atas1

Pedagang Dirikan Kios Darurat di Hutan Kota

Jumat, 26 Jul 2019 | 23:10:44 WIB, Dilihat 193 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Pedagang Dirikan Kios Darurat di Hutan Kota Kios darurat milik pedagang di kawasan Hutan Kota Sungkur Klaten. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Pedagang Pasar Buah Mengeluh Sepi Pembeli


KORANBERNAS.ID -- Pasar Buah Sungkur di Jalan Andalas yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten tahun 2018 ternyata belum mampu menampung seluruh pedagang dari Jalan Bali.

Akibatnya beberapa pedagang terpaksa mendirikan kios darurat di kawasan Hutan Kota Sungkur.

Praktis kondisi itu pun mengundang tanda tanya banyak pihak. Apalagi pendirian kios darurat diduga belum minta izin Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Klaten.

Sutarto, warga Desa Sekarsuli Kecamatan Klaten Tengah ditemui di Hutan Kota Sungkur menilai pemindahan pedagang dari tempat lama di Jalan Bali ke pasar buah Sungkur terkesan tergesa-gesa.

"Kesannya terlalu tergesa-gesa dipindahkan ke sini. Tempatnya saja belum mampu menampung semua kok sudah dipindah. Kalau seperti ini (ada yang jualan di pasar buah dan ada di hutan kota) artinya ada diskriminasi di antara pedagang. Meski mereka juga akan dipindahkan setelah ada tempat di pasar buah," katanya.

Pengamatan di lapangan ada tujuh unit kios darurat berdiri di kawasan Hutan Kota Sungkur yang lokasinya persis di samping pasar buah.

Mereka mengaku terpaksa mendirikan kios darurat di sana karena belum punya tempat di Pasar Buah Sungkur.

"Tahun ini informasinya dibangun lagi dan setelah rampung kami akan dipindahkan ke sana (Pasar Buah Sungkur)," kata Ny Sumanto.

Ny Sumanto merupakan seorang di antara puluhan pedagang pasar buah yang direlokasi dari Jalan Bali samping Kantor Pegadaian Jalan Pemuda Klaten Tengah.

Meski namanya pasar buah namun Ny Sumanto sehari-hari berjualan pakaian.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Klaten,  Bambang Sigit Sinugroho, saat dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan Pasar Buah Sungkur yang dibangun tahun 2018 mampu menampung 48 pedagang.

Karena jumlah pedagang di Jalan Bali ada 94 orang maka kekurangannya akan dibangun tahun ini.

"Tahun ini kami lanjutkan pembangunannya dengan anggaran Rp 500 juta. Sudah selesai lelang kok," kata Bambang Sigit.

Setelah pembangunan tahap dua tahun ini ditargetkan selesai dan seluruh pedagang yang dulu berjualan di Jalan Bali ditampung di pasar buah Sungkur, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM merencanakan merelokasi seluruh pedagang di Jalan Irian ke kawasan Sungkur juga.

Bahkan tempat penampungan sampah  (TPS) sementara yang ada persis di belakang Pasar Buah Sungkur direncanakan dipindahkan ke TPS di sebelah rusunawa dekat Taman Lampion Klaten Utara. (sol)



Jumat, 26 Jul 2019, 23:10:44 WIB Oleh : Masal Gurusinga 816 View
Pedagang Pasar Buah Mengeluh Sepi Pembeli
Jumat, 26 Jul 2019, 23:10:44 WIB Oleh : Sari Wijaya 235 View
Anak Autis dari 34 Provinsi Unjuk Kebolehan di Bantul
Jumat, 26 Jul 2019, 23:10:44 WIB Oleh : Sari Wijaya 187 View
Bantul Ekspo Resmi Dibuka, Berlangsung Sebelas Hari

Tuliskan Komentar