atas1

Para Pecatur Dunia Berebut Gelar Master di Yogyakarta

Jumat, 14 Jun 2019 | 18:33:46 WIB, Dilihat 301 Kali - Oleh Rosihan Anwar

SHARE


Para Pecatur Dunia Berebut Gelar Master di Yogyakarta Turnamen catur internasional, JAPFA Grand Master and Woman Grand Master Chess Tournament berlangsung di Yogyakarta 13-21 Juni 2019. (rosihan anwar/koranbernas.id)

Baca Juga : Tiap Selasa Wage Ditutup, Malioboro Istirahat


KORANBERNAS.ID -- Untuk kali pertama, Yogyakarta memperoleh kehormatan sebagai tuan rumah kejuaraan catur berlevel internasional yaitu JAPFA Grand Master and Woman Grand Master Chess Tournament 2019.

Lewat turnamen tahunan ini, sejumlah pecatur Tanah Air dan mancanegara bersaing mencari nilai elo rating agar dapat merebut gelar International Master (IM) atau bahkan Grand Master (GM).

Bertempat di Grand Inna Garuda Hotel Yogyakarta, kejuaraan yang dibuka oleh Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto ini diikuti 24 pecatur dunia dari sembilan negara plus tuan rumah Indonesia.

Utut Adianto berharap kejuaraan catur yang digelar 13-21 Juni 2019 itu dapat mendongkrak nilai elo rating dan sekaligus norma para pecatur Indonesia yang turun pada turnamen Japfa tersebut.

“Ini kan ada enam pecatur putra dan enam pecatur putri yang ikut di Grand Master (GM) dan Woman Grand Master (WGM). Kami berharap para pecatur kita bisa memperoleh norma Grand Master atau pun Master Internasional,” ujarnya, Kamis (13/6/2019) sore.

Utut menyebutkan ada dua pecatur Tanah Air yang sudah tiga kali menyandang norma GM tapi belum mencapai elo rating yang dipersyaratkan untuk menyandang gelar GM.

“Ada dua pecatur kita yang sudah tiga kali GM norma, yaitu Sean Winshand dan Novendra. Kami berharap lewat kejuaraan ini, keduanya bisa benar-benar menyandang gelar GM,” tutur anggota DPR yang juga seorang GM dan legenda catur Indonesia kepada koranbernas.id.

Sementara itu, Rachmat Indrajaya selaku Corporate Affairs Director PT JAPFA Comfeed Indonesia yang menjadi penyelenggara kejuaraan, berharap lewat turnamen yang digelar rutin setiap tahunnya itu, JAPFA dan PB Percasi dapat menelurkan lebih banyak lagi pecatur-pecatur Indonesia yang menyandang norma MI atau bahkan gelar GM catur.

“Kita berharap tidak hanya Susanto Megaranto dan Mbak Medina (Warda Aulia) yang bisa jadi GM. Kita berharap pecatur-pecatur muda lainnya seperti Novendra, Sean dan Chelsie juga bisa menjadi GM. Itu harapan kami,” kata dia.

Dengan menggunakan sistem Swiss 9 Babak, turnamen JAPFA GM & WGM Chess Tournament tahun ini mengundang sejumlah pecatur dengan nilai elo rating yang tinggi seperti GM Dimitry Kokarev asal Rusia dengan elo rating 2.609, GM Ivan Sokolov dari Belanda dengan nilai 2.595 poin dan GM Susanto Megaranto pecatur Tanah Air yang memiliki elo rating 2.548 poin.

Sementara di sektor putri ada sosok MI Sophie Milliet asal Perancis dengan nilai elo 2.415 poin, WGM Gong Qianyun asal Singapura dengan nilai elo 2.381 serta WGM Medina Warda Aulia yang berelo rating 2.375 poin. (sol)



Kamis, 13 Jun 2019, 18:33:46 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 685 View
Tiap Selasa Wage Ditutup, Malioboro Istirahat
Kamis, 13 Jun 2019, 18:33:46 WIB Oleh : Rosihan Anwar 340 View
Diprediksi Aman, DIY Tak Respons Berlebihan Sidang MK
Kamis, 13 Jun 2019, 18:33:46 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1324 View
Wedhus Gembel Merapi Bisa Meluncur Lebih Jauh, Jika Kali Gendol Terus Dikeruk

Tuliskan Komentar