atas1

Makan Ternyata Tidak Asal Kenyang

Selasa, 12 Nov 2019 | 19:46:22 WIB, Dilihat 263 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Makan Ternyata Tidak Asal Kenyang Pelatihan Guru PAUD dan Kampanye Edukasi Isi Piringku Selasa (12/11/2019) di Gedung Bima Balaikota Yogyakarta. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Asmara Terlarang Perangkat Dusun Berujung Demo


KORANBERNAS.ID -- Kesadaran masyarakat Indonesia akan makanan sehat dan bergizi masih rendah. Aktivitas makan yang dilakukan masih sekadar untuk mendapatkan rasa kenyang. Padahal tak hanya itu, makan juga harus memenuhi kebutuhan nutrisi.

“Makanan yang kita konsumsi dan masuk ke dalam tubuh akan berpengaruh pada sistem tubuh kita, lebih jauh akan menentukan status kesehatan kita untuk sekarang dan di masa mendatang,” ungkap Andyda Meliala,  Founder Resourceful Parenting Indonesia.

Pada acara Pelatihan Guru PAUD dan Kampanye Edukasi Isi Piringku Usia Anak 4-6 Tahun sekaligus kampanye Isi Piringku, Selasa (12/11/2019), di Gedung Bima Balaikota Yogyakarta, dia menyatakan pemberian asupan makanan yang tepat ini sebaiknya mulai dilakukan sejak dini ketika anak berusia 4-6 tahun.

Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap pola makan anak tersebut di kemudian hari, terlebih saat anak berusia remaja.

Menurut dia, pengenalan aneka ragam jenis makanan juga akan mengajarkan pada anak untuk mengenal berbagai jenis dan kombinasi makanan. Dengan demikian anak tidak akan menjadi tipe pemilih terhadap jenis makanan.

Isi Piringku adalah sebuah program pembelajaran untuk para guru PAUD. Hal ini perlu dilakukan mengingat mereka bersinggungan langsung dengan anak-anak.

“Dengan demikian dapat mengedukasi anak didiknya untuk selalu mengkonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang dan nutrisi lengkap,” kata dia.

Andyda Meliala menekankan pentingnya peran orang tua memberi asupan gizi kepada anak.

"Yang paling awal memberikan varian makanan dan kandungan gizi kepada generasi bangsa adalah berasal dari rumah yaitu orang tuanya," paparnya.

Makanan sehat dengan nuttisi lengkap dan gizi seimbang akan berpengaruh pada kesehatan fisik, perkembangan otak serta mencegah gangguan metabolisme tubuh.

"Diharapkan bila seorang anak memiliki fisik yang sehat, serta perkembangan otak yang maksimal, maka anak-anak tersebut akan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh," tandasnya.

Alwan Bukhori selaku Manajer Sustainable Development Health and Nutrition Danone Indonesia menambahkan, masyarakat perlu mengetahui dan memahami apa saja makanan bergizi yang ada dalam satu piring sekali makan.

Komposisinya harus terdiri dari apa saja, ini penting sekali untuk diketahui agar hidup menjadi sehat.

“Dulu kita kenal 4 sehat 5 sempurna, nah sekarang coba dilengkapi lagi dengan gerakan Isi Piringku. Di dalamnya ada protein nabati hewani, karbohidrat, sayuran dan buah. Mengapa sekarang kita ajak guru PAUD dan TK, karena di sekolah anak-anak bersosialisasi dan melihat apa yang satu sama lain lakukan. Hal ini juga menjadi fokus kami,” kata dia. (sol)



Selasa, 12 Nov 2019, 19:46:22 WIB Oleh : Sari Wijaya 518 View
Asmara Terlarang Perangkat Dusun Berujung Demo
Selasa, 12 Nov 2019, 19:46:22 WIB Oleh : Sholihul Hadi 264 View
Tren di Eropa Makan Pakai Piring Daun Jati
Selasa, 12 Nov 2019, 19:46:22 WIB Oleh : B Maharani 291 View
APBD Jateng 2020 Disetujui Rp 28,3 Triliun

Tuliskan Komentar