atas

Muhammadiyah Serukan Rekonsiliasi Nasional

Kamis, 18 Apr 2019 | 15:05:47 WIB, Dilihat 361 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Muhammadiyah Serukan Rekonsiliasi Nasional Konferensi pers PP Muhammadiyah, Kamis (18/4/2019). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Ini Alasan Pangdam Pantau Pemilu di Sleman


KORANBERNAS.ID – Menyikapi kondisi masyarakat pasca-Pemilu 2019 yang seolah-olah masih terbelah di antara dua kubu pasangan calon presiden (capres), Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyerukan seluruh elemen bangsa Indonesia untuk melakukan rekonsiliasi nasional.

Seruan itu disampaikan langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir M Si dalam konferensi pers di Kantor PP Muhammadiyah Jalan Cik Di Tiro Yogyakarta, Kamis (18/4/2019).

“Rekonsiliasi nasional ini kita dorong ke alam berpikir bahwa pesat sudah selesai, pertandingan sudah selesai, maka kembali menjadi satu bangsa. Seluruh warga dan elite bangsa coba ktia satukan kembali. Pilihan politik jangan sampai mengganggu bangsa yang majemuk,” ujar Haedar Nashir.

Lebih lanjut, didampingi Dr Agung Danarto, Noordjannah Djohantini MM MSi serta M Busyro Muqoddas SH M Hum, Haedar menyampaikan tradisi Muhammadiyah adalah silaturahim.

Selain siap melakukan inisiasi dengan menjadi mediator silaturahim nasional, dia juga sangat berharap silaturahim di antara pendukung pasangan 01 dan 01 terjadi secara alamiah.

“Ini kepercayaan bagi Muhammadiyah, karena jujur bangsa ini potensi rukunnya lebih besar. Selalu ada jalur konstitusi dan jalur kultural kami tawarkan terutama bermusyawarah dalam politik,” ujarnya.

Agung Danarto saat membacakan pernyataan yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir M Si dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Dr H Abdul Mu’ti M Ed, menyatakan rasa syukur atas berkah Allah SWT serta ihtiar seluruh komponen bangsa Indonesia, Pemilihan Umum Rabu 17 April 2019 terselenggara dengan baik.

“PP Muhammadiyah menyampaikan selamat kepada seluruh rakyat Indonesia, penyelenggara pemilu, dan semua pihak yang telah berpartisipasi, melayani, mendukung, mengamankan pelaksanaan Pemilu 17 April sehingga berjalan lancar, tertib, gembira, aman, dan damai. Terselenggaranya Pemilu 17 April merupakan kemenangan dan bukti kedewasaan politik bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Melalui pernyataan yang berisi sepuluh poin itu, PP Muhammadiyah juga mengajak seluruh masyarakat hendaknya kembali aktivitas sesuai profesi dan tugas masing-masing dengan tetap menjaga kerukunan, persatuan, dan saling bekerjasama untuk kemajuan bangsa.

“Hampir satu tahun rakyat Indonesia terlibat dalam proses Pemilu 2019, karenanya diperlukan recovery atau pemulihan sekaligus kerja-kerja produktif untuk meraih kemajuan bagi masa depan Indonesia yang semakin banyak tantangan,” kata Agung Danarto.

Selain itu, dia juga mengajak seluruh elite bangsa untuk memberikan teladan yang baik dalam menciptakan ketenangan dan kedamaian di tubuh bangsa Indonsia pasca-pemilu.

Kepada para pemimpin dan masyarakat Muslim dihimbau untuk melakukan islah, memelihara ketertiban bersama, dan meningkatkan ukhuwah,” tambahnya.

Sebagai kekuatan mayoritas, persatuan umat Islam adalah faktor penting yang menentukan persatuan bangsa.

“Kepada semua elemen bangsa dari berbagai latarbelakang hendaknya mengutamakan persatuan nasional sebagai spirit kolektif berbangsa dan bernegara yang tidak terpengaruhi oleh polarisasi dan pilihan politik yang berbeda,” ucap Agung Danarto.

Muhammadiyah memandang perlunya dilakukan rekonsiliasi nasional untuk tegaknya kedaulatan dan persatuan Indonedia. (sol)



Rabu, 17 Apr 2019, 15:05:47 WIB Oleh : Nila Jalasutra 427 View
Ini Alasan Pangdam Pantau Pemilu di Sleman
Rabu, 17 Apr 2019, 15:05:47 WIB Oleh : Sari Wijaya 337 View
Masuk TPS Rutan Bantul Layaknya Resepsi
Rabu, 17 Apr 2019, 15:05:47 WIB Oleh : Sholihul Hadi 397 View
Bawaslu DIY Akui Banyak Protes Saat Coblosan

Tuliskan Komentar