atas

Penyebab Mangkraknya Proyek Air Mancur Belum Jelas

Rabu, 05 Des 2018 | 18:25:08 WIB, Dilihat 145 Kali - Oleh Nanang WH

SHARE


Penyebab Mangkraknya Proyek Air Mancur Belum Jelas Kondisi Taman Air Mancur di depan Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Rabu (05/12/2018).(Nanang WH/koranbernas.id)

Baca Juga : Perempuan Masih Rentan dari Kekerasan


KORANBERNAS.ID--Bangunan Taman Air Mancur di Alun-alun Kebumen, tepatnya di depan Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, hampir setahun terakhir ini mangkrak. Penyebab mangkraknya proyek senilai Rp 2,7 miliar, disebabkan kontraktor pelaksana tidak bisa merampungkan proyek itu, hingga masa akhir kontrak, 31 Desember 2017. Lokasi taman yang selama ini asri, terlihat gersang.

Proyek yang diharapkan menjadi ikon Kota Kebumen, sesekali memang dimanfaatkan warga untuk berswafoto. Warga memanfaatkan tulisan besar Kebumen di kanan kiri pintu gerbang pendopo, dengan bagian depan bunga-bunga plastik. Namun setelah bunga plastik nampak kumuh, jarang terlihat warga berswafoto.

Kepala Seksi Pertamanan pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kebumen, Puguh Supriyanto, Rabu (05/12/2018) menjelaskan, setelah proyek itu dihentikan, karena kontraktor pelaksana tidak bisa merampungkan 100 persen pekerjaan fisik, proyek itu memang terkesan mangkrak.

“Sampai masa perpanjangan pekerjaan 50 hari, baru selesai 41,78 persen,“ kata Puguh Supriyanto.

Kontraktor hingga sekarang belum menerima pembayaran atas pekerjaan yang sudah diselesaikan, kecuali uang muka yang besarnya 25 persen dari nilai kontrak Rp 2,7 miliar.

Berdasarkan keputusan pemberi kerja, Dinas Perkim LH, setelah kontraktor dinyatakan wanprestasi, pembayaran baru bisa dengan menggunakan dana dari APBD Perubahan tahun anggaran 2018.

Hak kontraktor pelaksana yang belum terbayar, yakni persentase penyelesaian fisik (41,78 persen) dari nilai kontrak Rp 2,7 miliar, dikurangi uang muka yang telah diterima dan nilai kerusakan bangunan akibat tidak dipelihara.

“Jumat (0712/2018) dirapatkan,” kata Puguh Supriyanto.

Puguh memastikan, proyek itu akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2019. Namun, dia tidak mengetahui apakah ada disain baru atau tetap dengan disain yang sudah ada.

“Kepastian disainnya saya tidak bisa menjelaskan, bukan kewenangan saya,“ kata Puguh Supriyanto. (SM)



Rabu, 05 Des 2018, 18:25:08 WIB Oleh : Nila Jalasutra 73 View
Perempuan Masih Rentan dari Kekerasan
Rabu, 05 Des 2018, 18:25:08 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 101 View
Tak Ingin Terjebak Bank Plecit? Ikut UMI Saja
Rabu, 05 Des 2018, 18:25:08 WIB Oleh : Sholihul Hadi 105 View
Terjadi Pembiaran Perusakan BCB, Lurah pun Ikut Prihatin

Tuliskan Komentar