atas1

Petani Gembira Tanaman Padinya Selamat dari Puso

Senin, 08 Jul 2019 | 20:03:43 WIB, Dilihat 450 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Petani Gembira Tanaman Padinya Selamat dari Puso Petani di Dusun Ngalihan Desa Pogung Kecamatan Cawas memanen padi miliknya. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Ini Sosok Dua Bocah Penjaga Lintasan KA


KORANBERNAS.ID – Sadiyo, warga Dusun Brengkungan Desa Pogung Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten, Senin (8/7/2019), merasa lega.

Dengan izin Tuhan Yang Maha Kuasa, tanaman padi yang terancam puso berhasil diselamatkan.

Alhamdulillah bisa panen. Kemarin sempat khawatir tidak panen karena tidak ada air. Ini berkat usaha Pak Kades bisa mengalirkan air dari Wonogiri," kata

Saat ditemui di sela-sela memanen padi di sawah miliknya yang tidak jauh dari Kantor Kepala Desa Pogung, dia merasa senang karena ancaman gagal panen akibat kekeringan bisa terlewati.

Setelah panen padi dirinya akan menanam kacang hijau di lahan tersebut.

Seperti tahun-tahun sebelumnya para petani di Desa Pogung melakukan pola tanam padi, padi dan palawija. Namun pada tanam kedua kemarin ancaman gagal panen sempat muncul akibat musim kemarau datang lebih awal.

Kegembiraan serupa diungkapkan Marjo, warga Dusun Pogung Jitengan RW 3. Kepada koranbernas.id dia mengatakan bisa panen karena usaha kepala desa yang bisa mengalirkan air dari Wonogiri lewat Kali Batang.

"Alhamdulillah, terima kasih bisa panen. Pak lurah bisa mengusahakan air untuk petani. Kalau kemarin tidak ada air mungkin tidak bisa panen," katanya saat panen padi di sawah milik sang mertua di Dusun Ngalihan RW 13.

Ketua Kelompok Tani Adil Desa Pogung, Priyo Mulyono, menjelaskan para petani di desanya sempat khawatir gagal panen akibat kemarau yang datang lebih awal.

Tanaman padi hampir panen terancam puso. Bahkan beberapa petani khususnya di atas Kali Mlese ada yang sudah membabat tanaman padi miliknya untuk pakan ternak karena sudah kering.

Melihat permasalahan yang dihadapi petani di wilayahnya, Kepala Desa Pogung Anggit Prasetya Kusuma A Md melakukan koordinasi dengan pihak Balai Besar Bengawan Solo, mengupayakan agar air dari Wonogiri dialirkan ke Desa Pogung lewat Kali Mlese.

Pihak Balai Besar Bengawan Solo saat itu merespons dan mengalirkan air ke Kali Mlese agar tanaman padi di Desa Pogung bisa diselamatkan hingga panen.

Permasalahan tidak serta merta teratasi karena posisi kali lebih rendah dibandingkan sawah petani.

Dengan dibantu tokoh masyarakat, kelompok tani dan petani, air dari aliran Kali Mlese disedot menggunakan beberapa pompa air ke saluran irigasi untuk selanjutnya masuk lahan pertanian.

Proses menyedot air dari Kali Mlese ke saluran irigasi juga butuh beberapa hari lamanya. Dan pompa air juga beroperasi selama 24 jam sehari hingga menghabiskan bahan bakar yang tidak sedikit.

"Kami senang sekali karena Pak Lurah peduli dengan petani. Ini yang tidak pernah kami dapatkan dari lurah-lurah sebelumnya," terang Priyo Mulyono. (sol)



Senin, 08 Jul 2019, 20:03:43 WIB Oleh : Nanang WH 296 View
Ini Sosok Dua Bocah Penjaga Lintasan KA
Senin, 08 Jul 2019, 20:03:43 WIB Oleh : Sholihul Hadi 205 View
Komunitas Fortuner Indonesia Deklarasi Antinarkoba
Minggu, 07 Jul 2019, 20:03:43 WIB Oleh : Sari Wijaya 281 View
Ujian Semester Kejar Paket Dihapus

Tuliskan Komentar