persilahkan-wisata-jogja-buka-selama-pandemi-ini-syaratnyaGubernur DIY, Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (2/7/2020). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)


yvesta

Persilahkan Wisata Jogja Buka Selama Pandemi, Ini Syaratnya

SHARE

KORANBERNAS.ID, JOGJA -- Gubernur DIY, Sri Sultan HB X memperbolehkan kawasan wisata dan hotel untuk dibuka kembali  di masa pandemi. Meski status tanggap darurat DIY diperpanjang hingga 31 Juli 2020, roda perekonomian di kota ini, termasuk di bidang pariwisata harus tetap tumbuh dan berputar.

Sultan meyakinkan, perpanjangan status tanggap darurat di DIY bukan untuk mempersulit operasionalnya kembali hotel dan objek wisata. Namun untuk memudahkan penanganan pandemi COVID-19 di DIY.


Baca Lainnya :

"Jadi memang ekonomi Yogya harus tumbuh dalam kondisi masih pandemi. Tapi tidak ada pilihan," ujar Sultan usai bertemu Menteri Perdagangan (mendag) RI, Agus Suparmanto di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (2/7/2020).

Namun untuk bisa membuka kawasan wisata, Sultan menyampaikan sejumlah persyaratan. Diantaranya memastikan kawasan wisata dan hotel mematuhi protokol kesehatan.


Baca Lainnya :

Sebelum kawasan wisata dibuka, Sultan memastikan bupati/walikota untuk memikirkan kondisi terburuk. Terutama bila wisatawan dari zona merah datang ke DIY untuk berwisata.

"Kalau yang datang pada jam yang sama itu orang Semarang, Surabaya, bagaimana kita akan tracing. Bapak (Bupati) lakukan nggak? Nggak. Hanya masuknya di thermo gun aja. Nanti saya sehat atau siapa pun yang sehat pada waktu ke Parangtritis atau Kaliurang tapi begitu pulang dari sana kebetulan bukan orang Yogya diperiksa positif. Piye arep tracing? Itu kesulitan," tandasnya.

Sultan memyebutkan, Pemkot Yogyakarta telah mengembangkan QR Code sebagai identitas untuk masuk Malioboro. Karenanya setiap tempat juga program serupa seperti data pengunjung, mulai nama, jam masuk, hingga nomor handphone pengunjung untuk memudahkan tracing bila muncul kasus positif COVID-19.

"Nama siapa, HP nomornya berapa, dari Malioboro kalau ke Parangtritis, Mangunan, Dlingo, Breksi, dan sebagainya data itu masukan ke provinsi untuk ID yang ada di provinsi supaya data HP dan ada nama, nggak usah data lagi. Jadi cukup sekali. Nanti di situ ada jam pada waktu masuk. Jam masuk itu ada di antara mereka yang akhirnya positif, itu tracingnya di dalam daftar ada," imbuhnya.(yve)


TAGS: covid19 virus 

SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini