atas1

Peraih Nilai 100: Soal UNBK Matematika Tak ada yang Sukar

Jumat, 24 Mei 2019 | 17:05:45 WIB, Dilihat 440 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Peraih Nilai 100: Soal UNBK Matematika Tak ada yang Sukar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Kadarmanta Baskara Aji didampingi Kepala PPPPTK Matematika, Daswatia Astuty beserta para pembicara Diskusi Strategi Mencapai Keberhasilan dalam Pembelajaran Matematika, Kamis (23/5/2019) di Aula Ki Hajar Dewantara, PPPPTK Matematika, Yogyakarta. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Peluang Usaha di Era Dgital Kian Luas


KORANBERNAS.ID -- Emi Widyawati namanya, Siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Wonosari ini mendapatkan nilai sempurna dalam mata pelajaran matematika ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 2019. Dengan nilai 100 tersebut, berarti tak satupun jawaban yang diberikan Emi salah. Torehan yang membanggakan ini tentu mengharumkan dunia pendidikan DIY khususnya Gunungkidul.

"Ya, matematika itu sulit, tapi saya selalu berusaha mencari cara untuk memecahkan kesulitan-kesulitan tersebut. tapi dari semua soal-soal matematika UNBK kemarin tidak ada satupun yang sukar," ungkap Emi saat ditanya moderator Diskusi Strategi Mencapai Keberhasilan dalam Pembelajaran Matematika, Kamis (23/5/2019) di Aula Ki Hajar Dewantara, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika, Yogyakarta. 

Diskusi kelompok terpumpun yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika ini bertujuan untuk saling belajar dari pengalaman Kepala Sekolah, Guru, Siswa dan Orangtua yang sudah berhasil mengantarkan peserta didik meraih nilai UN Matematika sempurna.

Diskusi ini merupakan respon PPPPTK Matematika terhadap hasil Ujian Nasional (UN) terutama Ujian Nasional Matematika SMA karena pada saat ini yang baru diumumkan adalah nilai Ujian Nasional SMA dan SMK. Walaupun bagi sebagian orang matematika dianggap sulit, apalagi di SMA/SMK yang matematikanya sudah tingkat abstrak, kenyataannya banyak peserta didik SMA dan SMK di DIY memperoleh nilai UNBK Matematika sempurna atau 100 pada tahun pelajaran 2018/2019. 

Kepala PPPPTK Matematika, Daswatia Astuty secara khusus menyampaikan apresiasi lantaran DIY mampu menegaskan diri sebagai Kota Pelajar setelah mendapat jumlah nilai 100 tertinggi dari seluruh Indonesia. “Ada kebijakan daerah yang tampaknya mendukung pencapaian saat ini. Saya kira ini peran kita bersama dan harapannya bisa menginspirasi daerah lain di Indonesia,” terangnya.

Berdasarkan data UN yang diperoleh dari Dinas Dikpora DIY peserta UN SMA/MA tahun pelajaran 2018/2019 sebanyak 18.466 orang dengan perincian 10-746 peminatan IPA. 7-559 peminatan IPS dan 161 peminatan Bahasa. Peserta UN yang meraih nilai UN Matematika 100 menurut data ada 111 orang terdiri dari  SMA IPA ada 22 sekolah diraih 99 peserta, di SMA IPS ada 7 sekolah diraih oleh 11 peserta, dan di SMA Bahasa tercatat 1 SMA diraih oleh 1 orang peserta.

Sementara itu, Retno Sumirat selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMA Muhammadiyah 2 menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepercayaan masyarakat Jogja kepada SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Atas kepercayaan inilah pihak sekolah terus membuat sistem untuk meningkatkan kualitas yang selama ini telah dipercayakan oleh masyarakat.

"Salah satu hal yang kami tempuh tentunya tidak sekedar menerima begitu saja murid-murid baru, namun sebagai sekolah swasta kami menggunakan istilah jemput bola ke sekolah-sekolah yang ada di DIY dan Jawa tengah," paparnya.

Selain itu siswa peraih nilai tertinggi pada mata pelajaran Matematika yang dua-duanya ini memiliki nilai sempurna 100 ini merupakan salah satu murid yang diamanahkan kepada kami sebagai hasil dari jemput bola sekolah dengan sekolah kami menerapkan siswa siswi yang berprestasi di SMP.

“Siswa-siswi yang berprestasi secara pararel, akademik maupun non akademik akan kami beri beasiswa biaya pendidikan jadi nol rupiah selama tiga tahun belajar di SMA muhammadiyah 2, kemudian kami juga bekerjasama dengan ikatan alumni untuk memberikan uang saku tiap bulannya kepada mereka yang berprestasi,” imbuh Retno.

Hal lain yang perlu dijaga adalah walaupun merupakan sekolah swasta yang tentunya banyak guru-guru yang masih swasta. SMA Muhammadiyah 2 aktif mengirimkan tenaga pengajarnya untuk mengikuti pelatihan-pelatihan terutama yang berhubungan dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) seperti matematika dan semua mata pelajaran ujian nasional. 

"Hal ini sengaja dilakukan agar tenaga pengajar SMA Muhammadiyah 2 selalu upgrade materi,” pungkasnya.

Nanik Tri Purwaningsih, menambahkan bahwa tantangan terbesarnya selaku guru matematika di SMA Muhammadiyah 2 adalah bagaimana menyeimbangkan metode belajar disekolah dengan guru privat yang mampu didatangkan oleh rerata orang tua murid sekolahnya.

“Karena kami sekolah swasta yang tentunya mohon maaf secara ekonomi mereka banyak yang mampu untuk membayar guru privat, itu merupakan merupakan tantangan dari pihak sekolah bagaimana agar anak-anak tidak membandingkan antara guru privat yang datang ke rumah mereka dengan guru yang ada di sekolah. Hal itu luar biasa beratnya bagi saya, sehingga saya sendiri harus mencari banyak cara agar anak lebih tertarik dengan metode belajar disekolah daripada di tempat les dan privat,” pungkas Nanik. 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Kadarmanta Baskara Aji  yang ikut hadir dalam diskusi menyampaikan bahwa kontribusi guru terhadap peningkatan nilai matematika sekarang jauh lebih baik. Banyak guru yang mengikuti diklat dan alumni PPPPTK Matematika.

“Karena sangat penting membuat pelajaran menjadi menyenangkan, matematika sekarang jadi mimik, bukan momok lagi. mimik yang berarti selalu dicari dan dinantikan para siswa,” tandasnya.(yve)



Jumat, 24 Mei 2019, 17:05:45 WIB Oleh : Sari Wijaya 249 View
Peluang Usaha di Era Dgital Kian Luas
Jumat, 24 Mei 2019, 17:05:45 WIB Oleh : Surya Mega 320 View
Indosat Ooredoo Pastikan Jaringan 4G Plus Saat Lebaran
Jumat, 24 Mei 2019, 17:05:45 WIB Oleh : Prasetiyo 242 View
12 Lokasi Rawan Diawasi Khusus

Tuliskan Komentar