atas

Pemilik Pohon Jenitri yang Dicuri Mengaku Rugi Rp 100 Juta

Selasa, 09 Apr 2019 | 20:03:33 WIB, Dilihat 2364 Kali - Oleh Nanang WH

SHARE


Pemilik Pohon Jenitri yang Dicuri Mengaku Rugi Rp 100 Juta Tersangka pencurian buah jenetri diamankan di Polres Kebumen. (istimewa)

Baca Juga : Sleman Potensial untuk Pengembangan Usaha Kreatif


KORANBERNAS.ID – Salimun, warga Desa Pandansari Kecamatan Sruweng Kebumen Jawa Tengah (Jateng) pemilik 6 pohon Jenetri (Elaeocarpus ganitrus) mengaku mengalami kerugian hampir Rp 100 juta akibat pencurian buah itu.

Hal ini berdasarkan harga jual buah Jenetri yang dicuri oleh lima orang. Biji Jenetri yang dicuri merupakan jenis Soan. Biji jenis itu harganya sedang naik daun.

Pencurian Jenitri bernilai fantastis itu diketahui korban Salimun (40) pada pertengahan Maret 2019. Sebelum dicuri korban sempat mengecek pohon Jenetri di Desa Somagede Kecamatan Sempor, Senin (11/3/2019) siang.

Pada saat ia kembali lagi Jumat (15/3/2019) buah yang belum terlalu tua itu sudah dipanen orang lain.

"Pengakuan korban, apabila Jenetrinya dipanen pada kondisi tua nilainya bukan Rp 50 juta tapi bisa tembus Rp 100 juta. Karena buah Jenitri yang dicuri itu masih agak muda," kata AKP Suparno, Kasubbag Humas Polres Kebumen, didampingi Kapolsek Sempor, Iptu Sugito, Selasa (9/4/2019).

Lokasi kebun Jenetri berada jauh dari permukiman penduduk dan berada di sebuah bukit sehingga tersangka tidak diketahui warga saat memanen 6 pohon Jenetri.

Tersangka NG (50) warga Desa Karangpule Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen yang sudah ditangkap  mengaku menerima bagian Rp 2 juta dari hasil penjualan Jenetri.

Tersangka kesehariannya penjual penjual cobek. Dia biasa berjualan cobek keliling di Yogyakarta.

Tersangka mengaku penghasilannya sebagai penjual cobek tidak cukup menghidupi keluarganya sehingga ketika  diajak mencuri buah Jenitri, ia mengikuti karena tergiur harga jualnya yang cukup tinggi.

"Tersangka mengaku mendapatkan bagian Rp 2 juta, uang sebanyak itu juga diterima oleh salah satu tersangka yang kini masih buron,“ kata AKP  Suparno.

Tersangka memakai uang itu untuk mengangsur kredit sepeda motor serta keperluan hidupnya.

Saat beraksi, dua orang tersangka mengawasi di jalan di atas sepeda motor, selanjutnya empat tersangka naik ke pohon dan memanen buah itu.

Tersangka dijerat Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman paling lama lima tahun penjara. Tersangka NH mengakui perbuatannya dan sangat menyesal. Sedangkan empat tersangka lainnya masih buron. (sol)



Selasa, 09 Apr 2019, 20:03:33 WIB Oleh : Nila Jalasutra 192 View
Sleman Potensial untuk Pengembangan Usaha Kreatif
Selasa, 09 Apr 2019, 20:03:33 WIB Oleh : Sari Wijaya 301 View
Kotak Suara Jangan Sampai Digigit Hewan
Selasa, 09 Apr 2019, 20:03:33 WIB Oleh : Sholihul Hadi 477 View
Para Perempuan Demo Menolak Politik Uang

Tuliskan Komentar