atas1

Pelaku UMKM Curhat ke Sandiaga Uno
Mulai dari Beban Pajak, Ongkos Kirim yang Mahal hingga Masalah Perizinan

Minggu, 02 Des 2018 | 17:37:11 WIB, Dilihat 529 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Pelaku UMKM Curhat ke Sandiaga Uno Cawapres Sandiaga Uno menghadiri Dialog UMKM (Digital Marketers) Jogja, Minggu (02/12/2018), di Jalan Wonosari Km 8 Potorono Banguntapan Bantul. (istimewa)

Baca Juga : Kini Animasi Tak Lagi Mahal


KORANBERNAS.ID – Para pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) mengeluhkan beban pajak. Perusahaan yang mereka rintis baru saja lahir namun sudah disuruh membayar pajak yang dirasa cukup memberatkan.

Curhat ini mereka sampaikan langsung ke calon wakil presiden (Cawapres) Sandiaga Uno, saat menghadiri Dialog UMKM (Digital Marketers) Jogja, Minggu (02/12/2018), di Yoshugi Media Group Jalan Wonosari Km 8 No 79 Potorono Banguntapan Bantul.

Pada dialog bertema Kebangkitan UMKM Digital sebagai Jalan Wewujudkan Kemandirian Ekonomi Nasional kali ini, para pelaku UMKM Digital juga menyampaikan banyak masukan.

Setidaknya, terdapat tiga hal yang perlu memperoleh perhatian. Pertama, soal insentif pajak kepada UMKM pada dua tahun pertama. Kedua, ongkos kirim yang mahal. Ketiga, masalah perizinan dan SDM.

“Bagaimana pajak itu bisa menjadi salah satu insentif. Kalau bisa kita bebaskan perusahaan-perusahaan start up dari kewajiban membayar pajak pada dua tahun pertama,” ujar Sandi.

Mestinya UMKM diberikan kesempatan tumbuh dan berkembang lebih dulu.

Soal ongkos pengiriman yang mahal, Sandiaga Uno mengakui, banyak sekali UMKM Digital menjual produknya ke luar negeri. “Salah satu yang memberatkan mereka adalah ongkos pengiriman yang mahal,” ujarnya.

Megenai perizinan dan SDM yang merupakan masalah klasik UMKM, menurut Sandi, perlu dicarikan solusi.

“Kita perlu lebih sering duduk bersama UMKM Digital untuk membantu meningkatkan ekonomi mereka, ekonomi rakyat, sehingga kita bisa meningkatkan kemandirian ekonomi khususnya di era revolusi industri 4.0,” tambahnya.

Sandi mengatakan UMKM digital yang sekarang ini tumbuh dan berkembang di DIY merupakan tulang punggung penciptaan lapangan kerja di masa depan.

Sandi menegaskan, dirinya ingin fokus UMKM dan penciptaan lapangan kerja ketimbang membicarakan hal-hal yang justru merusak keutuhan bangsa.

“Ini adalah topik utama. Kalau kita ingin membuka lapangan kerja, UMKM ini gerbong utama. Kita dengar masukannya, kita beri solusi. Kita lakukan ini agar pilpres ke depan kita tidak bicara hal-hal yang memecah belah bangsa, tapi bicara untuk persatuan bangsa,” paparnya.

Contoh nyata dari pentingnya UMKM adalah saat Reuni 212 di Jakarta yang berlangsung damai, tenteram dan sejuk. Dari acara silaturahim itu para pelaku usaha pun memperoleh banyak manfaat.

“Hotel-hotel penuh. Alhamdulillah usaha kuliner terbantu. Silaturahim ini dimaknai sebagai perekat bangsa untuk merajut persatuan dan ukhuwah bangsa kita,” kata dia.

Sandi menegaskan, sejak hari ini sampai 130 hari ke depan dirinya sepakat menurunkan tensi politik. Sebagai gantinya, dia hanya akan bicara hal-hal yang sangat substantif yaitu masalah ekonomi, UMKM serta lapangan pekerjaan.

“Dua bulan lalu kita bicara masalah harga-harga yang melambung tinggi dan membebani, sekarang kita memfokuskan diri bagaimana membantu UMKM untuk menciptakan lapangan kerja,” ucap Sandi.

Kenapa UMKM? Menurut dia, karena UMKM memberikan kontribusi 97,7 persen bagi penyerapan lapangan kerja.

“60 persen ekonomi kita kontribusinya dari UMKM. Digital Marketing di Yogyakarta ini kontribusinya sudah bisa di atas 25 persen sampai 30 persen. Ini yang jadi fokus kita, bukan fokus lain yang mengacaukan agenda utama kita untuk mengangkat perekonomian bangsa,” kata Sandi. (sol)



Minggu, 02 Des 2018, 17:37:11 WIB Oleh : Sholihul Hadi 899 View
Kini Animasi Tak Lagi Mahal
Minggu, 02 Des 2018, 17:37:11 WIB Oleh : Prasetiyo 2422 View
KA Joglosemarkerto Resmi Meluncur
Sabtu, 01 Des 2018, 17:37:11 WIB Oleh : Sholihul Hadi 597 View
GAP Beri Layanan Periksa Kesehatan Gratis

Tuliskan Komentar