atas1

Panitia Kewalahan, Pendaftar Kades Ini Membludak

Minggu, 27 Jan 2019 | 17:16:17 WIB, Dilihat 3273 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Panitia Kewalahan, Pendaftar Kades Ini Membludak Bakal calon Kades Sukorini Kecamatan Manisrenggo, Triono, ST saat mendaftar di Sekretariat Panitia Pilkades Sukorini pekan lalu. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Cerita Cinta Sekar Pembayun Bikin Penasaran


KORANBERNAS.ID -- Panitia pemilihan kepala desa (pilkades) tahap pertama tahun 2019 Kabupaten Klaten terpaksa menggelar seleksi tambahan karena banyaknya pendaftar di satu desa. Seleksi tambahan itu tidak bisa dihindari karena ketentuan minimal pendaftar di satu desa adalah 2 balon dan maksimal 5 balon seperti tertuang dalam Permendes Nomor 112 Tahun 2014 dan Perda Kabupaten Klaten Nomor 2 Tahun 2016.

Beberapa desa yang jumlah balon kadesnya lebih dari 5 orang diantaranya Desa Jotangan Kecamatan Bayat dengan 16 balon (terbanyak), Dengkeng Kecamatan Wedi 13 balon, Padas Kecamatan Karanganom 11 balon, Logede Kecamatan Karangnongko 9 balon, Jetis Kecamatan Juwiring 8 balon, Gedong Jetis Kecamatan Tulung 8 balon, Pesu Kecamatan Wedi 7 balon, Ngerangan Kecamatan Bayat 6 balon, Knaiban Kecamatan Juwiring 6 balon, Desa Glagahwangi dan Desa Sidoharjo Kecamatan Polanharjo masing-masing 6 balon.

Karena di beberapa desa balon kades yang mendaftar melebihi ketentuan maka panitia pilkades harus mengadakan seleksi tambahan yang telah ditentukan jadwalnya. Seleksi tambahan bagi desa yang balonnya lebih dari 5 orang diawali dengan pengumpulan berkas balon kades yang ikut seleksi tambahan, penilaian hasil pembobotan, pengalaman, usia dan pendidikan pada 8 Februari hingga 2 Maret, pengumuman hasil akumulasi nilai pembobotan pada 13 Februari.
 
Panitia pilkades melakukan kerjasama dengan lembaga perguruan tinggi mengadakan ujian tertulis bila diurutan kelima sama nilainya pada 14 Februari hingga 1Maret, panitia pilkades menempelkan hasil nilai pembobotan ditempat pelaksanaan ujian pada 2 Maret dan mengumumkan nama balon yang telah ditetapkan dan pengundian nomor urut pada 4 Maret.

Sedangkan desa yang memiliki 2 balon sangat banyak jumlahnya. Sebab ketentuan pilkades kali ini menyebutkan jika minimal calon adalah 2 orang. Menariknya, tidak sedikit desa yang balonnya suami dan istri atau kakak dan adik. Itu terjadi karena figur yang muncul di desa tersebut hanya satu orang.

"Di Desa Krecek Kecamatan Delanggu yang mendaftar dua orang yakni Pak Kukuh Harsana dan Vivin Irawati," kata Ketua Panitia Pilkades Krecek, Slamet, Minggu (27/1/2019).

Kukuh Harsana adalah Kades Krecek (petahana), sedangkan Vivin Irawati adalah sang istri. Karena calonnya ada 2 orang maka ketentuan pilkades telah memenuhi syarat.

Selain itu, di Desa Wangen Kecamatan Polanharjo kata Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Polanharjo Rasidi juga ada 2 balon dimana Pjs Kades Mashudi mengajak sang istri Endah Nurul Huda untuk bersama-sama maju dalam pilkades 13 Maret mendatang. Itu dilakukan karena figur yang muncul saat penjaringan balon kades ha7 satu orang.

 Begitu juga yang terjadi di Desa Jeblog Kecamatan Karanganom dimana Kades Henry Prakoso (petahana) terpaksa mengajak sang adik  untuk bertarung dalam pilkades 13 Maret mendatang agar ketentuan minimal 2 calon terpenuhi. (yve)



Sabtu, 26 Jan 2019, 17:16:17 WIB Oleh : Nila Jalasutra 859 View
Cerita Cinta Sekar Pembayun Bikin Penasaran
Sabtu, 26 Jan 2019, 17:16:17 WIB Oleh : Nanang WH 503 View
Sehari Menghilang Lansia Ditemukan Meninggal
Sabtu, 26 Jan 2019, 17:16:17 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1200 View
Program S3 Jangan Hanya di Awang-awang

Tuliskan Komentar