pelatih-atletik-diy-kesulitan-untuk-fokusPeserta aktif berdiskusi dalam menyusun program latihan. (Dwi Suyono/koranbernas.id)


dwi-suyono

Pelatih Atletik DIY Kesulitan untuk Fokus

SHARE

KORANBERNAS.ID—Pelatih atlet atletik di DIY saat ini sulit untuk bisa fokus. Kondisi ini disebabkan tidak berimbangnya jumlah pelatih, dengan jumlah atlet yang harus dilatih.

Berdasarkan data, jumlah pelatih atletik di DIY saat ini hanya 70 orang. Itupun sudah termasuk asistennya. Padahal, idealnya jumlah pelatih atletik sedikitnya 150 orang.


Baca Lainnya :

Ketua Persatuan Atletik DIY, Bambang Dewanjaya mengatakan, terbatasnya jumlah pelatih, menjadi kendala serius untuk mendorong prestasi atletik.

“Satu pelatih, harusnya hanya mengurus 2 hingga 3 atlet. Tapi di DIY, pelatih kami menangani 10 hingga 20 atlet. Ini sangat memberatkan,” kata Bambang, dalam acara “Pelatihan Pelatih Atletik Tingkat DIY yang berlangsung di Hotel Ruba Grha”, Kamis (13/12/2018).


Baca Lainnya :

PASI DIY, kata Bambang, terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan para pelatih atletik yang ada, sambil mencari para pelatih baru. Upaya ini dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya pelatihan.

Pihaknya juga mendesak, agar pemerintah daerah lebih serius dalam menangani potensi olahraga terutama atletik.

“Selain pelatih, kami juga menghadapi kendala fasilitas termasuk fasilitas latihan. Selain kualitas tempat berlatih, kami juga harus berbagi dengan cabor lain. Kami juga memandang perlu diperbanyak event sehingga dapat memacu gairah serta meningkatkan prestasi atlet,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama Aris Priyanto selaku pembicara mengemukakan, bahwa pelatihan ini menjadi penting untuk meningkatkan kemampuan pelatih yang ada serta meningkatkan potensi DIY sebagai daerah potensial bibit unggul atlet.

Pelatihan diikuti oleh 50 pelatih utusan dari Pengkab dan Pengkot serta para guru olahraga dari tingkat SD hingga SMU dan pelatih klub atletik serta atlet senior.

Materi yang disampaikan, diantaranya adalah berkaitan dengan teknik dan kemampuan memilih bibit atlet yang potensial, teknik pembinaan dan teori untuk mendorong prestasi atlet.l

Aris mengakui, sebagai Kota Pendidikan, DIY memiliki banyak pelajar yang nota bene merupakan bibit unggul dalam bidang atletik sehingga potensi ini dapat digarap secara maksimal. (SM)


TAGS:

SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini