atas1

Pelajar Tak Lagi jadi Murid Tapi Inovator

Sabtu, 26 Okt 2019 | 11:52:21 WIB, Dilihat 297 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Pelajar Tak Lagi jadi Murid Tapi Inovator Inovasi kompor gas berbahan bakar oli bekas saat Expose Eksternal Sistem Pembelajaran Berbasis STEM di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Kamis (24/10/2019).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : BNPB Wadahi UMKM Terdampak Bencana


KORANBERNAS.ID -- Di era Revolusi Industri 4.0, peserta didik tidak hanya menjadi murid atau pembelajar pasif. Mereka harus mampu menjadi inovator dalam mengembangkan berbagai inovasi.

Untuk menjadi inovator saat ini bukan hal yang sulit. Dengan menggunakan konsep Science, Technology, Enginering and Mathematics yang dikembangkanPusat Pengemb angan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bidang Otomotif dan Elektronika (BOE) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, peserta didik didorong untuk memiliki kemampuan dalam berinovasi.

Konsep ini bisa diterapkan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Peserta didik di SMK yang biasaya cenderung belajar sebagai operator bisa belajar menjadi inovator.

"Banyak anak SMK yang cenderung jadi operator saja. Dengan konsep STEM, mereka bisa belajar mengembangkan inovasi," ujar Widyaiswara P4TK BOE Supono, SPd, SSt, MT dalam Expose Eksternal Sistem Pembelajaran Berbasis STEM di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Kamis (24/10/2019).

Menurut Supono, untuk meningkatan jumlah inovator di tingkat sekolah, konsep STEM mulai diterapkan di 34 sekolah di 11 provinsi. Diantaranya sekolah di DIY, Jateng, dan Jatim. Di DIY, konsep itu diterapkan di SMK Muhammadiyah 3 dan SMK Negeri 2 Yogyakarta.

"Diharapkan peserta didik bisa lebih mengeksplorasi pengetahuan mereka terhadap pendidikan era abad 21,” tandasnya.

Sementara Kepala SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Drs H Suprihandono MM mengungkapkan untuk menerapkan pembelajaran STEM, sekolah tersebut memberangkatkan 40 guru internal ke P4TK BEO di Malang. Para guru mengikuti pelatihan penerapan STEM dalam proses kegiatan belajar mengajara kepada siswa didiknya.

Pelatihan dikuti sejak April lalu. Hasilnya para guru dan murid bisa mengembangkan empat karya inovasi.Diantaranya pengembanan teknik sepeda motor yang menghasilkan kompor gas berbahan bakar oli bekas. Selain itu pembuatan mandrel atau alat bantu jepit mesin bubut.

"Teknik instalasi tenaga listrik berupa lampu taman otomatis dan dari teknik jaringan komputer menghasilkan antena penguat sinyal,” imbuhnya.(yve)



Sabtu, 26 Okt 2019, 11:52:21 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 199 View
BNPB Wadahi UMKM Terdampak Bencana
Sabtu, 26 Okt 2019, 11:52:21 WIB Oleh : Endri Yarsana 161 View
Diawali Puasa Tiga Hari, Bupati Ajak Warganya Salat Istisqa
Sabtu, 26 Okt 2019, 11:52:21 WIB Oleh : Sholihul Hadi 225 View
Cukup Banyak Santri Hidupnya Memprihatinkan

Tuliskan Komentar