atas1

Minat Belajar ke Belanda Meningkat, Ini Lulusannya

Kamis, 12 Sep 2019 | 01:24:51 WIB, Dilihat 312 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Minat Belajar ke Belanda Meningkat, Ini Lulusannya Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Lambert Grijns dan Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl menyampaikan paparan dalam Peringatan 20 tahun Beasiswa StuNed, Rabu (11/9/2019). (istimewa)

Baca Juga : Tari Dolalak Massal Libatkan 5 Ribu Penari


KORANBERNAS.ID -- Belajar ke luar negeri nampaknya semakin banyak diminati. Belanda menjadi salah satu negara yang banyak diincar para pencari beasiswa.Pemerintah Belanda bahkan saat ini sudah memiliki 4.619 alumni asal Indonesia dari program beasiswa StuNed. Mereka banyak bergiat di berbagai bidang dan tersebar di berbagai daerah.

"Inu menandakan beasiswa adalah hasil nyata yang tidak hanya mengutamakan jumlah alumni namun juga dampak yang dihasilkan dari program ini," papar Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Lambert  Grijns pada acara peringatan 20 tahun Beasiswa StuNed, Rabu ((11/9/2019). Acara dihadiri Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, juga para tokoh  pendidikan seperti  Wardiman Djojonegoro dan sekitar 300 alumni StuNed dari berbagai angkatan.

Menurutnya, para alumni StuNed tersebut membuktikannya dengan berbagai kiprah, posisi strategis dan juga karya-karya nyata yang telah dihasilkan bagi Indonesia dan juga untuk lebih eratnya kerjasama bilateral Belanda dan Indonesia. StuNed adalah satu-satunya beasiswa bilateral dari pemerintah Belanda.  

Hal ini menunjukkan konsistensi tak putus dari pemerintah Belanda untuk berperan serta dalam membangun keunggulan manusia Indonesia di berbagai bidang. Diantaranya kepastian dan penegakan hukum, ketahanan pangan, pengelolaan air, iklim investasi, dan kesehatan masyarakat.

"StuNed adalah hasil nyata dari hubungan yang sangat erat antara Belanda dan Indonesia. Sejak diluncurkan pada tahun 2000 StuNed telah berperan aktif dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang memprioritaskan pada pembangunan sumber daya manusia. StuNed adalah jembatan kedua negara," paparnya.

Peter van Tuijl mengungkapkan, alumni StuNed merupakan bukti nyata dampak yang dihasilkan dari program ini beasiswa ini. Berbagai posisi strategis baik di organisasi pemerintah, NGOs, swasta dan perguruan tinggi dipercayakan kepada para alumni StuNed. Giri Supradiono, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Publik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Munafrizal Mana.

Selain itu Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Neil Semuel Rupidara, Rektor Universitas Kristen Satya Wacana, adalah beberapa alumni StuNed yang kini memiliki posisi strategis di berbagai bidang.

Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl mengatakan ini lah saatnya alumni StuNed memainkan peran pentingnya sebagai ujung tombak kerjasama bilateral yang berdampak dan saling menguntungkan bagi kedua negara Belanda dan Indonesia. Apalagi Nuffic Neso Indonesia sebagai organisasi pengelola beasiswa StuNed berkomitmen untuk lebih menjajaki peluang-peluang kerjasama dengan berbagai organisasi pemerintah, pendidikan tinggi, pihak swasta dan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia.

"Kerjasama untuk mengembangkan StuNed menjadi progam yang lebih relevan dengan berbagai tantangan lokal maupun global," imbuhnya.(*/yve)



Rabu, 11 Sep 2019, 01:24:51 WIB Oleh : W Asmani 592 View
Tari Dolalak Massal Libatkan 5 Ribu Penari
Rabu, 11 Sep 2019, 01:24:51 WIB Oleh : Prasetiyo 367 View
Petugas BNN Periksa Pupil Mata Pelajar
Rabu, 11 Sep 2019, 01:24:51 WIB Oleh : Prasetiyo 298 View
Mahasiswa Unperba Dibekali Bela Negara

Tuliskan Komentar