atas1

Pengusaha Hijab Ini Memulai Usaha Sejak Pacaran

Jumat, 08 Nov 2019 | 15:28:58 WIB, Dilihat 133 Kali - Oleh Nanang WH

SHARE


Pengusaha Hijab Ini Memulai Usaha Sejak Pacaran Salah satu tempat produksi hijab milik Yusuf dan Mida. (nanang wh/koranbernas.id)

Baca Juga : Mengedukasi Budaya Lewat Mawayang 2019


KORANBERNAS.ID -- Belum genap setahun, pasangan suami istri Yusuf Toha Al Kahfi (27) dan Mida Gita Fitri (23), menjadi pengusaha hijab. Namun, usahanya sudah berkembang cukup baik dengan produksi per bulan bisa mencapai 20.000 buah hijab. Usahanya ini juga berdampak mengurangi pengangguran di kalangan ibu-ibu di kampung halaman Mida, Desa Tambaksari, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen.

Pasangan Yusuf dan Mida yang baru menikah Agustus 2019, kepada koranbernas.id, Kamis (7/11/2019), mengungkapkan awal mereka usaha hijab pada Januari 2019. Ketika itu, Yusuf masih bekerja sebagai driver ojek online di Jogja. Sedangkan Mida, mahasiswa Universitas Muhamadiyah Purworejo. “Kami memulai usaha produk hijab ini sejak pacaran,“ kata Yusuf yang didampingi Mida.

“Kami merasakan omset usaha ini naik ketika lebaran lalu,“ lanjut Yusuf yang dibernarkan Mida. Waktu Lebaran, omset usahanya naik drastis dengan naiknya permintaan barang dari distributor hijab.  yang mereka beri merk dagang Puan. Empat bulan pertama pemasaran produk hijab yang diberi merk dagang Puan dilakukan dengan reseler. Ada sekitar 90 an, semuanya kenalan Yusuf dan Mida.

Yusuf mengungkapkan, modal awalnya hanya Rp 480.000 untuk membeli bahan kain. Ketika permintaan dan penjualan hijab semakin meningkat, ada pikiran untuk menambah modal. Modal itu kemudian diperoleh dari pinjaman teman temanya. Pengusaha hijab ini mengaku hingga sekarang belum pernah pinjam bank untuk menambah modal kerja. “Alhamdulillah ada yang percaya minjami untuk tambah modal,“ kata Yusuf.

Setelah menikah, pasangan yang bersama-sama mengelola usahanya, merekrut lebih banyak tenaga kerja dari tetangga dekat Mida. Mereka bekerja tiap hari dengan upah masih borongan.

Setelah permintaan barang semakin meningkat, Mida mengubah cara pemasaran produknya. Sekarang tidak lagi dengan reseler, tetapi mempercayakan pada distributor. Sebagai pengusaha mereka tidak perpikir untuk memasarkan barang. Pemasaran hijab menjadi tanggung jawab distributor yang tersebar di Jateng, Jabar dan Lampung.

Soal merk dagang, Mida sebagai penemu nama Puan. Arti nama Puan adalah sebutan untuk seorang perempuan.Nama Puan dipilih karena produknya untuk kelengkapan pakaian kaum perempuan. (eru)



Jumat, 08 Nov 2019, 15:28:58 WIB Oleh : Nila Jalasutra 130 View
Mengedukasi Budaya Lewat Mawayang 2019
Jumat, 08 Nov 2019, 15:28:58 WIB Oleh : Sari Wijaya 379 View
Pemuda Bantul Siap Berkarya
Jumat, 08 Nov 2019, 15:28:58 WIB Oleh : Sholihul Hadi 175 View
Hanya Ada Satu Sumur Bor di Dusun Ini, Airnya Sering Mampet

Tuliskan Komentar