata-rata masih takut dengan operasi.

Namun seiring berjalannya waktu, kesadaran masyarakat untuk segera berobat semakin meningkat. Sehingga hingga saat ini, PT Sido Muncul setidaknya sudah membantu operasi sekitar 52 ribu mata yang mengalami katarak, dengan melibatkan 238 rumah sakit di seluruh pelosok Indonesia.

Diawal program ini digulirkan tahun 2011 lalu, angka penderita katarak mencapai sekitar 2,4 juta dengan penambahan setiap tahun sekitar satu persen atau 240.000.

Tahun ini, Sido Muncul menargetkan operasi katarak setidaknya bagi 12.000 mata di sejumlah rumah sakit di Indonesia.

“Memenuhi target tersebut tidak mudah. Selain rumah sakit dan Perdami terbatas, mencari pasien juga tidak mudah. Apalagi saat ini operasi ditanggung BPJS Kesehatan,” katanya.

DIkatakan Suhardjo, saat ini teknologi operasi katarak terus berkembang. Selain tidak sakit dan bisa tanpa jahitan, waktu yang dibutuhkan untuk operasi katarak tidak lama.

Dalam kegiatan operasi gratis di Pura Huasada, tercatat ada 65 pasien dari 200 orang yang discreening.

“Operasi katarak dilakukan untuk membantu pasien agar bisa melihat kembali. Normalnya, biaya operasi 6 juta, tetapi kami lakukan secara gratis,” katanya.(SM)



Minggu, 07 Apr 2019, 19:59:42 WIB Oleh : Redaktur 534 View
Dunia Usaha dan Kampus Harus Sinergi
Minggu, 07 Apr 2019, 19:59:42 WIB Oleh : Nila Jalasutra 438 View
Dua Persen Penduduk DIY Derita Katarak
Minggu, 07 Apr 2019, 19:59:42 WIB Oleh : Nila Jalasutra 401 View
Tinggal Tersisa Waktu Sepuluh Hari Lagi

Tuliskan Komentar