atas1

Pembeli Tak Sabar Ingin Segera Menyantap Durian Kaligesing

Senin, 11 Feb 2019 | 06:09:56 WIB, Dilihat 3592 Kali - Oleh Arie Giyarto

SHARE


Pembeli Tak Sabar Ingin Segera Menyantap Durian Kaligesing Samsu membuka durian dikelilingi pembeli yang tidak sabar ingin segera menyantapnya. (arie giyarto/koranbernas.id)

Baca Juga : NU Godean Bangun Gedung Tiga Lantai


KORANBERNAS ID -- Petani durian di kawasan Kaligesing Kabupaten Purworejo mulai memanen duriannya. Banyak pedagang kulakan ke sana.

Menggunakan sepeda motor ber-keronjot maupun kendaraan roda empat, mereka menyusuri jalanan berbukit dan penuh kelokan.

Salah seorang di antaranya Samsu, anak muda yang tinggal di Jalan Bantulan Godean Sleman itu. Minggu (10/02/2019) dia berburu rezeki ke sana.

"Susah cari barang. Sekarang tidak bisa lagi langsung ke petani. Tetapi sudah di tangan pengepul," kata Samsu sambil membuka durian yang dipilih pembeli.

Dia berangkat sejak Subuh dan baru pukul 15:30 sampai di Watumurah dan langsung dibegal pembeli di pinggir jalan.

Terlihat sekelompok anak muda, perorangan maupun rombongan dengan dua mobil, mengerumuni durian yang baru datang itu. Mereka seperti tidak sabar lagi ingin menyantap durian yang aromanya menggoda selera.

Alhasil dua pertiga dagangannya langsung ludes. Sebagian dimakan di tempat dan ada pula yang dibawa pulang.

Durian Kaligesing.Harganya cukup Rp 75.000. (arie giyarto/koranbernas.id)

Durian Kaligesing dikenal manis. Ada  jenis kuning dan ada yang agak terasa pahit. Justru itulah yang diburu sebagian penggemar durian.

Berapa buah durian yang dibawanya dalam keronjot, Samsu tidak hafal. "Pokoknya seharga Rp 1,4 juta," kata dia.

Menariknya Samsu menjual durian dengan jaminan matang dan manis dengan membukanya di tempat. Jika mentah atau ada yang sebagian busuk langsung dicari penggantinya.

Durian ukuran besar dijual dengan harga Rp 75.000. Harga tersebut turun Rp 60.000, Rp 50.000, Rp 40.000 serta Rp 35.000 untuk ukuran yang lebih kecil.

"Kalau ada yang sebagian busuk seperti ini kan saya tidak bisa jual," kata Samsu ketika membuka durian besar yang sekilas dari luar cukup mulus.

Ternyata setelah dibuka ada yang sebagian berwarna cokelat tua sehingga tidak enak dimakan. Meski dia sudah menurunkan harga Rp 40.000 namun tak seorang pun berminat.

Walau cukup  menjanjikan keuntungan lumayan, tetapi Samsu tidak tiap hari kulakan durian. "Tidak kuat badannya. Soalnya malam hari saya jualan pecel lele di Jalan Bantulan," kata dia.

Ditambah lagi jarak yang cukup jauh dan membutuhkan waktu hampir sehari. Dia berharap sisa durian ini bisa laku di perjalanan. (sol)



Minggu, 10 Feb 2019, 06:09:56 WIB Oleh : Nila Jalasutra 365 View
NU Godean Bangun Gedung Tiga Lantai
Minggu, 10 Feb 2019, 06:09:56 WIB Oleh : Nila Jalasutra 527 View
Pasar Sambilegi Aman dari Bahan Berbahaya
Minggu, 10 Feb 2019, 06:09:56 WIB Oleh : Sari Wijaya 1323 View
Laskar Banaspati Ingin Tampil Simpatik

Tuliskan Komentar