atas1

Meski Lansia Tetap Mandiri

Senin, 24 Jun 2019 | 00:11:51 WIB, Dilihat 327 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Meski Lansia Tetap Mandiri Para lansia mengikuti senam ada peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) dan Festival Senior Living 2019, Minggu (23/6/2019), di Lapangan Shiwa komplek Candi Prambanan, Sleman.( istimewa)

Baca Juga : Belajar Geopark Tak Susah


KORANBERNAS.ID--Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Komisi Daerah Lanjut Usia (Komdis Lansia) menggelar peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) dan Festival Senior Living 2019, Minggu (23/6/2019), di Lapangan Shiwa komplek Candi Prambanan, Sleman. Tema HLUN tahun 2019 ini ialah "Lanjut Usia Mandiri, Sejahtera dan Bermartabat".

Acara yang juga didukung oleh Asosiasi Senior Living Indonesia (ASLI) tersebut diikuti oleh 1.250 lansia dari 17 kecamatan se-Kabupaten Sleman. Berbagai macam kegiatan turut digelar guna memeriahkan acara tersebut. Diawali dengan senam Germas massal pukul 07.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan penampilan tari Angguk Kipas oleh lansia binaan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman. 

Pada acara tersebut lansia juga dapat pemeriksaan kesehatan secara gratis yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Tak ketinggalan presentasi kesehatan juga  turut disampaikan pagi tersebut oleh para narasumber.

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes secara simbolis dengan memukul bedug. Dalam sambutannya ia mengajak para lansia untuk membudayakan hidup sehat. Kualitas hidup di masa tua menurutnya dapat ditingkatkan diantaranya dengan olahraga teratur, makan makanan yang sehat, dan cek kesehatan secara rutin.

Sri Muslimatun juga mengungkapkan bahwa angka harapan hidup di Kabupaten Sleman adalah yang tertinggi di Indonesia. Dikatakan bahwa saat ini harapan hidup rata-rata untuk perempuan di Kabupaten Sleman mencapai 76 tahun. Sedangkan harapan hidup rata-rata untuk laki-laki 74 tahun. Hal tersebut menurutnya merupakan bukti bahwa masyarakat Sleman peduli dengan kesehatannya. Ia berharap masyarakat dapat terus mempertahankan budaya hidup sehat tersebut, bahkan lebih ditingkatkan lagi.

"Ini (harapan hidup tinggi) karena masyarakat Sleman itu sabar, nrimo, legowo, tapi tetap mau bekerja, mau bergerak. Karena kalau kualitas hidup meningkat, harapan hidup juga meningkat," jelasnya.

Dalam acara tersebut juga diadakan berbagai jenis lomba bagi lansia yang dikemas dalam Senior Citizen Got Talent. Beberapa jenis perlombaan tersebut diantaranya lomba senam Taichi, lomba kesenian BKL dan senam Terra. 

Selain itu pada acara tersebut juga digelar pameran produk lokal berupa kerajinan tangan dan kuliner. Diantaranya disediakan 200 porsi nasi megono dan 250 porsi nasi soto dari Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, 450 porsi nasi gudeg dari Dinas Perindag Kabupaten Sleman dan 400 porsi nasi liwet dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman. (yve)

 



Minggu, 23 Jun 2019, 00:11:51 WIB Oleh : Nanang WH 424 View
Belajar Geopark Tak Susah
Minggu, 23 Jun 2019, 00:11:51 WIB Oleh : Nanang WH 2476 View
Ribuan Orang Berebut Satu Ton Lele
Minggu, 23 Jun 2019, 00:11:51 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 735 View
Seniman Taiwan Bawa Pasar Tradisional ke Jogja

Tuliskan Komentar