pembelajaran-online-terganggu-sinyalKegiatan pembelajaran online di PKBM “Mandiri” Jalan Samas KM 21 Dusun Karen, Desa Tirtomulyo, Kretek Bantul, Selasa (19/5/2020). (sari wijaya/koranbernas.id)


sri-wijaya

Pembelajaran Online Terganggu Sinyal

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL – Wabah virus Corona atau Covid-19 membuat orang mengurangi kerumunan massa ataupun kegiatan bertatap muka. Termasuk bagi warga belajar kejar paket di Pusat Kegiatan Belajar Mandiri (PKBM) “Mandiri” yang berlokasi di Jalan Samas KM 21, Dusun Karen, Desa Tirtomulyo, Kecamatan Kretek, Bantul, seperti terlihat pada Selasa (19/5/2020).

Bukan hanya pembelajaran, pelatihan serta pengajaran juga menggunakan aplikasi secara virtual. Para tutor menggunakan aplikasi atau memanfaatkan WhatsApp Grup untuk pemberian soal ataupun memberikan materi.


Baca Lainnya :

“Memang kami sudah melakukan pembelajaran online sejak lama. Sebenarnya bukan semata karena Corona, namun memang kita sudah menggunakan Kurikulum 13 (K13) sejak Tahun Ajaran 2019 dimana 80 persen pembelajaran dan ujian dilakukan secara online,”kata Yuli Sutanta, Pengelola PKBM “Mandiri”, kepada koranbernas.id.

Namun pembelajaran online bukan tanpa kendala. Salah satunya adalah sinyal, mengingat beberapa daerah sinyal seluler kurang bagus. Belum lagi tidak semua warga  belajar tersebut memiliki HP android, sehingga harus meminjam ke keluarga yang lain.


Baca Lainnya :

“Jadi bagi yang mengalami kendala, ketika ujian atau ada tugas, mereka datang kemari untuk mengambilnya secara manual dan mengerjakan,” kata Yuli.

Tugas dan ujian akan berakhir bulan Mei ini, dan Juni adalah kenaikan kelas. Dilajutkan Juli mulai tahun ajaran baru.

PKBM “Mandiri” yang telah terakreditasi “A”, baik untuk lembaga ataupun kinerjanya, ini pada TA 2020/2021 membuka dua gelombang pendaftaran. Gelombang pertama, tanggal 2 Mei hingga 22 Juni dan gelombang  kedua tanggal 23 Juni hingga 11 Juli 2020.

Untuk kuota, menurut Yuli, karena pandemi Corona, dikurangi  26 persen dan proporsional untuk setiap jenjang dan juga antar-PKBM.

“Misal yang kuota PAUD banyak, ya dikurangi PAUD-nya. Begitu seterusnya,” katanya.

PKBM “Mandiri” mendapat kuota Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 20 orang, kejar paket A  25 orang, kejar paket B 40 orang dan kejar paket C 50 orang. Serta membuka juga untuk program home schooling dan kursus komputer desain grafis serta administrasi perkantoran.

Pendaftaran bisa dilakukan secara online dengan alamat email [email protected] atau menghubungi kontak Jeni 081904257775 dan Supi 085325782787.

“Dengan sistem online,  warga belajar kami tidak hanya dari Bantul, bahkan ada yang dari Purworejo hingga Purwokerto,” katanya. (eru)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini