atas1

Mimpi Indonesia 2045 Jadi Lumbung Pangan Dunia

Senin, 15 Jul 2019 | 20:00:20 WIB, Dilihat 659 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Mimpi Indonesia 2045 Jadi Lumbung Pangan Dunia Dr Ir Momon Rusmono MS Bimtek Penyuluhan Pertanian, Minggu (14/7/2019) di Indoluxe Hotel, Yogyakarta. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Ratusan Guru Dibekali Wawasan Kebangsaan


KORANBERNAS.ID -- Dalam mendukung gerakan membangun korporasi petani dan Pos Penyuluhan Desa (PosLuhDes) di seluruh Indonesia, Pusat Penyuluhan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyuluhan Pertanian, Minggu (14/7/2019), di Indoluxe Hotel Yogyakarta.

Diikuti 250 orang penyuluh pendamping Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP), pengelola PosLuhDes, Penyuluh Swadaya dan Penyuluh Swasta, kegiatan itu berlangsung tiga hari.

Bimtek tersebut sekaligus mengangkat dua tema yaitu Bimbingan Teknis Korporasi Petani Bagi Penyuluh Pertanian Pendamping dan Pertemuan Peningkatan Kapasitas Posluhdes dalam Pengembangan Penyuluh Pertanian Swadaya dan Swasta.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dr Ir Momon Rusmono MS saat membuka acara itu menyampaikan, Kementerian Pertanian mencoba menterjemahkan nawa cita yang menjadi prioritas pemerintah.

“Kita harus punya visi mewujudkan kedaulatan pangan, tapi bukan kedaulatan pangan saja tetapi kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Karena kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

Dia sering berpesan kepada para penyuluh agar memiliki militansi demi kesejahteraan petani. Kedaulatan pangan menjadi tidak bermakna jika para petani tidak bisa sejahtera.

“Pemerintah melalui Kementerian Pertanian punya mimpi Indonesia pada 2045 menjadi lumbung pangan dunia," tandasnya.

Kegiatan mensinergikan penyuluh pemerintah, penyuluh swadaya dan penyuluh swasta yang baru pertama kali ini diarahkan dapat meningkatnya pemahaman dan wawasan petugas dalam menumbuhkan dan mengembangkan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP).

Serta terwujudnya kesamaan persepsi tentang konsep, strategi dan langkah-langkah penumbuhan dan pengembangan kelembagaan ekonomi petani.

Selain itu diharapkan pula tersusun rencana kerja penumbuhan dan pengembangan kelembagaan ekonomi petani yang difasilitasi oleh dana Banper (Dekonsentrasi 2019) di masing-masing provinsi dan kabupaten/kota.

Perlu ada persamaan persepsi dan meningkatkan kapasitas pengelola Posluhdes dalam kebijakan penumbuhkembangan Posluhdes dan Penyuluh Pertanian Swadaya dan Swasta.

Narasumber yang hadir antara lain Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Perbankan Mandiri dan BRI, Direktur Perdata Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Ketua Umum KTNA Nasional, Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Kementerian Dalam Negeri, Sekretaris Ditjen Bangda Kementerian Dalam Negeri, PisAgro serta pelaku usaha pertanian.

Hasil dalam pertemuan ini diharapkan dapat menyamakan persepsi tentang konsepsi penguatan kelembagaan ekonomi petani serta menyusun rencana kerja penumbuhan dan pengembangan kelembagaan ekonomi petani di masing-masing provinsi dan kabupaten/kota.

Selain itu, juga mengoptimalkan peran Posluhdes sebagai kelembagaan penyuluhan terdepan dan Penyuluh Pertanian Swadaya dan Swasta sebagai mitra Pemerintah untuk memberdayakan masyakat perdesaan. (sol)



Minggu, 14 Jul 2019, 20:00:20 WIB Oleh : Redaktur 481 View
Ratusan Guru Dibekali Wawasan Kebangsaan
Minggu, 14 Jul 2019, 20:00:20 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 10334 View
Kapan Perlu Suntik Insulin, Ini Kata Dokter
Minggu, 14 Jul 2019, 20:00:20 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 621 View
Penyakit Ini Dikenal dengan Seribu Wajah

Tuliskan Komentar