atas

Pembangunan Pasar Darurat Tegalgondo Dinilai Sia-sia

Rabu, 05 Des 2018 | 18:26:30 WIB, Dilihat 69 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Pembangunan Pasar Darurat Tegalgondo Dinilai Sia-sia Kondsi Pasar darurat Tegalgondo yang rusak berat. Dinding tripleks dan atap seng banyak yang hilang. Hanya 3 pedagang yang memilih tetap berjualan. (Massal Gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Penyebab Mangkraknya Proyek Air Mancur Belum Jelas


KORANBERNAS.ID--Pasar darurat Tegalgondo yang dibangun Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Klaten di Lapangan Desa Tegalgondo Kecamatan Wonosari Klaten ternyata disewa hingga akhir Desember 2018. Proses sewa menyewa antara Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM dengan Pemerintah Desa Tegalgondo.

Meski pasar darurat dibangun di Lapangan Desa Tegalgondo setelah Lebaran beberapa bulan lalu, kenyataannya hanya 3 pedagang saja yang menempati dan berjualan di sana. Sementara 27 pedagang lain tidak mau menempati dengan berbagai alasan.

Diantaranya alasan kondisi pasar darurat memprihatinkan dan rusak parah. Pasar darurat hanya beratap seng dan dinding triplek, sehingga tidak cukup layak untuk tempat berjualan. Padahal anggaran untuk membangun pasar darurat tersebut tidak sedikit.

“Yang jelas pedagang tidak mau jualan di sini karena sempit. Ukurannya hanya 2 meter persegi. Untuk barang saja sudah penuh,” kata Samono, salah seorang pedagang saat ditemui di pasar darurat, Rabu (05/12/2018).

Warga Desa Tinggen Duwet Kecamatan Wonosari itu menambahkan dirinya memilih tetap berjualan di pasar darurat hingga sekarang karena tidak punya tempat lain untuk berjualan soto.

Berbeda dengan pedagang lainnya yang memilih menyewa dan mengontrak di tempat lain meski harus merogoh saku sendiri.

“Yang lain pilih kontrak. Katanya biaya sewa 4 ribu rupiah per hari,” ujarnya.

Saat ditanya kapan rencana pindah ke kios Pasar Tegalgondo yang hampir selesai dibangun, Samono mendapat kabar tanggal 6 Januari 2019.

Namun kata dia, info itupun belum pasti. Padahal sewa lapangan untuk membangun pasar darurat hanya sampai akhir Desember 2018.

Kepala Desa Tegalgondo H Sudjito saat dikonfirmasi terkait pembangunan pasar darurat di Lapangan Desa Tegalgondo membenarkan, lahan disewa oleh Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM hingga akhir Desember 2018.

“Benar. Pemda menyewa ke desa. Biaya sewanya 6 juta dan langsung di transfer ke rekening desa,” jelas Sudjito di kantornya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Pasar Darurat Tegalgondo Joko Purnomo saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp membenarkan pasar darurat hanya digunakan berjualan oleh beberapa pedagang saja.

Seperti diketahui, Pemkab Klaten membangun 30 unit kios Pasar Tegalgondo tahun ini dengan anggaran Rp 1,899 miliar. Namun sebelum dimulai pembangunan, para pedagang terlebih dahulu direlokasi ke pasar darurat yang dibangun di Lapangan Desa Tegalgondo. Para pedagang menilai pasar darurat tidak layak sehingga hampir semua menolak menempati.

Pembangunan kios Pasar Tegalgondo oleh penyedia jasa CV Analisa yang akhir kontraknya 26 November kemarin. Meski kontrak kerja telah berakhir, masih ada beberapa item pekerjaan yang belum selesai seperti MCK dan talang.

Pedagang mengklaim konstruksi bangunan pasar darurat berdinding triplek banyak yang rusak dan atap seng juga banyak yang hilang.

“Bagaimana mau ditempati. Pembangunannya saja asal jadi. Pintu saja banyak jebol karena tidak ada engselnya. Kami tidak tahu bagaimana dulu pembangunannya,” imbuh pedagang. (SM)



Rabu, 05 Des 2018, 18:26:30 WIB Oleh : Nanang WH 146 View
Penyebab Mangkraknya Proyek Air Mancur Belum Jelas
Rabu, 05 Des 2018, 18:26:30 WIB Oleh : Nila Jalasutra 73 View
Perempuan Masih Rentan dari Kekerasan
Rabu, 05 Des 2018, 18:26:30 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 101 View
Tak Ingin Terjebak Bank Plecit? Ikut UMI Saja

Tuliskan Komentar