atas

Pria Justru Rentan Terkena Kanker Kulit

Rabu, 16 Jan 2019 | 00:32:05 WIB, Dilihat 360 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Pria Justru Rentan Terkena Kanker Kulit dr Gadis Frinawati MPH saat memberikan penjelasan kepada salah satu pasiennya di ruang perawatan Sabrina Beauty Care, Ringroad Utara, Yogyakarta, Senin (14/1/2019). (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Mahasiswa Polbangtan Yoma Blusukan ke Lahan Kedelai


KORANBERNAS.ID -- Tak disangka ternyata kematian pada kaum Adam akibat kanker kulit lebih tinggi ketimbang pada perempuan. Hal ini ditengarai karena pria lebih tidak peduli menjaga kulit daripada perempuan. Kebanyakan lelaki menganggap dirinya kuat sehingga merasa kuat meski sering terpapar sinar matahari.

Lebih dari 90 persen kasus kanker kulit atau melanoma disebabkan oleh kerusakan sel kulit yang dipicu oleh paparan sinar ultraviolet (UV) dari sinar matahari atau sumber radiasi ultraviolet lainnya, seperti tanning bed atau alat yang menjadikan kulit menjadi kecokelatan.

Hasil temuan yang dipresentasikan pada Konferensi Riset Kanker Nasional 2018 di Inggris ini menunjukkan bahwa delapan dari 18 negara yang diteliti, tingkat kematian lelaki akibat kanker kulit meningkat 50 persen selama tiga dekade terakhir.

Peningkatan sebanyak dua kali lipat terjadi di Irlandia dan Kroasia, kemudian lonjakan tajam lain sebanyak 70 persen ada di Spanyol dan Inggris, Belanda 60 persen, serta Prancis dan Belgia sebanyak 50 persen.

Sebaliknya, angka kematian perempuan akibat kanker kulit menurun selama periode yang sama, beberapa di antaranya adalah Austria (9 persen), Republik Ceko (16 persen), dan Israel (23 persen).

Pakar Kecantikan dr Gadis Frinawati MPH memaparkan “Biasanya laki-laki memang memiliki kebiasaan tidak terlalu peduli dengan perawatan kulitnya, entah merasa malu atau merasa ribet, sehingga seringkali kaum laki-laki abai pada beberapa kondisi yang memicu kanker kulit,” paparnya saat ditemui di tempat prakteknya, Senin (14/1/2019).

"Jangankan memakai pelembab atau sunblock, memakai jaket atau sarung tangan aja kadang gak mau," imbuh Gadis.

Dokter kecantikan yang membuka praktek di ringroad utara menambahkan, bahwa untuk menghindari kanker kulit yang sekarang sedang nge-hits ini kita hanya perlu memiliki asupan gizi yang bagus. Dengan demikian otomatis kita mempunyai kulit yang bagus pula, kulit yang bagus tentunya jika terkena penyakit kulit akan mudah untuk menyembuhkan diri. Jadi tidak memerlukan obat yang berat, terangnya.

Sebaliknya jika kurang asupan gizi yang bagus, ciri-cirinya sangat mudah dilihat. Kulit akan terlihat tidak lembab, kering, mudah terkena penyakit kulit, misal gatal-gatal. Karena imun tubuh menurun, maka sekali iritasi atau luka sedikit saja akan lama sembuhnya. Itu karena tubuh kita sudah tidak memiliki perisai yang bagus.

"Jadi, jika kita sudah menjaga asupan gizi yang baik maka untuk melakukan treatment terhadap kulit dan tubuh tidak ribet dan semahal yang kita bayangkan," terangnya.

Untuk memenuhi nutrisi-nutrisi tubuh kita harus cukup vitamin A, B, C, D, E dan K. Sementara vitamin yang paling penting untuk kulit itu adalah vitamin E.

Gadis menambahkan, bahwa untuk mendapatkan vitamin-vitamin tersebut sebaiknya dengan cara alami misalnya minum perasan air jeruk 2 kali sehari. Meskipun sebenarnya yang natural-natural itu lamban hasilnya, tetapi tetap akan lebih baik.

Meski sekarang semua vitamin itu bisa didapatkan dalam bentuk ekstrak dan konsentrat. Akan tetapi proses pembuatannya yang mengalami proses kimiawi tentunya tidak lebih baik daripada cara-cara yang natural. (yve)



Selasa, 15 Jan 2019, 00:32:05 WIB Oleh : Redaktur 190 View
Mahasiswa Polbangtan Yoma Blusukan ke Lahan Kedelai
Selasa, 15 Jan 2019, 00:32:05 WIB Oleh : Redaktur 230 View
Mahasiswa Polbangtan Belajar jadi Dokter Tanaman
Selasa, 15 Jan 2019, 00:32:05 WIB Oleh : Nila Jalasutra 177 View
Kesiapan Gapoktan Jadi Produsen Beras

Tuliskan Komentar