atas

Penelitian Kampus jadi Potret KB

Kamis, 06 Des 2018 | 21:05:52 WIB, Dilihat 196 Kali - Oleh Arie Giyarto

SHARE


Penelitian Kampus jadi Potret KB Kapusna BKKBN Pusat, Zahrofa Hermiwahyoeni SH MSi menyampaikan paparan di Unisa Kamis (06/12/2018). (arie giyarto/koranbernas.id)

Baca Juga : BPJ Miliki Cukup Modal Puncaki Klasemen di Seri II IBL


KORANBERNAS.ID - Lima mitra kerja dari Badan Kependudukan KB Nasional (BKKBN) yang telah selesai melakukan penelitian tentang Kependudukan KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)  di DIY, Kamis (06/12/2018) memresentasikan hasil penelitiannya di Kampus Universitas Aisyiah Yogyakarta (Unisa). Terdiri dari tim Fakultas Geografi UGM, Unisa, Stikes Akbidyo, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan tim PSKK UGM. Penelitian tersebut didanai oleh BKKBN dengan harapan bisa mendapatkan potret lapangan tentang kondisi riil program di akar rumput. Secara keseluruhan melibatkan ribuan responden termasuk para kader, PKB dan PLKB; perangkat desa dan lainnya.

Obyek penelitian di antaranya Pola KIE pada program KB dalam meningkatkan IUD dan Implan di Kabupaten Sleman. Pola pengasuhan sebagai pembentuk karakter dalam pencegahan kenakalan anak. Pengukuran fertilitas penduduk di DIY sebagai respon peningkatan TFR hasil SDKI 2017. Akses pelayanan KB pada Pasangan Usia Subur miskin di Kota Yogyakarta. Serta studi tentang pola asuh Pusat Informasi dan konseling kesehatan reproduksi remaja dan kehamilan remaja di Gunungkidul.

Kepala Kantor Perwakilan BKKBN DIY Drs Bambang Marsudi MM mengatakan, penelitian yang menghasilkan potret lapangan itu di antaranya akan menjadi acuan apa yang harus diperbuat. Selain banyak sisi keberhasilan.

Bambang mengakui sebagai pengelola masih menghadapi kekhawatiran. Di antaranya menurunnya pemakaian alat kontrasepsi modern dan naiknya pemakaian alat kontrasepsi tradisional dari 10,5 menjadi 18,6 sehingga dikhawatirkan dampaknya signifikan.

"Juga pendalaman masalah  fertilitas yang angka SDKI 2017 menunjukkan kenaikan," ujarnya.

Kapusna BKKBN Pusat Zahrofa Hermiwahyoeni SH MSi mengatakan, salah satu keberhasilan program KKBPK adalah tersedianya sistem dan informasi tentang pembangunan KKB dan Keluarga Sejahtera yang dapat digunakan sebagai referensi menyusun kebijakan berbasis bukti. Data dan informasi yang berkualitas diantaranya didapat melalui kegiatan penelitian.

Puslitbang KB dan KS tahun ini melaksanakan 13 kerjasama penelitian dan pengembangan program dengan lembaga penelitian dari berbagai perguruan tinggi terpilih termasuk dari Yogyakarta. Rekomendasi dan hasil penelitian dapat menjadi referensi peneliti lain yang akan mengadakan penelitian sejenis. Sehingga bisa memberi manfaat baik langsung maupun tidak langsung bagi program KKBPK. Dia berharap kemitraan dan dukungan terhadap keberhasilan program KKBPK ini bisa terus berlanjut.

"Hasil penelitian inimasih bersifat desiminasi dan akan difinalkan lagi untuk penyempurnaan sebelium masuk jurnal. Diharapkan hal ini akan ditindaklanjuti dengan KKN tematik utamanya di Kampung KB," paparnya.

Pengelola kegiatan, Lidwina Daru Andani dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyoalisasikan hasil penelitian mitra BKKBN DIY yang didanai oleh Pusna dan Pusdu BKKBN Pusat. Mensoalisasikan program KKB ke perguruan tinggi dan mitra kerja sehingga tugas masalah KB dimiliki seluruh lapisan masyarakat.(yve)



Kamis, 06 Des 2018, 21:05:52 WIB Oleh : Rosihan Anwar 57 View
BPJ Miliki Cukup Modal Puncaki Klasemen di Seri II IBL
Kamis, 06 Des 2018, 21:05:52 WIB Oleh : Sari Wijaya 140 View
Tidak Pada Tempatnya, APK Dirazia
Kamis, 06 Des 2018, 21:05:52 WIB Oleh : Surya Mega 2796 View
Indonesia Terancam Hancur Karena Kebijakan PMA 100 Persen

Tuliskan Komentar