atas1

Ngrasani Guru dan Sebar ke Medsos, Bisa Terjerat UU ITE

Senin, 12 Agu 2019 | 21:44:41 WIB, Dilihat 422 Kali - Oleh Prasetiyo

SHARE


Ngrasani Guru dan Sebar ke Medsos, Bisa Terjerat UU ITE Siswa SMPN 3 Purbalingga antusias mengikuti penyuluhan dalam program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Senin (12/8/2019). (Prasetiyo/koranbernas.id)

Baca Juga : Wajah Baru Dominasi Anggota DPRD Kebumen


KORANBERNAS.ID--Melalui kegiatan “Jaksa Masuk Sekolah”, Kejaksaan Negeri (Kejari) Purbalingga memberikan penyuluhan hukum soal bahaya perundungan, Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta narkotika, kepada pelajar SMPN 3 Purbalingga, Senin (12/8/2019). Para siswa antusias mengikuti penyuluhan hukum tersebut.

“Kami melakukan penyuluhan soal hukum, agar para pelajar mengenali hukum dan menjauhkan hukuman. Materi penyuluhan ini, di antaranya soal UU ITE dan perundungan. Kita harus bijak menggunakan sosial media. Gunakan internet untuk hal-hal positif," ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Purbalingga, Budhi Santosa, SH yang didampingi Agung Prasetyo Jati, SH, jaksa fungsional bidang intelijen Kejari Purbalingga.

Agung Prasetyo Jati menambahkan, para pelajar SMPN 3 Purbalingga harus memahami UU ITE. Pelanggaran UU ITE, misalnya memotret teman, kemudian gambarnya dicrop atau diedit seperlunya, kemudian di share ke media sosial, seperti facebook, instagram, whatsapp, Line, Telegram dan sebagainya.

Perbuatan melanggar UU ITE lainnya, contohnya, melakukan teror, menyebarkan ujaran kebencian dan sebagainya.

Termasuk ngrasani guru dan teman dengan tidak berdasar, kemudian dishare di medsos, itu juga pelanggaran. Ada sanksi hukum yang bisa menjerat bagi pelanggar UU ITE itu,” ujar Agung Prasetyo Jati.

Selain tentang UU ITE, para pelajar juga mendapatkan penyuluhan soal bahaya narkotika dan hukumannya.

“Saya meminta para siswa sebagai generasi muda penerus bangsa, tidak terjerat narkotika,” pinta Agung Prasetyo Jati.

Program Jaksa Masuk Sekolah tersebut merupakan program tahunan dari bidang intelijen Kejaksaan RI untuk melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah.

Dalam kesempatan itu, pihak Kejari Purbalingga yang melakukan penyuluhan dengan mobil khusus bernopol R 9565 DC, juga melakukan sosialisasi soal profesi jaksa. Ini untuk mengenalkan sejak dini soal tugas dan profesi jaksa kepada para pelajar.

Kepala SMPN 3 Purbalingga Subarno, S.Pd mengapresiasi penyuluhan hukum soal UU ITE, perundungan dan narkotika kepada para anak didiknya. Ia juga berharap para sisawa memahami soal perundungan dan tidak terjerat narkotika.

“Sehingga anak didik kami mendapat wawasan soal bentuk-bentuk bullying, dasar hukumnya soal apa, sanksinya seperti apa. Juga soal penyalahgunaan narkotika,” katanya.(SM)



Senin, 12 Agu 2019, 21:44:41 WIB Oleh : Nanang WH 662 View
Wajah Baru Dominasi Anggota DPRD Kebumen
Senin, 12 Agu 2019, 21:44:41 WIB Oleh : Prasetiyo 565 View
Demi Gapura, Warga Banjarsari Rela Tidak Tidur
Senin, 12 Agu 2019, 21:44:41 WIB Oleh : W Asmani 334 View
Insiden Listrik Padam Kacaukan Lomba Tari Dolalak

Tuliskan Komentar