atas1

Peran Media Sosial dalam Mendukung Eksistensi Perpustakaan

Rabu, 04 Sep 2019 | 13:18:46 WIB, Dilihat 420 Kali - Oleh Hilma Sri Amiyati, S.Sos

SHARE


Peran Media Sosial dalam Mendukung Eksistensi Perpustakaan Hilma Sri Amiyati, S.Sos. (Foto: Dok. Pribadi/koranbernas.id)

Baca Juga : BPBD DIY Harus Segera Turun Droping Air


MEDIA sosial, mungkin kata ini sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita; bahkan kata ini begitu populer di kalangan generasi muda milenial saat ini. Penggunaan gadget sebagai salah satu alat untuk mendukung media sosial, seakan tak dapat terpisahkan dari berbagai aktivitas keseharian kita. Hampir sebagian besar masyarakat kita memiliki gadget untuk sarana komunikasi mereka baik secara pribadi maupun sosial.  Bahkan, saat ini muncul istilah IOT (internet of things) yang memungkinkan segala sesuatu dapat dilakukan dan didapat dengan mudah, hanya melalui gadget dan internet. Kecanggihan teknologi telah memberikan berbagai kemudahan dari mulai membaca berita, menonton tv, membeli tiket, membeli makanan, hingga mengontrol peralatan rumah tangga. Semua dapat dilakukan cukup dengan satu perangkat smartphone saja. Bahkan untuk melakukan komunikasi pun, kita tidak perlu repot lagi harus bertemu dan bertatap muka secara langsung, melainkan cukup melalui videocall

Saat ini, cukup banyak aplikasi media sosial yang populer digunakan di kalangan masyarakat, seperti instagram, facebook, twitter dan aplikasi lainnya. Pengguna aplikasi tersebut terbilang banyak, karena aplikasi ini begitu mudah diinstal dan diperoleh secara gratis pada gadget yang kita miliki. Lompatan teknologi dalam dunia komunikasi ini secara berangsur menggeser peran media komunikasi era sebelumnya seperti surat kabar, radio dan televisi. Generasi milenial dari anak-anak hingga dewasa mungkin lebih tertarik untuk melihat konten yang tersedia di youtube daripada informasi yang ditampilkan melalui televisi ataupun surat kabar. Fenomena ini membuat beberapa perusahaan pertelevisian kehilangan penonton. Berbagai cara pun dilakukan agar mereka dapat tetap menunjukkan eksistensinya dan tetap hidup pada era ini. Mereka mulai beradaptasi dengan tren yang terjadi di masyarakat saat ini, di antaranya dengan menayangkan tayangan live streaming di youtube dan mengunggah beberapa acara yang sebelumnya telah disiarkan melalui layar TV.

Begitu mudahnya media sosial menarik minat masyarakat penggunanya, bahkan membuat penggunanya kecanduan. Dari sini kita bisa melihat, betapa besar kekuatan media sosial dalam menarik minat bahkan mengubah gaya hidup masyarakat. Beberapa alasan yang menjadikan media sosial dengan mudah menarik minat penggunanya di antaranya, pengguna dapat melakukan komunikasi dua arah dengan penyedia konten, berbeda dengan media informasi dahulu (koran, majalah, TV) di mana masyarakat hanya dapat menonton & membaca saja tanpa bisa memberikan review langsung terhadap konten yang disajikan. Selain itu, media sosial pun memberikan kesetaraan informasi bagi penggunanya, informasi dapat diakses dengan mudah, cepat dan serentak pada waktu yang sama, oleh setiap orang di berbagai belahan dunia, sehingga media sosial mampu memberikan dampak cukup besar terhadap masyarakat.

Kekuatan media sosial dapat menjadi peluang dan alat bagi perpustakaan untuk mendekatkan diri pada masyarakat. Perpustakaan sebagai wadah informasi sekaligus sumber ilmu pengetahuan, harus berada di garda depan dalam melaksanakan proses pendidikan karena perpustakaan memegang peranan penting dalam dunia pendidikan. Kini, mau tidak mau perpustakaan harus bisa beradaptasi dan berinovasi agar tidak hilang ditelan kemajuan peradaban. Perpustakaan tidak bisa hanya berkutat pada buku dan koleksi fisik semata, akan tetapi ia harus mentransformasi diri agar berbagai informasi dan pengetahuan yang ada dapat tersebar dan bermanfaat. Pustakawan dapat mengkaji kebutuhan dan tren yang sedang terjadi di masyarakat, sehingga perpustakaan dapat menentukan arah layanannya. Tren penggunaan media sosial dapat menjadi alat bagi perpustakaan dalam mempromosikan layanan informasi yang dimiliki. Penyebaran informasi perpustakaan yang semula hanya melalui pamflet atau banner harus diubah penyajiannya, agar informasi yang disajikan dapat dengan mudah tersampaikan ke pengguna secara cepat dan efisen melalui media sosial. Selain itu, layanan dan komunikasi yang dilakukan pun tidak lagi bersifat konvensional harus tatap muka, tetapi bisa memanfaatkan media sosial yang sudah ada.

Melalui media sosial, perpustakaan dapat memberikan update informasi  terbaru terkait perubahan jam layanan, merilis koleksi terbaru, membagi video menarik yang terjadi di perpustakaan, bahkan pengguna dapat berkomunikasi secara langsung dengan pustakawan atau pengguna lainnya untuk saling berbagi informasi yang mereka miliki. Saat ini, perpustakaan harus menghilangkan stigma kuno dan kekakuan pada layanannya, karena yang dibutuhkan dan diinginkan pengguna perpustakaan pada era milenial ini adalah kenyamanan pelayanan melalui kecepatan dan kemudahan akses informasi.

Promosi melalui media sosial dapat dikemas semenarik mungkin, agar mampu menarik minat pengguna seperti menampilkan beberapa gambar, foto, atau video animasi. Di sinilah pustakawan dituntut kreatif dan berinovasi agar informasi yang ada dapat sampai pada penggunanya. Ketika informasi tersaji menarik dan komunikasi serta alur informasi berjalan cengan baik, maka brand perpustakaan akan meningkat. Dan pada gilirannya, pengunjung perpustakaan juga meningkat.

Semoga dengan tren media sosial saat ini, perpustakaan akan semakin diminati dan terus berkontribusi terhadap dunia pendidikan saat ini di tengah kemajuan teknologi informasi. ***

 

Hilma Sri Amiyati, S.Sos.

Pustakawan Pascasarjana UNY



Rabu, 04 Sep 2019, 13:18:46 WIB Oleh : Sholihul Hadi 284 View
BPBD DIY Harus Segera Turun Droping Air
Rabu, 04 Sep 2019, 13:18:46 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 462 View
Jangan Salah Kaprah Pemanfaatan Sawit
Rabu, 04 Sep 2019, 13:18:46 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 678 View
Ibu-ibu, Bijaklah Memakai Uang

Tuliskan Komentar