atas1

Memahami Sejarah, Modal Penting Jaga Keutuhan NKRI

Selasa, 13 Agu 2019 | 10:42:05 WIB, Dilihat 121 Kali - Oleh warjono

SHARE


Memahami Sejarah, Modal Penting Jaga Keutuhan NKRI Prof Bachtiar Aly ikut aktif melakukan sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Senin (12/8/2019). (istimewa)

Baca Juga : GADING dan Bank Difabel Manfaatkan Besek Kelola Daging Kurban


KORANBERNAS.ID--Anggota DPR/MPR RI Prof Dr H Bachtiar Aly, MA mengingatkan generasi muda tentang pentingnya memahami sejarah besar bangsa ini.

“Yang harus diingat adalah bagaimana perjuangan para tokoh dan pendiri negara menyatukan bangsa ini hingga menjadi bangsa yang besar seperti sekarang,”kata Bachtiar Aly dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kelurahan Sukmajaya, Depok, Senin (12/8/2019).

Menurut Aly, merekalah yang meletakkan landasan dan tonggak-tonggak empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara. Tanpa konsensus itu, barangkali Indonesia sudah bubar dan tercerai berai.

“Barangkali kita tidak akan pernah menjadi satu negara kesatuan yang besar,” tambahnya.

Karena itu, katanya, sosialisasi terkait empat hal ini penting dan harus senantiasa di re-aktualisasi kembali. Terlebih karena kehidupan berbangsa dan bernegara senantiasa berkembang dinamis, sehingga pemahaman kita harus senantiasa kontekstual.

Sosialisasi empat konsensus semakin relevan dan memiliki tingkat urgensi yang tinggi. Karena masyarakat terus berkembang, tidak lagi ada sekat, semua saling terhubung dengan baik, tidak ada batasan dan perbedaan, wilayah yang borderless, tanpa ada batas.

Pakar komunikasi politik ini mengaku, dirinya tak pernah bosan untuk mengingatkan. Terlebih pada generasi muda, generasi milenial, yang hidup di era global. “Keempat konsensus dasar atau empat konsensus nasional dimaksud adalah Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Kita harus teguhkan komitmen untuk menjaga, memahami dan mengimplementasikannya sebagaimana empat konsensus dasar itu disepakati oleh para pendahulu kita,” tandasnya.

Dengan komitmen yang kuat itu, maka mestinya kita tidak perlu lagi mempersoalkan perbedaan suku, agama, ras, dan golongan (SARA). Kita juga harus bahu membahu untuk membendung sikap intoleransi yang dapat mengikis persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa dan negara.

“Mudah-mudahan dengan diadakannya kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI ini dapat menanamkan nilai-nilai kebangsaan, dan memperkuat kembali kehidupan berbangsa dan bernegara dan lebih jauh dari itu diharapkan dapat menanamkan rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan, serta rasa gotong royong, kerukunan umat beragama, suku, golongan dan ras dalam bingkai NKRI,” ujar Aly.

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI ini terselenggara atas kerjasama MPR RI dan Forum Komunikasi Instruktur & Pelatih - Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (FKIP-P2M). Kegiatan diikuti oleh kurang lebih 200 peserta yang terdiri dari unsur pengurus dan anggota organisasi FKIP-P2M, aparat kelurahan Sukmajaya, Depok, ibu-ibu majelis taklim, pemuda karang taruna dan mahasiswa.(SM)



Selasa, 13 Agu 2019, 10:42:05 WIB Oleh : warjono 230 View
GADING dan Bank Difabel Manfaatkan Besek Kelola Daging Kurban
Selasa, 13 Agu 2019, 10:42:05 WIB Oleh : Sholihul Hadi 254 View
Sembilan Pejabat Berebut Posisi Sekda DIY
Selasa, 13 Agu 2019, 10:42:05 WIB Oleh : Sholihul Hadi 119 View
ACT dan BI Sembelih Hewan Kurban di Pelosok

Tuliskan Komentar