atas

Mengembalikan Jogja Kota Sepeda

Sabtu, 27 Okt 2018 | 18:46:49 WIB, Dilihat 686 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Mengembalikan Jogja Kota Sepeda Walikota Yogyakarta dan wakilnya menggenjot sepeda saat launching Jogjabike, Sabtu (27/10/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : PASI DIY Gelar Kejurda Atlet Usia Dini


KORANBERNAS.ID – Mengenakan kaos hitam, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti bersama wakilnya Heroe Poerwadi, terlihat bergaya tatkala menggenjot sepedanya menyusuri sepenggal Jalan Malioboro, kemudian melintasi Kampung Turis Sosrowijayan, Sabtu (27/10/2018) sore. Dari Kantor Dinas Pariwisata, rombongan itu berakhir di Loko Cafe.

Gaya walikota bersepeda kali ini merupakan bagian dari launching Jogjabike, sebagai alternatif wisata di Kota Yogyakarta sekaligus yang pertama di Indonesia.

Seremonial peluncuran sepeda tersebut ditandai dengan membunyikan bel sepeda dan ditutup dengan suguhan lagu bicycle.

Keberadaan bike sharing berbasis daring murni lokal Indonesia tersebut merupakan hasil kerja sama Pemkot Yogyakarta dengan beberapa pihak melalui program Jogja Ada Sepeda. Jogjabike ini menghadirkan sebuah sepeda smart khas Jogja yang tahap awal berada di ikon wisata Malioboro.

Salah seorang penggagas Jogjabike, Muhammad Aditya,  menjelaskan kehadiran Jogjabike untuk memfasilitasi wisatawan menikmati Kota Jogja. Sepeda merupakan alat transportasi yang ramah lingkungan.

Apalagi, bike sharing menggunakan aplikasi smartphone di Jogja belum ada. "Ini murni semuanya produk lokal Indonesia. Dari mulai sepedanya, perangkat smartlock, sampai aplikasi semuanya lokal," ujar Adit, sapaan akrabnya, kepada wartawan di sela-sela launching Jogjabike.

Sepeda karya anak bangsa pendukung program Jogjabike.  (sholihul hadi/koranbernas.id)

Jogjabike resmi mengaspal di Malioboro sejak launching. Pada tahap pertama ini, layanan bike sharing memang baru di sekitar Malioboro. Kemudian, secara berkala akan ada 1.000 sepeda yang tersebar di berbagai fasilitas publik dan destinasi wisata.

Komisaris Jogjabike, Triyanto, mengungkapkan secara kualitas baik aplikasi maupun sepeda tidak kalah dengan impor yang banyak di kota lain.

Bahkan, Jogjabike ini lebih unggul dibandingkan aplikasi di China maupun Singapura karena tidak asal taruh saja. Setiap pemakai start dan finish harus berada di ShelterPit yang telah disediakan.

"Dari sisi spesifikasi sepeda, ini khas Jogja. Untuk ontelan matic, tidak berat dan ringan. Pas dengan kontur Kota Jogja yang mayoritas jalanannya rata," jelasnya.

Dengan kekhasan tersebut, pengelola Jogjabike optimistis mampu mendukung pariwisata di kota ini. Yakni, dengan menjadikan Jogjabike sebagai destinasi wisata baru.

"Kami berharap wisatawan menikmati Kota Jogja sekarang bisa dengan sepeda. Mereka tinggal download aplikasi, sudah jalan," jelas alumnus SMAN 3 Yogyakarta ini.

Petunjuk cara menggunakan Jogjabike. (istimewa)

Walikota Haryadi Suyuti mengapresiasi kehadiran Jogjabike yang mampu memperkuat Jogja smart city  sekaligus mengembalikan predikat Yogyakarta sebagai Kota Sepeda.

"Semoga dengan adanya bike sharing ini semakin menambah opsi dan menarik wisatawan ke Kota Jogja," kata Haryadi.

Kerja sama Pemkot dengan Jogjabike ini, menurut Haryadi, dalam rangka program Jogja Ada Sepeda dan untuk mendukung produk lokal bisa bersaing dengan produk mancanegara.

“Produk lokal tidak kalah dengan luar negeri. Ini sebagai bukti Jogja memang kaya akan sumber daya manusia," katanya.

Kekayaan intelektual itulah yang bisa menjadi kekuatan Jogja berdaya saing. Jogjabike hadir di tengah-tengah keterbatasan destinasi wisata.

"Daerah lain mungkin bisa menambah dengan menemukan sumber daya alam menarik. Sedangkan Jogja dengan kreativitas yang menarik," katanya.

Lebih jauh Haryadi mengatakan, sebagai salah satu alternatif alat wisata diharapkan Jogjabike bisa menumbuhkembangkan industri pariwisata Yogyakarta.

Dia mencontohkan, di kota-kota besar seperti London ataupun Prancis tersedia sepeda untuk masyarakat. “Kota-kota di dunia sudah memperkenalkan sepeda berbayar dan menggunakan aplikasi,” kata dia.

Walikota memberikan apresiasi untuk Pertamina Fondation yang sudah memberikan dukungan program itu. Hanya saja dia berpesan perlu penyempurnaan misalnya rem terasa masih keras dan perlu dicek ketahanan ban supaya tidak mudah bocor.

“Kalau hilang bagaimana? Inilah konsekuensinya yaitu mengajarkan kepada masyarakat untuk membangun nilai-nilai dan disiplin,” ujarnya.

Yang menarik, sepeda tersebut dilengkapi pula fasilitas GPS sehingga pergerakannya bisa diketahui serta dapat dimonitor.

Operator mengetahui tren pengguna sepeda ini ke mana saja serta jarak tempuhnya berapa kemudian siapa saja penggunanya apakah kalangan anak muda ataukah kasepuhan.

“Saya berharap masyarakat Yogyakarta bisa mendukung Jogjabike. Gunakan fasilitas ini sebaik-baiknya jangan sing aneh-aneh, dipreteli untuk diketahui programnya. Ini karya anak bangsa, saya titip masyarakat untuk ikut menjaga. Ciri-ciri negara maju di dunia adalah banyak sepeda,” kata walikota.

Tahap awal, tersedia sepeda 20 unit sepeda dan tahap berikutnya bisa tambah 100 unit. Bahkan pemkot siap menyediakan 1.000 unit jika program tersebut berjalan lancar. “Gunakan sepeda ini dengan bertanggung jawab, kita juga mengajarkan ke masyarakat untuk tertib dan amanah,” kata dia. (sol)



Sabtu, 27 Okt 2018, 18:46:49 WIB Oleh : Dwi Suyono 736 View
PASI DIY Gelar Kejurda Atlet Usia Dini
Sabtu, 27 Okt 2018, 18:46:49 WIB Oleh : Prasetiyo 2204 View
Pecahkan Rekor MURI, 12.000 Pelajar SMP Khataman Quran
Jumat, 26 Okt 2018, 18:46:49 WIB Oleh : Nila Jalasutra 582 View
Siklus Empat Tahunan DBD Diperkirakan Terjadi 2019

Tuliskan Komentar