atas1

Mahasiswa Malaysia Belajar jadi Pengantin

Kamis, 24 Jan 2019 | 21:55:20 WIB, Dilihat 667 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Mahasiswa Malaysia Belajar jadi Pengantin Mahasiswa Stipram menampilkan prosesi pernikahan adat Jawa kepada rombongan mahasiswa dan dosen PMKU Malaysia di kampus setempat, Kamis (24/1/2019). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Sleman Upayakan Penerapan Disiplin Positif dalam Pendidikan Anak


KORANBERNAS.ID -- Rombongan mahasiswa dan dosen dari Politeknik Metro Kuantan (PMKU) Malaysia antusias melihat sepasang pengantin yang mengenakan adat Jawa bersanding di pelampinan kampus Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (Stipram), Kamis (24/1/2019). Mereka secara serius melihat prosesi panggih atau pertemuan dua pengantin.

"I'm impressed (terkesan-red). Budaya pengantin jawa ini bisa jadi bagian dari pariwisata yang menarik dari indonesia bagi wisatawan," ujar Direktur PMKU Malaysia, Mohd Jalil Bin Che Jusof disela kunjungan delegasi PMKU Malaysia di Stipram.

Melihat perkembangan pendidikan pariwisata yang sangat pesat di Stipram, PMKU Malaysia yang tahun ini baru berumur tujuh tahun pun akhirnya memiliki ide untuk belajar dari kampus tersebut. Mereka pun berencana mengajak kerjasama Stipram seperti pertukaran mahasiswa, dosen, kolaborasi penelitian, dosen tamu, seminar dan lainnya.

Apalagi Stipram menjadi salah satu kampus pariwisata di Indonesia yang fokus pada pariwisata berbasis budaya. Keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia diajarkan pada mahasiswa, baik di tingkat Diploma maupun Sarjana.

"Indonesia terkenal dengan pariwisatanya, dan ternyata ada kampus yang fokus pada pariwisata budaya. Ini yang menarik kami pelajari untuk dikembangkan yang sama di malaysia," jelasnya.

Jalil menjelaskan, selain dengan Stipram, kampus tersebut pernah bekerjasama dengan universitas lain di sejumlah negara. Diantaranya kampus-kampus pariwisata di Thailand dan Vietnam.

"Kami sengaja mengirim mahasiswa ke kampus-kampus di luar negeri agar belajar keberagaman budaya agar lebih luas pengetahuannya dalam bidang pariwisata. Untuk kali ini kami belajar tentang gastronomi atau ilmu makanan di stipram," ungkapnya.

Sementara Ketua Stipram, Suhendroyono SH MPar mengungkapkan, tahun ini ada 18 mahasiswa asing yang mengikuti program pertukaran mahasiswa di kampus tersebut. Diantaranya dari Belanda, Malaysia, Taiwan, Thailand, Jepang dan Cina.

"Mahasiswa asing dari berbagai negara belajar pariwisata indonesia di kampus ini selama beberapa bulan," jelasnya.

Suhendroyono menambahkan, budaya dipilih untuk jadi pembelajaran pendidikan pariwisata di Stipram karena selam ini belum banyak digarap. Padahal Indonesia memiliki banyak ragam budaya yang bisa jadi aset budaya.

"Diharapkan dengan digarapnya pariwisata yang tidak nyata melalui budaya maka dunia pariwisata di negara ini akan semakin beragam dan maju," imbuhnya.(yve)



Kamis, 24 Jan 2019, 21:55:20 WIB Oleh : Nila Jalasutra 493 View
Sleman Upayakan Penerapan Disiplin Positif dalam Pendidikan Anak
Kamis, 24 Jan 2019, 21:55:20 WIB Oleh : Masal Gurusinga 1592 View
Warga Demo Panitia Pilkades Padas Karaganom
Kamis, 24 Jan 2019, 21:55:20 WIB Oleh : Sari Wijaya 697 View
Relawan Demokrasi Dilatih untuk Dongkrak Partisipasi Pemilih

Tuliskan Komentar