Jumat, 17 Sep 2021,


pengaruh-pandemi-covid19-terhadap-perekonomian-indonesiaPabelina Virgin Gustriani (Dok. Pribadi)


--
Pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap Perekonomian Indonesia

Oleh: Pabelina Virgin Gustriani
SHARE

COVID-19 merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus corona atau Coronavirus yang menyerang pada manusia dan hewan. Pada manusia, biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai dari flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus merupakan jenis virus baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan, Cina pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (Covid-19).


Pada akhir tahun 2019, Covid-19 mulai menyebar ke penjuru dunia, salah satu nya negara Indonesia terkena dampak dari virus corona ini. Covid-19 mulai masuk ke Indonesia pada bulan Februari 2020 silam. Akibatnya sekarang, ribuan jiwa orang harus dirawat inap untuk dilakukan pemeriksaan lebih intensif. Tidak hanya Indonesia, negara lain pun ikut merasakan dampak yang sama dari penyebaran Covid-19 ini.


Beberapa negara yang sudah terkonfirmasi kasus positif virus corona mulai mengambil kebijakan dengan menutup akses masuk dan keluar bagi seluruh Warga Negara itu sendiri maupun Warga Negara Asing, salah satunya Indonesia. Indonesia memutuskan untuk mengambil kebijakan lockdown/karantina wilayah guna memperlambat dan memutus rantai penularan Covid-19. Semua kegiatan yang biasa dilakukan di luar rumah kini harus dilakukan di rumah, bahkan pemerintah menerapkan Work From Home (WFH) untuk para pekerja kantoran maupun pekerja di bidang lainnya. Selain itu sekolah maupun perguruan tinggi diliburkan untuk sementara waktu, sehingga kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring. Bahkan, Presiden Joko Widodo dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nadiem Makarim resmi membatalkan  Ujian Nasional 2020.

Penyebaran Covid-19 melalui beberapa cara, seperti penyebaran melaui droplet, melalui udara, melalui permukaan yang terkontaminasi, melalui limbah manusia. Berdasarkan dari penyebaran Covid-19 yang begitu pesat, maka pemerintah melaksanakan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk menekan tingkat penyebaran Covid-19 yang semakin meluas dan menghimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.


Covid-19 membuat beberapa negara besar termasuk Indonesia sangat kewalahan. Persediaan sandang pangan semakin menipis, obat-obatan berkurang, fasilitas rumah sakit yang memadai tidak tersedia, dan sektor ekonomi semakin menurun.

Di Indonesia, untuk menolong pasien Covid-19 beberapa fasilitas umum digunakan sebagai tempat untuk menampung pasien Covid-19. Banyak pula para pasien melakukan isolasi di rumah masing-masing, mengingat fasilitas-fasilitas rumah sakit yang tersedia kurang memadai.

Kebijakan lockdown/karantina wilayah yang diterapkan di Indonesia memiliki dampak yang begitu besar terhadap negara bahkan masyarakat itu sendiri. Terlebih rakyat kecil yang menggantungkan hidupnya dengan berdagang atau sebagai buruh harian. Tentunya selama lockdown para pedagang kecil tersebut tidak bisa melakukan pekerjaannya, hari demi hari mereka memutar otak bagaimana mendapatkan sesuap nasi untuk bertahan hidup pada masa pandemi.

Tak sedikit pula orang yang kehilangan pekerjaan karena di-PHK, lapangan pekerjaan semakin sulit untuk ditemukan, destinasi wisata, kuliner, pelaku usaha di sektor retail, perdagangan, dan pariwisata ikut terkena dampak negatif oleh pandemi secara signifikan. Banyak dari mereka yang mengalami gulung tikar. Angka kemiskinan meningkat. Jika Kebijakan lockdown terus diberlakukan, perekonomian di Indonesia akan semakin menurun. Apabila perekonomian di suatu negara sudah menurun, perlu waktu yang cukup lama untuk memperbaikinya. Oleh sebab itu setelah beberapa bulan kebijakan PSBB di beberapa wilayah Indonesia, pemerintah segera mengambil tindakan cepat dengan melaksanakan kebijakan  new normal.

New Normal adalah perubahan perilaku atau kebiasaan untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun ditambah dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus Covid-19. Penyebaran Covid-19 ini memberikan dampak yang besar terutama pada sektor ekonomi. Sebagai warga negara yang cerdas, kita harus pandai melihat situasi, terutama pada saat pandemi. Jangan panik, berbelanja seperlunya saja, tidak menelan mentah-mentah informasi yang kurang jelas dari sosial media dan selalu menerapkan protokol kesehatan. Ikut memajukan usaha atau pedagang kecil dengan membeli dagangan mereka, hal kecil seperti itu sangat berarti bagi mereka. Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan pandemi ini segera berlalu. *

Pabelina Virgin Gustriani

Mahasiswa S1  Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan.

 

 

 

 



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini