atas1

Nasib Driver Ojol: Sepi Order, Luput dari Penerima Bantuan

Kamis, 14 Mei 2020 | 12:14:42 WIB, Dilihat 1156 Kali
Penulis : W Asmani
Redaktur

SHARE


Nasib Driver Ojol: Sepi Order, Luput dari Penerima Bantuan Para pengemudi ojol yang mangkal di utara Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP). (w asmani/koranbernas.id)

Baca Juga : Penderita Covid-19 di Kebumen Bertambah Dua


KORANBERNAS.ID, PURWOREJO – Sepi order. Dua kata itu selalu melakat pada pengemudi ojek online (ojol) di masa pandemi Corona ini. Kondisi itu juga dialami Supri, pengemudi ojol yang biasa mangkal di sekitar RSUD dr Tjitrowardojo, Purworejo.

"Saya bisa memperoleh order dari pesanan makanan dan pengantar barang," kata Supri kepada  koranbernas.id, beberapa hari lalu,

Meski hanya bisa mendapatkan order pesanan makanan atau mengantar barang, paling hanya dua sampai tiga kali dalam sehari. Supri bahkan sering tanpa mendapat order seharian.

“Setiap kali order upahya rata- rata Rp. 8.000. Upah tersebut masih kotor, dan saya harus mengisi bensin serta membeli paket data untuk operator Telkomsel," tutur Supri.
 

Sepinya order membuat Supri tak bisa mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Untuk memenuhi kebutuhan pribadinya saja tak cukup, apalagi untuk kebutuhan rumah tangganya.

"Pekerjaan saya hanya pengemudi ojek online saja. Saat penghasilan menurun, saya kebinggungan untuk membayar cicilan motor," ujar bapak satu anak tersebut.
 

Walaupun perusahaan leasing memberikan kemudahan, lanjutnya, namun kemudahan tersebut dianggapnya memberatkan. Angsuran memang menurun, tetapi tenor (masa kreditnya) diperpanjang. "Kalau ditotal, angsuran yang baru kali jumlah angsuran, semakin besar. Saya keberatan," katanya.
 

Dalam situasi sulit ini Supri mengaku belum pernah mendapatkan bantuan apapun, baik dari perseorangan maupun dari pemerintah.

Keluhan yang sama juga disampaikan para pengemudi ojek online yang mangkal di utara Univertas Muhammadiyah Purworejo (UMP), saat dijumpai koranbernas.id, Rabu (13/5/2020). Setyobudi (28), seorang pengemudi ojek online yang tinggal di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, mengaku sepi order sejak pandemi Covid-19.

 

Pria asli dari Kebumen dan menikah dengan istri yang berasal dari Kecamatan Purwodadi Purworejo ini biasa mangkal di seputaran UMP. Budi, panggilan akrabnya, mengaku penghasilanya menurun tajam selama pandemi Covid-19.
 

"Dalam masa pandemi ini order penumpang menurun drastis. Kami mengandalkan order makanan dan pengantaran barang. Dalam bulan suci ramadhan, oder makanan ramai pada sore hari saat menjelang berbuka puasa saja," paparya.

Dia pun mengaku penghasilan dari ngojek tidak mencukupi kebutuhannya. Ia juga mengaku belum mendapatkan bantuan apapun. “Saya berusaha mensiasati hal ini, agar kebutuhan keluarga bisa tercukupi," tutur bapak satu anak itu.

Beda lagi dengan Jaynudin (28) yang akrab disapa Jay. Pria asal desa Pakem, Kecamatan Gebang, Purworejo ini harus lebih berhemat dalam situasi pandemi Covid-19. "Dulu sebelum pandemi penghasilan lumayan bagus, sehingga untuk makan saya bisa beli. Namun sekarang, untuk buka puasa memilih pulang ke rumah, karena penghasilan menurun drastis," ungkapnya.

 

Pria lajang tersebut harus menanggung dan mengurusi ibunya yang sudah renta. "Ibu saya mendapat bantuan pemerintah berupa PKH, tetapi untuk saya tidak. Ya mungkin orang lihatnya saya orang mampu, karena ada sepeda motor bagus walaupun kreditan, dan punya handphone bagus," terang Jay yang sudah 1 tahun berprofesi sebagai pengemudi ojol.
Menurut dia, pengemudi ojol memang harus memiliki sepeda motor minimal keluaran tahun 2015 dan smartphone yang memadai untuk menunjang persyaratan dan kelancaran pekerjaan.

Ahmad Muntaha (30), pengemudi ojol asal Desa Kemejing, Kecamatan Loano, Purworejo juga merasakan dampak pandemi Virus Corona itu. "Pandemi ini berdampak sekali terhadap penghasilan saya. Hari ini bahkan saya belum dapat order sama sekali," aku bapak dari satu anak ini.

Ahmad mengaku hanya mendapat satu atau dua order dalam sehari. "Jelas tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Ahmad juga mengaku belum mendapat bantuan dari pihak manapun. "Saya kalau mendapat bantuan ya terima kasih. Jika tidak, ya tidak apa-apa. Mau minta kan ya tidak pantas," katanya.

Ia berharap pandemi Covid-19 segera berlalu. "Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu, agar ekonomi kembali pulih," ujar Ahmad yang diamini kedua temannya. (eru)



Rabu, 13 Mei 2020, 12:14:42 WIB Oleh : Nanang WH 357 View
Penderita Covid-19 di Kebumen Bertambah Dua
Rabu, 13 Mei 2020, 12:14:42 WIB Oleh : Sholihul Hadi 328 View
Bansos Covid-19 Senilai Rp 203 Miliar Dibagikan Mulai Sabtu
Rabu, 13 Mei 2020, 12:14:42 WIB Oleh : Sholihul Hadi 151 View
DPRD DIY Cek Wilayah Perbatasan

Tuliskan Komentar