atas1

Pramuka dan Karakter Bangsa

Rabu, 24 Okt 2018 | 17:07:52 WIB, Dilihat 1600 Kali - Oleh Yudi Heriana Tantri, M.Pd

SHARE


Pramuka dan Karakter Bangsa Yudi Heriana Tantri

Baca Juga : Lebaran


GERAKAN Pramuka atau Scout Government didirikan oleh Robert Baden Powell (Robert Stephenson Smyth Baden-Powell), seorang pensiunan tentara Inggris pada tahun 1907. Saat ini terdapat lebih dari 38 juta anggota Pramuka di 217 negara dan teritori. Hari Pramuka diperingati setiap 14 Agustus. Berkaitan dengan hari Pramuka tersebut, mari kita bangun karakter bangsa yang sudah mulai memudar ini dengan Gerakan Pramuka.

Sungguh ironis memang dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, namun di sisi lain nilai karakter bangsa semakin memudar seiring mudahnya mendapatkan informasi melalui alat teknologi internet. Bangsa Indonesia dulu dikenal sebagai bangsa yang besar, bangsa yang berbudaya, bangsa yang lemah lembut, sopan santun, agamis, toleransi, pemaaf, cinta damai, dan perilaku lainnya yang terpuji. Tetapi saat ini, karakter bangsa telah hilang, jati diri bangsa pun saat ini sedang sakit kronis.

Hampir setiap hari melalui media massa maupun media  elektronik (TV) selalu disuguhkan peristiwa yang mengerikan, radikalisme, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, konflik antar-kelompok, perkelahian antar-suku, tawuran pelajar/mahasiswa, dan penyalahgunaan obat terlarang “narkoba”. Semangat musyawarah, kekeluargaan, gotong royong, kesetiakawanan, kebersamaan sudah semakin menipis. Budaya tertib, patuh, disiplin, rasa malu juga sudah luntur.

Untuk membangun karakter bangsa yang telah hilang, mari kembali menilik pada Undang-undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Peranan Gerakan Pramuka dalam pendidikan karakter bangsa menjadi sangat besar. Disebutkan di dalam konsideran, “…bahwa Gerakan Pramuka selaku penyelenggara pendidikan kepramukaan mempunyai peran besar dalam pembentukan kepribadian generasi muda sehingga memiliki pengendalian diri dan kecakapan hidup untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global”

Membentuk karakter bangsa di tengah-tengah negara yang sangat terpuruk dengan Pramuka saat ini sangat pas karena di dalam Pramuka  ditanamkan nilai-nilai Pancasila. Dampak positif dari pengamalan Pancasila adalah:  saling menghormati, saling menghargai dan saling toleransi; Rasa kebersamaan, tolong menolong, dan gotong royong; Rasa persatuan dan kesatuan sebagai suatu bangsa; Rasa peduli dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara demi terciptanya kerukunan dan ketentraman dalam bermasyarakat; Adanya moral, akhlak yang dilandasi oleh nilai-nilai agama; Tidak membeda-bedakan suku, agama, dan ras; Adanya kelakuan dan tingkah laku yang senantiasa menggambarkan nilai-nilai agama, nilai-nilai hukum dan nilai-nilai budaya; Sikap dan perilaku yang menggambarkan nilai-nilai kebangsaan dan kearifan lokal; Membiasakan muyawarah untuk mencapai kata mufakat; serta tenggang rasa.

Setiap anggota Pramuka dituntut memegang teguh kode kehormatan Pramuka berupa janji dan komitmen serta ketentuan moral Pramuka. Ada pun janji itu dirumuskan dalam “satya” dan ketentuan moral itu dirumuskan dalam “darma”. 

Peran Gerakan Pramuka dalam membangun karakter bangsa
tidak dapat dipungkiri bahwa hingga saat ini, satu-satunya organisasi yang mampu menanamkan semangat nasionalisme, patriotisme yang berlandaskan Pancasila sejak masa kanak-kanak sampai dewasa, hanyalah Gerakan Pramuka. Sebagaimana yang tercermin dalam rumusan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka. Dengan Pramuka akan tumbuh nilai religiusitas, moralitas, emosionalitas, leadership, ketangguhan, solidaritas, sampai keluhuran budi pekerti. Nilai-nilai Pancasila yang selama ini dijadikan landasan bersikap dan bertindak bagi angota Pramuka, telah diyakini kebenarannya oleh bangsa Indonesia dari zaman orde lama sampai orde reformasi. 

Gerakan Pramuka akan membentuk karakter anak menjadi pribadi yang disiplin dalam segala bidang. Dalam kegiatan ini mental dan fisik anak benar-benar disiapkan. Dengan bekal mental dan fisik yang kuat mereka mampu memfilter mana yang baik untuk mereka dan mana yang dapat menyelamatkan dirinya.  

Untuk menjaga harkat dan martabat bangsa dan negara mari satukan tekad dan semangat untuk bersama-sama menggempur musuh-musuh yang akan menghancurkan karakter bangsa Indonesia. Kita cari karakter bangsa yang hilang, dengan gerakan Pramuka mulai dari sejak dini  melalui jalur pendidikan formal, pendidikan informal dan pendidikan non formal (pendidikan kepramukaan). Insya Allah, karakter bangsa yang hilang bakal ketemu lagi dan pulih kembali sebagaimana nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Semoga dengan Gerakan Pramuka bangsa kita menjadi bangsa yang tetap disegani bangsa lain dan menjadi bangsa yan selalu menjunjungi tinggi nilai-nilai luhur yang telah diajarkan oleh para pendiri bangsa terdahulu. Tetap semangat dan semoga bermanfaat. ***

Penulis adalah guru SD N Puluhan, Sedayu, Bantul dan Pembina Pramuka SD se Kecamatan Sedayu.

 

Artikel ini juga dimuat di Koran Bernas versi cetak edisi 21 Agustus 2018

 

 



Rabu, 24 Okt 2018, 17:07:52 WIB Oleh : Putut Wiryawan 1265 View
Lebaran
Rabu, 24 Okt 2018, 17:07:52 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 1143 View
Hati-hati, Jangan Asal Permak Wajah
Rabu, 24 Okt 2018, 17:07:52 WIB Oleh : warjono 769 View
Ketika Borobudur Disebut, Empat Menteri di ASEAN Langsung Setuju

Tuliskan Komentar