atas1

Para Gadis Perlu Pahami Ini

Senin, 16 Jul 2018 | 09:40:41 WIB, Dilihat 865 Kali - Oleh Prasetiyo

SHARE


Para Gadis Perlu Pahami Ini Peserta seminar kesehatan pranikah berfoto bersama narasumber di Aula Dinsosdalduk KB,PP dan PA Kabupaten Purbalingga, Minggu (15/07/2018). (prasetiyo/koranbernas.id)

Baca Juga : Tahu Susu Bermanfaat Tangkal Kerusakan Sel


KORANBERNAS.ID -- Selama ini banyak  gadis di Purbalingga yang menikah tanpa bekal ilmu kesehatan cukup. Akibatnya, banyak ditemui permasalahan saat kehamilan dan persalinan, salah satunya kematian ibu dan anak.

Masyarakat khususnya perempuan perlu memahami pentingnya kesehatan reproduksi. "Para gadis di Purbalingga harus paham betul sedini mungkin pentingnya kesehatan reproduksi ini, agar pada saatnya menikah nanti sudah paham apa yang harus dilakukan," tegas Wahyulin Aprilia S Tr Keb pada seminar kesehatan pranikah.

Seminar bertema Persiapanmu Kini, Investasi Masa Depanmu Nanti itu berlangsung di di Aula Dinas Sosial,Pengendalian Penduduk,Keluarga Berencana,Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosdalduk KB,PP dan PA) Kabupaten Purbalingga, Minggu (15/7/2018).

Seminar diikuti 100 peserta, semuanya wanita remaja. Ikut tampil pula sebagai pembicara  , juara pertama duta Genre jalur masyarakat Kabupaten Purbalingga tahun 2018, Widyaning Dara Utami S Tr Keb dan Kepala Puskesmas Kecamatan Mrebet Purbalingga, drg Rahayu Puji Astuti.

Di sela-sela kegiatan seminar, setiap peserta dicek kesehatannya,  periksa tinggi badan, berat badan, ukur lingkar lengan atas, pemeriksaan tekanan darah, menghitung indeks masa tubuh, menghitung masa subur perempuan dan sebagainya.

Petugas yang terlibat melakukan pemeriksaan secara gratis itu,  dari Juara Purbalingga, yakni komunitas yang bergerak di bidang kesehatan remaja di Purbalingga.

Wahyulin Aprilia, juara pertama duta Genre putri jalur pendidikan Kabupaten Purbalingga tahun 2018 menegaskan, usia ideal menikah menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) minimal 21 tahun untuk perempuan, dan 25 tahun untuk laki-laki.

“Pada usia kurang dari 21 tahun banyak sekali risiko yang akan terjadi pada perempuan,” kata alumni program studi Kebidanan Universitas Gadjah Mada ini.

Seperti, keguguran, pre-eklampsia, eklampsia, infeksi, anemia, kanker mulut rahim, kelahiran prematur, kesulitan persalinan, persalinan dengan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR), kematian bayi dan kelainan bawaan.

Widyaning Dara Utami menambahkan, para remaja harus memahami betul hal-hal apa saja yang harus dilakukan  untuk mempersiapkan pranikah. (sol)  



Jumat, 13 Jul 2018, 09:40:41 WIB Oleh : Prasetiyo 605 View
Tahu Susu Bermanfaat Tangkal Kerusakan Sel
Tuliskan Komentar