atas1

Menteri Agama: Jadikan Pondok Sebagai Benteng dari Perbuatan Jahat

Kamis, 12 Des 2019 | 18:37:15 WIB, Dilihat 204 Kali
Penulis : Sari Wijaya
Redaktur

SHARE


Menteri Agama: Jadikan Pondok Sebagai Benteng dari Perbuatan Jahat Kunjungan Menteri Agama RI Jenderal TNI (Purn) H Fachrul Razi di Pondok Pesantren Al Munawir Krapyak, Sewon, Bantul, Kamis (12/12/2019) siang. (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Sukses di Ruang Publik, Sukses di Rumah Tangga


KORANBERNAS.ID -- Menteri Agama RI Jenderal TNI (Purn) H Fachrul Razi melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak, Sewon, Bantul, Kamis (12/12/2019) siang. Usai sholat dhuhur berjamaah, Menteri Agama melakukan dialog dengan para santri dengan didampingi pengasuh pondok, KH R Muhammad Najib Abdulkodir.

"Di sini para santri diberi bekal selain pendidikan agama yang kuat serta sikap jujur, juga selalu bertemu orang baik, teman-teman baik, pengasuh yang baik, kyai yang baik dan semua orang baik," kata Fachrul Razi.

Namun kondisi tersebut akan berbeda manakala mereka sudah berada di luar pesantren, termasuk di dunia pekerjaan karena tidak semua orang baik. Banyak juga yang jahat.

"Misal, diiming-imingi jika mau tanda tangan bisa dapat uang miliaran dari hasil kejahatan. Jangan pernah menerima. Ketika keimanan tetap dijaga kuat, tidak akan tergoda terhadap hal-hal seperti itu," kata Fachrul Razi.

"Maka, jadikan pondok sebagai benteng dari perbuatan yang jahat. Pesan saya, kalian semua harus kuat dan memegang teguh keimanan, dimanapun," tambah pria asal Aceh itu.

Selain ilmu agama, para santri juga banyak yang menimba ilmu umum, termasuk kuliah di perguruan tinggi favorit seperti UGM.

Saat menjadi pemimpin, lanjut Fachrul Razi, sosok Rasulullah menjadi contoh kepemimpinan yang luar biasa. "Lihatlah saat perang Badar dimana merupakan perang pertama bagi umat Islam dan pasukan Islam masih kecil. Sementara kaum kafir Quraish sebagai musuhnya, sangat banyak dan kuat," katanya.

Kala itu pemimpinya Abu Jahal memerintahkan pasukanya menyerang Rasulullah dan pengikutnya. Rasulullah dalam kondisi itu mau mendengar nasihat sahabatnya agar mereka bertahan dan menguasai wilayah yang ada sumber air satu-satunya di Badar. Sehingga kaum kafir Quraish kalah dan sebagian kembali ke Mekah.

"Inilah contoh ketika nanti menjadi pemimpin, agar tetap rendah hati dan mendengar masukan atau nasihat yang masuk akal dari orang lain. Menjadi pemimpin itu ibarat ilmu padi. Semakin berisi, semakin merunduk,” katanya.

Usai bertemu dengan pengasuh dan para santri, Menag selanjutnya melakukan ziarah ke makan pendiri Pondok yakni KH Ali Maksum dan KH Munawwir.

"Pondok ini berdiri tahun 1918. Sekarang yang mengasuh generasi ketiga atau cucunya," kata Menag. (eru)



Kamis, 12 Des 2019, 18:37:15 WIB Oleh : Nila Jalasutra 170 View
Sukses di Ruang Publik, Sukses di Rumah Tangga
Kamis, 12 Des 2019, 18:37:15 WIB Oleh : W Asmani 293 View
Satres Narkoba Polres Purworejo Bekuk Dua Pengguna Shabu
Kamis, 12 Des 2019, 18:37:15 WIB Oleh : Nila Jalasutra 200 View
Harga Sembako di Sleman Relatif Stabil

Tuliskan Komentar