TNI-stipram

Meski Hujan Lebat Penonton Ki Seno Tetap Berjubel
Anggota Komisi I DPR RI Dr H Sukamta Ikut Menyaksikan

Kamis, 08 Nov 2018 | 15:38:28 WIB, Dilihat 535 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Meski Hujan Lebat Penonton Ki Seno Tetap Berjubel Sosialisasi Peningkatan Kualitas dan Jati Diri Bangsa dalam Menghadapi Era Digital  di Lapangan Gedung Mlati Dusun Banyuurip Pandak Bantul, Rabu (07/11/2018) malam. (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Keterwakilan Perempuan Masih Rendah


KORANBERNAS.ID -- Komisi I DPR RI bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI menggelar pertunjukan rakyat wayang kulit dengan dalang Ki Seni Nugroho di Lapangan Gedung Mlati Dusun Banyuurip Desa Caturharjo Kecamatan Pandak Bantul, Rabu (07/11/2018) malam hingga Kamis (08/11/2018) dini hari.

Kendati hujan lebat, ribuan penonton tetap memadati lokasi pertunjukan. Malam itu, Ki Seno membawakan lakon Sadewa Ratu dengan bintang tamu Mbah Waluyo.

Sebelum pertunjukan dimulai, dilakukan sosialisasi dengan tema Peningkatan Kualitas dan Jati Diri Bangsa dalam Menghadapi Era Digital, dengan narasumber anggota Komisi I DPR RI Dr H Sukamta, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo RI, Dra Rosarita Niken Widiastuti MSi, Direktur Tata Kelola dan Komunikasi Publik Drs Selamata Sembiring MSi serta dari Pemkab Bantul diwakili Wakil Bupati H Abdul Halim Muslih.

Tampak hadir Amir Syarifudin dan Muhammad Dhavid dari Komisi A DPRD Bantul, Kepala Dinas Kominfo Bantul Nugroho  Eko S Sos dan pejabat terkait.

Pergelaran wayang kulit Ki Seno Nugroho tetap dibanjiri penonton meski hujan lebat. Pergelaran ini merupakan hasil kerja sama Komisi I DPR RI  dengan Kementerian Kominfo RI. (sari wijaya/koranbernas.id)

“Kita harus cerdas menggunakan media sosial (medsos) dalam era digital, era informasi sekarang ini. Saring informasi yang beredar sebelum sharing (disebarkan). Gunakan medsos secara bijak,” kata Sembiring.

Selain itu, janganlah menyebarkan hoaks, kebencian ataupun meluapkan emosi di medsos karena semua bisa dibaca oleh publik dan tidak jarang memancing reaksi masyarakat.

Abdul Halim Muslih mengatakan saat ini orang harus pandai-pandai menggunakan media sosial. “Jangan menjelek-jelekkan orang di medsos. Kita harus menyadari tulisan di medsos itu dibaca ratusan, ribuan orang bahkan menjadi viral. Jadi jangan menulis yang menghujat, mengandung kebencian atau menjelek-jelekkan karena ada UU pula yang mengaturnya,” katanya.

Sedangkan Rosarita berharap masyarakat bisa memanfaatkan media sosial dan kemajuan di era digital untuk hal yang bermanfaat. Misalnya saja untuk promosi ataupun menjual produk yang ada di Bantul.

“Jika promosi digencarkan, maka penjualan akan meningkat yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan. Contoh untuk memasarkan produk-produk kerajinan ataupun olahan makanan dan minuman dari Bantul,” katanya.

Kemajuan teknologi juga bisa dimanfaatkan maksimal untuk promosi pariwisata, potensi seni budaya dan potensi lain yang dimiliki Bantul. Dengan demikian akan semakin banyak wisatawan berkunjung dan berdampak positif bagi kemajuan Bantul ke depan.

“Bijak-bijaklah kita dalam menggunakan kemajuan teknologi agar tidak merugikan, namun menguntungkan kita,” katanya.

Sedangkan Dr H Sukamta meminta masyarakat agar hati-hati memainkan jari saat menggunakan perangkat ponsel pintar.

“Sekarang ada istilah jarimu harimaumu, maka berhati-hatilah ketika akan membuat ketikan atau tulisan. Harus dipikirkan terlebih dahulu sebelum disebarkan,” katanya. (sol)



Kamis, 08 Nov 2018, 15:38:28 WIB Oleh : W Asmani 88 View
Keterwakilan Perempuan Masih Rendah
Rabu, 07 Nov 2018, 15:38:28 WIB Oleh : Sholihul Hadi 164 View
Login Kartu Akses KSEI Terbanyak Pecahkan Rekor MURI
Rabu, 07 Nov 2018, 15:38:28 WIB Oleh : Nila Jalasutra 110 View
Pemkab Sleman Miliki Kader Pancasila

Tuliskan Komentar