atas1

Pemasaran LPG Non Subsidi Naik 1 Persen Perbulan

Rabu, 19 Jun 2019 | 20:05:17 WIB, Dilihat 354 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Pemasaran LPG Non Subsidi Naik 1 Persen Perbulan Sales Eksekutif (SE) Pertamina Rayon Surakarta Adeka Sangtraga Hitapriya (tengah) saat memberikan penjelasan terkait ketersediaan dan stok LPG 3 kilogram di Klaten beberapa waktu lalu. (Masal Gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Kemudahan Berwakaf Secara Digital Jadi Kebutuhan Perbankan


KORANBERNAS.ID--PT Pertamina Rayon Surakarta mencatat pemasaran LPG non subsidi di wilayah Kabupaten Klaten naik 1 persen per bulan. Angka itu dinilai sudah luar biasa meski masih perlu ditingkatkan.

Sales Eksekutif (SE) PT Pertamina Rayon Surakarta Adeka Sangtraga Hitapriya mengatakan meningkatnya pemasaran LPG non subsidi tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan dan kerjasama pihak pertamina dengan pihak terkait.

Diantaranya dengan jajaran Polres Klaten yang menimbulkan dampak positif. Sedangkan kendala yang terjadi dilapangan yakni sumber daya manusianya dan sikap konsumen. Meski demikian permasalahan ini masih terus dibahas dan memberikan pemahaman aturan.

Diceritakan, pemasaran LPG non subsidi di wilayah Kabupaten Klaten rutin dia monitor. Dalam pertemuan bulan Desember 2018 pemasaran LPG non subsidi ada pada angka 5 ribuan tabung. Namun sekarang telah meningkat menjadi 8900- an tabung.

Senada dikemukakan beberapa agen LPG 3 kilogram di Kabupaten Klaten. Menurut mereka peningkatan pemasaran LPG non subsidi dikarenakan adanya sosialisasi dan kerjasama dengan pihak lain. Seperti pengelola hotel, rumah makan dan UMKM beromset besar dan lain sebagainya.

“Tadinya mereka yang menggunakan LPG 3 kilogram namun setelah kami sosialisasikan dan pendekatan akhirnya mereka mau beralih ke non subsidi,” kata beberapa agen.

Pernyataan berbeda diungkapkan pangkalan LPG 3 kilogram di Kecamatan Jatinom. Ditemui di pangkalan miliknya di Desa Puluhan Kecamatan Jatinom, pemilik pangkalan menceritakan jika LPG 5,5 kilogram atau LPG Bright Gas yang bukan barang subsidi kurang laku dipasaran.

“Saya memang menjual LPG 5,5 kilogram. Tapi dalam dua minggu belum tentu ada yang laku terjual. Selagi masih ada LPG 3 kilogram, tetap saja warga pilih membeli itu. Harganya lebih murah dan selisihnya dengan yang 5,5 kilogram jauh sekali. Katakanlah satu tabung LPG 3 kilogram saya jual Rp 16.500 per tabung sedangkan yang tabung 5,5 kilogram saya jual Rp 70 ribu per tabung,” jelas pemilik pangkalan di Desa Puluhan Jatinom. (SM)



Rabu, 19 Jun 2019, 20:05:17 WIB Oleh : warjono 466 View
Kemudahan Berwakaf Secara Digital Jadi Kebutuhan Perbankan
Rabu, 19 Jun 2019, 20:05:17 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 711 View
Beban Sistem Zonasi Berada di Pundak Siswa
Rabu, 19 Jun 2019, 20:05:17 WIB Oleh : Nila Jalasutra 1649 View
PPDB Tanpa Legalisasi Akta Kelahiran dan KK

Tuliskan Komentar