Sabtu, 31 Jul 2021,


pemda-diy-merevisi-aturan-ppkm-mikroSri Sultan Hamengku Buwono X. (dok.koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Pemda DIY Merevisi Aturan PPKM Mikro

SHARE

KORANBERNAS ID, YOGYAKARTA -- Tren kasus positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa hari ini melonjak. Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemda DIY, dua hari berturut-turut sejak Kamis (10/6/2021) dan Jumat (11/6/2021) kasus positif melampaui angka 400 orang.


Pemda DIY akhirnya membuat sejumlah aturan baru dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Aturan baru tersebut akan diterapkan saat perpanjangan PPKM Mikro pada 15 Juni 2021.


“Kami berprinsip tetap akan menggunakan PPKM yang ada tapi mungkin ada tambahan-tambaha (aturan) secara teknis lebih mikro gitu," ungkap Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur DIY, di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (11/6/2021).

Dicontohkan, perizinan kegiatan yang digelar masyarakat dibuat berlapis. “Kalau sebelumnya hanya satu tingkat, maka nantinya dibuat berlapis hingga ke tingkat atas,” ucap Sultan.


Berbagai kegiatan yang digelar masyarakat pun akan dibatasi. Kalau sebelumnya kapasitas satu acara hanya 50 persen maka ke depan menjadi 25-30 persen.

“Untuk perizinan (kegiatan) tidak hanya desa tapi juga kapanewon menerbitkan rekomendasi dengan harapan untuk bisa saling mengontrol (kerumunanan)," ungkapnya.

Sultan menambahkan Pemda juga akan mengontrol tempat-tempat keramaian yang menimbulkan kerumunan. Sebab banyak klaster muncul saat ini di tingkat lingkungan terdekat.

Banyak masyarakat yang menyepelekan protokol kesehatan saat berada di lingkungan terdekat. Contohnya saat bersilaturahmi pada libur Lebaran lalu, banyak warga yang  tidak mau melakukan tes rapid karena merasa sehat. Akibatnya muncul klaster-klaster baru justru dari lingkungan terdekat seperti keluarga atau di tingkat RT/RW.

Ya itu coba nanti kita atur (PPKM) yang lebih mikro dengan harapan tidak punya penafsiran yang berbeda lagi. Kita tadi sudah sepakat untuk pertemuan-pertemuan, hajatan dan sebagainya mungkin bisa lebih diatur secara jelas," tandasnya.

Wakapolda DIY Brigjen Pol Slamet Santoso mengungkapkan pihak kepolisian juga akan memperketat aturan-aturan yang berlaku. Jadi kita akan berlakukan prokes baik itu di tempat wisata maupun di perhotelan dan sebagainya.

“Nanti kerja sama dengan TNI dan Satpol PP itu akan kita perketat lagi. Saya rasa kalau masyarakat kita sendiri dengan diberi ketentuan waktu kemudian diberikan ketentuan kapasitas ruangan, jumlah dan sebagainya masyarakat sudah mengerti,” ujarnya.

Sebagaimana harapan Gubernur DIY, dalam kesempatan itu Wakapolda juga berharap masyarakat bisa belajar budaya yang lebih baik lagi. “Saya yakin lebih disiplin,” kata dia. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini