atas1

Mengucur Deras, Sumur Ini Airnya Terbuang Sia-sia

Sabtu, 18 Mei 2019 | 20:37:34 WIB, Dilihat 14538 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Mengucur Deras, Sumur Ini Airnya Terbuang Sia-sia Sumur bor di Dukuh Ngumbul Desa Jeblog Klaten. Tanpa pompa air, sumber ini mengucur deras. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Penduduk DIY 30 Persennya Anak Muda


KORANBERNAS.ID -- Warga Desa Jeblog Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten menuntut pemilik sumur bor di Dukuh Ngumbul desa setempat menutup sumber air di lahan miliknya.

Hingga saat ini pemilik sumur bor tidak kunjung memiliki izin dari dinas terkait. Air yang keluar dengan sendirinya dari sumber itu terbuang sia-sia.

Ditemui di sekitar lokasi, sejumlah warga menceritakan pemilik lahan bernama Slamet tinggal di Kartasura. Lahan itu dibeli dan dibor sekitar satu tahun lalu karena rencananya mau didirikan rumah makan.

Namun setelah mengebor kedalaman 40 meter tiba-tiba air mancur dengan derasnya. "Setelah di bor itulah airnya mancur deras dan terbuang sia-sia sampai sekarang. Dampaknya juga dirasakan warga sekitar," kata warga itu, Sabtu (18/5/2019).

Sartono, tokoh masyarakat Desa Jeblog yang tinggal tidak jauh dari lokasi sumur bor menyampaikan air yang keluar dari sumur itu begitu deras.

Menurut pengurus Pamsimas itu, pihak desa setempat berkeinginan memanfaatkan sebagian air dari sumur bor itu untuk dialirkan ke rumah-rumah warga.

Awalnya pemilik lahan memperbolehkan sebagian air dimanfaatkan warga. Namun belakangan menolak.  Baru-baru ini beredar kabar di kalangan warga pemilik mau menjual lahan itu karena ada masalah.

Karena pemilik lahan tiba-tiba mengubah ucapannya maka air dari sumur bor itu tidak jadi dialirkan ke rumah warga. Padahal pengurus Pamsimas telah mengeluarkan biaya untuk membeli pipa.

Sikap yang diperlihatkan pemilik lahan itu justru mengundang keprihatinan warga. Bahkan mereka menuntut agar sumber air itu ditutup sesegera mungkin.

Kepala Desa Jeblog, Henry Prakoso, mengatakan hingga saat ini izin pengeboran air milik Slamet tersebut belum ada. Padahal beberapa bulan lalu sudah disarankan untuk mengurus ke Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah. "Izinnya belum ada," ujar Henry Prakoso singkat.

Di tempat terpisah, Camat Karanganom Samodra mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya permasalahan itu kepada pemerintah desa.

"Dulu sudah pernah ada pertemuan antara muspika, pemerintah desa dengan pemilik di balai desa. Saran kami waktu itu agar pemilik mengurus izin. Tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi dari desa," terang Samodra yang pernah menjabat Kabag Umum Pemkab Klaten itu.

Pengamatan di lapangan, air dari lahan yang dibor itu terus menerus mengeluarkan air. Karena derasnya air yang keluar sampai-sampai meluber ke saluran.

Sungguh disayangkan memang air yang begitu jernih terbuang sia-sia. Dan alangkah lebih baik dan bijak bilamana dimanfaatkan warga sekitar. (sol)



Sabtu, 18 Mei 2019, 20:37:34 WIB Oleh : Arie Giyarto 382 View
Penduduk DIY 30 Persennya Anak Muda
Jumat, 17 Mei 2019, 20:37:34 WIB Oleh : Sholihul Hadi 601 View
Grand Aston Yogyakarta Luncurkan Paket Ramadan
Jumat, 17 Mei 2019, 20:37:34 WIB Oleh : Nila Jalasutra 432 View
Ini Alasan Warga Lereng Merapi Pilih SMK

Tuliskan Komentar