atas1

Pemanfaatan Gas Bumi Perlu Pemerataan

Minggu, 25 Agu 2019 | 01:39:32 WIB, Dilihat 250 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Pemanfaatan Gas Bumi Perlu Pemerataan Talkshow PGN dalam rangkaian MocoSik Book & Music Festival 2019, Jumat (23/8/2019).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Kesehatan Kuda Terjaga, Jogja Kini Punya GrabAndong


KORANBERNAS.ID -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), subholding gas bumi di Indonesia, mempertegas pemanfaatan gas bumi yang semakin merata di berbagai wilayah di Indonesia. Perluasan penyebaran gas bumi sebagai energi pilihan yang baik bagi masyarakat pun telah sampai ke Yogyakarta, salah satunya melalui talkshow dalam rangkaian MocoSik Book & Music Festival 2019, Jumat (23/8/2019).

Sebagai gambaran, PGN mendukung penuh MocoSik sebagai even yang mendorong minat baca masyarakat sekaligus meningkatkan industri kreatif di Indonesia. Dukungan PGN terhadap festival MocoSik, merupakan langkah nyata perusahaan dalam menyebarkan energi baik untuk mendorong minat baca masyarakat serta mendukung industri kreatif di Tanah Air.

Group Head of Strategic stakeholder Management PGN Santiaji Gunawan mengatakan, gas bumi milik PGN telah dapat dirasakan oleh masyarakat Yogyakarta saat ini melalui produk yang bernama GasLink. Salah satu bentuk nyata pemanfaatan gas bumi adalah kerja sama dengan berbagai hotel yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta para pengusaha bakpia di Yogyakarta.

“Kami senang pada akhirnya kami dapat menyebarluaskan manfaat gas bumi di berbagai wilayah di Indonesia, terutama dalam hal ini di Yogyakarta. Kami berharap dengan kerja sama ini gas bumi yang terbukti aman, efisien, dan ramah lingkungan dapat memberikan nilai tambah bagi para pengusaha hotel, restoran, maupun usaha kecil seperti usaha bakpia,” kata Santiaji.

Menurut Santiaji, sebelumnya PGN telah bekerja sama dengan PHRI dalam pemanfaatan gas bumi dan penyediaan Information and Communication Technology (ICT) yang ditandai dengan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Untuk itu, perusahaan pun akan berkoordinasi dengan pihak PHRI di Yogyakarta untuk melakukan melakukan penyebaran gas bumi di sejumlah hotel dan restoran di daerah tersebut yang tergabung dalam PHRI.

Hingga periode Juni 2019, sekitar 370 hotel dan restoran telah dilayani gas bumi PGN yang menyebar di Jabodetabek, Cirebon, Medan, Palembang, Lampung, Surabaya, Sidoardjo, dan Batam.
Pelayanan di berbagai wilayah di Indonesia adalah salah satu bentuk nyata komitmen perusahaan  dalam memberikan layanan PGN 360 Degree Integrated Solution.

"Hal ini berarti PGN memberikan layanan pemanfaatan gas bumi mulai dari hulu hingga hilir," jelasnya.
 
Santiaji menambahkan, penyediaan gas bumi dilakukan oleh anak usaha PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka), kemudian penyediaan gas bumi dalam bentuk gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG), dan penyebarluasan Compressed Natural Gas (CNG) melalui jaringan pipa gas bumi yang tersebar di 19 kabupaten/kota di 12 provinsi.

PGN juga akan terus mengambil inisiatif untuk membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional. Untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan mewujudkan bauran gas bumi 22%, PGN menargetkan pembangunan jaringan distribusi gas sebanyak 4,7 juta sambungan hingga tahun 2025.

"Sebanyak 78.216 sambungan diharapkan dapat dibangun tahun ini," paparnya.

Saat ini PGN melalui anak perusahaannya PT Gagas Energi Indonesia telah menyalurkan gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) Yogyakarta untuk mencukupi kebutuhan tungku masak bakpia di CV Tugu Jogja Istimewa pada 2018 lalu. Bakpia Kukus Tugu Jogja merupakan pelanggan perdana bagi PGN di Yogyakarta.

Bagi Plant Manager Bakpia Kukus Tugu Jogja Ari Maryono, kehadiran PGN di Yogyakarta telah memberikan banyak keuntungan bagi unit usaha tersebut karena berkualitas, efisiensi pembakarannya tinggi, dan harganya kompetitif. Gas bumi juga mendukung dalam kampanye ramah lingkungan.

“Secara bisnis, penggunaan gas bumi untuk usaha kami dapat mengefisiensi pengeluaran biaya operasional. Seperti halnya kami dapat menghemat biaya produksi ketika kami memakai gas bumi karena harganya jauh lebih rendah dari bahan bakar lainnya,” kata Ari.(yve)



Minggu, 25 Agu 2019, 01:39:32 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 323 View
Kesehatan Kuda Terjaga, Jogja Kini Punya GrabAndong
Minggu, 25 Agu 2019, 01:39:32 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 300 View
Ekonomi Syariah Capai Kedaulatan Pangan
Sabtu, 24 Agu 2019, 01:39:32 WIB Oleh : Nila Jalasutra 218 View
Hidup Sehat dengan Jalan Sehat

Tuliskan Komentar