atas

Masyarakat Kota Jogja Sulit Diajak KB

Kamis, 06 Des 2018 | 21:50:19 WIB, Dilihat 67 Kali - Oleh W Asmani

SHARE


Masyarakat Kota Jogja Sulit Diajak KB Plt Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Eny Retnowati, saat menyampaikan keterangan terkait Kampung KB, Kamis (6/12/2018).(w asmani/koranbernas.id)

Baca Juga : Peningkatan Kapasitas IKM Ini Bisa Kurangi Kemiskinan


KORANBERNAS.ID --Masyarakat perkotaan seperti di Kota Yogyakarta dinilai lebih enggan untuk melakukan Keluarga Berencana (KB). Sebab tanpa menggunakan alat kontrasepsi mereka beranggapan sudah mampu mengatur kehamilannya.

Ada sebesar 14,7 % pasangan usia subur (PUS) di Yogyakarta tidak mau mengikuti program KB. Mereka berada di Kecamatan Kotagede, Wirobrajan, Ngampilan dan  Gedongtengen.

Plt Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Yogyakarta, Eny Retnowati, Kamis (6/12/2018) mengungkapkan untuk meningkatkan kepesertaan KB, pihaknya membentuk kampung KB di 14 kecamatan di Kota Yogyakarta.

"Pembentukan kampung KB ini mengikuti instruksi Presiden melalui BKKBN pusat," terangnya.

Menurut Eni, dibentuknya kampung KB untuk meningkatkan kwalitas hidup masyarakat di tingkat kampung. Selain itu untuk meningkatkan jumlah kepesertaan PUS untuk ber-KB.

"Jumlah PUS di kota Yogyakarta sebanyak 40.451 jumlah kepesertaan KB sebesar 70%," terang Eni.

Eni menyebutkan, pihaknya juga memberikan kesadaran melalui pemahaman kesehatan produksi (kespro). Dalam memberikan pemahaman kespro ke masyarakat pihaknya didampingi dokter dan tokoh agama sesuai agama yang dianut PUS tersebut.

"Agar kami dalam menyampaikan pesan bisa sesuai cara agamanya dan bahasa agamanya," tutur dia.

Eni mentargetkan tahun depan meningkatkan jumlah kepesertaan kelompok yang tidak mau ber KB. Dengan demikian persentase bisa menurun menjadi 10 persen.

Untuk jenis alat kontrasepsi sendiri ada banyak ragam, seperti pil dan suntik KB, IUD dan implan atau melalui operasi wanita (MOW) dan melalui operasi pria (MOP). Semua layanan diberikan secara gratis untuk masyarakat.

Bagi pemegang BPJS kami menggunakan fasilitas kesehatan (faskes) Rumah Sakit Happy Land. Bagi masyarakat yang belum ber BPJS bisa menggunakan jejaring puskesmas.

"Dan bagi pria yang berkenan melakukan mop, ada hadiah sebesar satu juta rupiah," terang Eny Retnowati.(yve)



Kamis, 06 Des 2018, 21:50:19 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 72 View
Peningkatan Kapasitas IKM Ini Bisa Kurangi Kemiskinan
Kamis, 06 Des 2018, 21:50:19 WIB Oleh : Rosihan Anwar 1054 View
Kapolda Janjikan Hal Ini Setelah Kenaikan Tipe
Kamis, 06 Des 2018, 21:50:19 WIB Oleh : Arie Giyarto 196 View
Penelitian Kampus jadi Potret KB

Tuliskan Komentar