petani-bawang-merah-panen-raya-laku-rp-25-ribu-per-kilogramBupati Bantul Suharsono berdialog dengan warga saat panen bawang merah di Dusun Nawungan II Imogiri. (sari wijaya/koranbernas.id)


sri-wijaya

Petani Bawang Merah Panen Raya, Laku Rp 25 Ribu Per Kilogram

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Bupati Bantul, Suharsono, bersama Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP), Yus Warseno, jajaran Komisi B DPRD Bantul dan pejabat terkait menghadiri panen raya bawang merah di Dusun Nawungan II Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri, Jumat (3/7/2020).

Usai berdialog dengan para petani bupati langsung membeli bawang merah 40 kilogram seharga Rp 1 juta.


Baca Lainnya :

Ketua Kelompok Tani Lestari Mulyo Dusun Nawungan II, Juwari, mengatakan lahan yang dipanen seluas 95 hektar. Setiap hektar menghasilkan 12 ton bawang merah varietas Bima Brebes.

“Kita belum bisa produksi bibit sendiri. Saat ini kami menanam varietas Bima Brebes karena umbinya besar, keras, mengkilap dan kulitnya tipis,” kata dia.


Baca Lainnya :

Harga bawang merah saat ini bagus dan menguntungkan petani. Hasil panen laku terjual Rp 25.000 per kilogram. “Soal harga, kami mengikuti pasar. Dengan harga sekarang petani sudah untung,” katanya.

Lahan pengembangan bawang merah awalnya merupakan tanah marginal tidak bisa ditanami. Warga setempat berinisiatif membuat bak tadah hujan, sehingga tersedia air untuk mengolah lahan.

Mereka menggunakan pupuk semi organik. Hanya saja petani mengalami sedikit kendala mendapatkan kotoran sapi sebagai pupuk serta bak penampung air yang dinilai masih kurang.

Bupati mengaku senang dengan petani yang tetap bersemangat bercocok tanam di tengah pandemi Covid-19. “Saya suka berkunjung ke sawah seperti ini dan bertemu petani. Saya suka semangatnya tetap bercocok tanam, mengolah lahan di tengah pandemi,” ujarnya.

Dia bangga dengan hasil komoditas yang melimpah serta bagus. Bawang merah diyakini bisa menjadi komoditas utama Bantul yang mampu “berbicara” di kancah nasional.

Sedangkan Yus Warseno mengatakan hasil bumi di Bantul selalu surplus. Ini karena lahan pertaniannya cukup luas. “Dalam waktu dekat kami ingin menambah luas lahan 18.000 terdiri 13.000 hektar lahan basah dan 5.000 hektar lahan marginal,” katanya. Lahan tersebut tersebar di semua kecamatan. (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini